Bung Amin,
Memang tidak ada persyaratan secara konstitusional, tapi kan yang
diharapakan dari figur seorang Mega itu adalah : konsekuensinya terhadap
reformasi, mana tanggung jawabnya terhadap pendidikan politik bangsa ini.
Tarok -lah dia sibuk dengan urusan intern, bagaimana dengan tokoh-2x yang
lain seperti Amin R, Yusril, Sri BP, Didin H, dsb. Apakah mereka itu
bukanlah figur-2x yang sibuk. Sekali lagi kita harus menyadari apa yang
dibutuhkan bangsa ini adalah kejujuran, kejujuran dan kejujuran. Kita
harus menghilangkan citra selama ini bahwa politik itu adalah kotor.
politik itu bukan lah dosa.
Nah,
Kalau saya nggak salah di negara sekelas Amerika/Inggris itupun bukan lah
keharusan dari MPR -ny mereka. Tapi toh mereka secara sadar mau melakukan
debat seperti itu.
Di sini saya jadi curiga jangan-jangan Ibu Mega(maaf :PDIP) ini sebenarnya
menganggap bahwa kemenangan adalah tujuan( dan bukannya wahana) untuk
membentuk Indonesia Baru yang kita cita-citakan bersama.
Semoga tidak.
On Sat, 5 Jun 1999, Amin Riza wrote:
> Bung Raja, pernahkah Anda pertimbangkan bahwa kemungkinan tidak hadirnya Mega dalam
>debat "Capres" itu karena tidak ada keharusan untuk itu?
> Debat "Capres" boleh dipandang sebagai kesempatan atau fasilitas untuk
>mengaktualisasi diri, sehingga mungkin saja Mega memilih metoda lain untuk
>aktualisasi dirinya tanpa melalui debat "Capres".
> Kalau itu diselenggarakan MPR dan merupakan persyaratan bagi para kandidat resmi
>Presiden, mungkin akan lain kejadiannya.
>
> Memang ada risiko untuk mengambil keputusan tidak populer bagi seorang yang
>job-list-nya padat.Nama risiko itu adalah : trade off. Atau :opportunity cost.
>
> Bisa saja kegiatan itu bagi Mega masuk kategori urgent but not important atau
>sebaliknya, sehingga dia memilih mengalokasikan energinya hanya untuk top priority
>:urgent and important.
> Dengan risiko dianggap takut. Atau minimal kurang menghormati penyelenggara.
>
> --
>
> On Sat, 5 Jun 1999 15:48:45 Raja Komkom S. wrote:
> >> Melihat cara Anda mengkritik capres Mega, yah begitulah gambaran kapasitas
> >> politikus kita yang membuat PDIP bersyukur bahwa Mega nggak ikut debat
> >> capres yang lalu karena isinya nggak bermutu seperti yang dikatakan Kwik,
> >> koq debat capres isinya kritik merokok, kemampuan bahasa, dll.
> >>
> >> salam,
> >> tedy the kion
> >>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!