At 11:31 AM 8/14/00 +0700, you wrote:
>On Sun, 13 Aug 2000, Irwan Hadi wrote:
>
> > Betul.
> > Kalau gitu saya juga bercomment.
> > Gimana sih, pelaku kerusuhan kerusuhan yang banyak menhancurkan rumah
> > ibadat Non Islam, kenapa tidak digubrek ?
>
>WAM:
>Yes, why not?
>Termasuk para begundal di Poso dan Ambon.
>Biarlah hukum mengadili mereka.

Nah kalau gitu jelas dong.
Anda sudah memberikan statement, biar hukum yang mengadili.
So,buat apa repot repot anda ngurusin mulai dari soal Laskar Jihad, kasus 
pembantaian, dsb ?
Cukup yang mustinya diurusin, aparat penegak hukum dan alat alat hukum.
Kok jadi larinya ke yang neko neko, seperti agama dsb ?

WAM:
>Dan anda tidak mengaku non Islam? Anda munafik. Tidak ada masalah kok,
>kalau anda tidak usah menutupi identitas anda. Memangnya terus saya akan
>memusuhi anda? Lha wong namanya diskusi. Mbok ya jujur saja.

Lho ini namanya diskusi, bukannya perang, jadi tidak ada alasan untuk musuh 
musuhan ;)
BTW di milis ini tidak dituliskan, kalau kita perlu memberikan statement 
mengenai agama dari netter yang ingin bergabung, so saya rasa, saya tidak 
perlu memberikan statement apapun kepada anda mengenai pernyataan "
"Dan anda tidak mengaku non Islam? Anda munafik"

>
> > Bagi saya sih tidak masalah menghadapi anda, lha ya saya sudah biasa
> > menulis sih, meskipun biasa di milis komputer (paling tidak sudah 3000
> > email pernah saya tulis dan kirim.
>
>WAM:
>Wah, membanggakan (anda) juga ya rekor itu.
Tidak juga, saya rasa anda jauh lebih banyak dari saya, wong anda rajin 
banget sih nulis ;)
Gimana kalau kita kerja sama jadi pujangga ?



>
> > >WAM:
> > >Maaf, saya belum pernah dengar ada orang Kristen yang menyatakan terus
> > >terang bahwa mereka mengecam kejadian Poso. Bisa anda kasih contoh?
>
> > Hmm, sudah lama kira kira 4 bulan, saya tidak baca koran dari Indonesia 
> nih
> > ;(, jadi kurang bisa menjawab pertanyaan anda.
>
>WAM:
>Lho, katanya anda bilang, nggak semua orang Kristen setuju dengan yang
>terjadi di Poso? Anda ini gimana sih? Kok bisa menyimpulkan tanpa bukti.

Ingat, tidak semua.
Dalam pelajaran logika, 1 orang tidak setuju dari 1 milyar orang, itu 
berarti tidak semua.
[sila anda pinjam buku buku pelajaran logika, dan anda akan jelas ;)]

Jadi anggap saya orang Kristen, dan saya tidak setuju, maka itu berarti 
TIDAK semua, karena 1 orang tidak setuju dan 1 milyar lainnya setuju, dalam 
pelajaran logika itu tetap bisa dibilang TIDAK SEMUA ;)

Jadi kalau anda tidak puas, dengan pernyataan tidak semua itu, sila konsul 
buku buku logika berikut di bawah, mudah mudahan jelas ;)
Poespoprodjo, W. dan T. Gilarso. Logika, Ilmu Menalar. Bandung: Remaja 
Karya CV, 1985.
Lanur, A. Logika Selayang Pandang. Yogyakarta: Kanisius, 1983.
Soekadijo, R.G> Logika Dasar: Tradisional, Simbolik, dan Induktif. Jakarta: 
PT Gramedia, 1983.

>Awas lho, anda bisa kalah cum laude sama temen saya yang gendeng itu. Yang
>pikirannya bisa runut pas lagi waras.

Dalam hidup tidak selalu diperlukan "cum laude"

WAM:
>Saya sepakat dengan anda bung.
>Saya juga punya teman baik non muslim.
>Yang saya tanya kan cuma satu, bisa anda beri bukti, kapan ada orang
>Kristen mengecam soal Poso? Apakah itu anda artikan saya menuduh semua
Orang Kristennya ini saya anggap siapa saja , karena anda tidak menulis 
harus Pendeta, harus dari PGI, dsb.
Maka kalau saya mewakili pihak Kristen misalnya mengecam, berarti cukup bukan ?

WAM:
>Dan jangan kira saya menyetujui perbuatan iblis berbentuk manusia pada
>tanggal 13-15 Mei. Sejak anda belum _lahir_ di milis ini, saya sudah
>mengecam perbuatan para kriminal itu. Saya tidak lihat apakah korbannya
>Cina atau non muslim. Perbuatan mereka tetap saja perbuatan kriminal.
>Apakah pelakunya beragama Islam atau tidak, mereka tetap saja kriminal.
>

Betul.

jadi bagaimana kalau diskusinya mulai sekarang diganti, bukan ngurusin soal 
agama lagi, tapi soal bagaimana agar hukum di Indonesia bisa ditegakkan ?



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke