Bung Martin, Bung Joseph, Bung Yap, dan Bung Kokom,

Itulah sebenarnya masalah pokok yang sering diselewengkan untuk
membenarkan tesis Ekonomi Kerakyatan versi PDR seakan-akan sebagai
anti tesis terhadap ekonomi KKN yang membesarkan Konglomerasi.
Bukankah jargon itu selalu muncul dari para kader dan simpatisan PDR?

Serang bijak pernah berkata: "bukan hanya yang tersirat tetapi tangkap
pula yang tidak tersirat, maka niscaya engkau akan semakin menjadi
bijaksana"

Kelanjutan analisis dan komentarnya masih ditunggu Bung.


-----Original Message-----
From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>


konsepnya Adi Sasono sama sekali bukan ekonomi kerakyatan. Ekonomi
kerakyatan itu dasarnya adalah people-centered development. Fokusnya
harus
human capital development. Yang diberdayakan manusianya, sehingga
memperkuat
institusi ekonomi. Konsep Adi Sasono, cuma bagi-bagikan duit tanpa
membangun
manusianya, sehingga salah arah, tidak efisien dan tidak efektif. Dan
juga:
inflatoir.
Maaf, saya kurang ada waktu untuk membahas panjang. Lain kali saya
akan
jawab lagi.

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>

Mungkin ada benarnya juga sekarang ini bahwa sitem ekonomi
kerakyatannya
pak Adi Sasono mengalami kegagalan, tapi itu semua kan karena timing,
dimana yang mengimplementasikan ide tersebut Notabene masih
orang-orang
orba yang sudah belepotan dengan KKN itu, jadi pelaksanaannya jadi
semrawut dan jadi nggak jelas.
Tapi konsep ekonomi kerakyatan mutlak mesti di jalankan oleh
pemerintahan
baru hasil pemilu mendatang,siapa pun yang menang. Jangan lagi hanya
sebatas-batas jargon-jargon politik untuk menarik massa.
Karena sekarang lah saatnya kedaulatan politik dan kedaulatan ekonomi
rakyat dikembalikan kepada rakyat. Jangan lagi dibuka peluang
terbentuknya
sistem konglomerasi dan konglomerat. Karena telah terbukti sistem
Konglomerasi lah yang membangkrutkan ekonomi Negara ini.


On Mon, 7 Jun 1999, Joseph Marzuki wrote:

> Memberdayakan pengusaha kecil, khususnya sektor informal tidak dapat
> dilakukan semudah membalikkan telapak tangan,  sebagaimana Jalan
pintas
> "ekonomi kerakyatan" yang ditawarkan Adi Sasono. Bagi saya
program-program
> Adi Sasono lebih untuk kepentingan politik PDR & juga sekaligus
sebagai
> wujud politik balas dendam. Kalau konglomerat boleh ngemplang dalam
jumlah
> besar, kenapa rakyat kecil nggak.  Nah, Jadilah pengucuran trilyunan
rupiah
> kepada pihak yang disebut "pengusaha kecil", yang saya perkirakan
"satu
> tahun" dari sekarang akan ter-exposed sebagai project gagal, karena
> manipulasi data penerima, penyaluran ke sasaran yang salah,
penyalahgunaan
> lain yang terjadi disana-sini. Yang kasihan sekali adalah petani dan
> pengusaha kecil sesungguhnya yang memang membutuhkan pertolongan dan
juga
______________________________________________________________________

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!









______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke