Fery Zidane betul, masyarakat akar rumput Indonesia jempolan. Yang
brengsek adalah cendekiawannya yang merasa telah membangun negara
dengan berteriak Pancasilaaaaa ......... !!! Hal ini telah saya
tulis berulang-kali dengan istilah "masturbasi Pancasila."

Sektor pertanian di Belanda mendapat dukungan optimal dari
pemerintah, parlemen, media massa, akademika dll. Kerjasamanya
memakai teknik Total Football. Maka pemerintah mendirikan pusat
pelelangan bunga/tanaman hias supaya petani mendapat harga jual
bagus. Universitas Pertanian Wageningen menciptakan bibit tanaman
baru yang hanya membutuhkan sedikit air dengan panen berlimpah.
Pemerintah membangun pipa di bawah tanah untuk menyalurkan CO2 dari
industri ke perkebunan kaca, dll.dll. Silakan membaca artikel saya
di Majalah Intisari terbitan terbaru berjudul "Rumah Kaca, Bikin
Belanda Ternama" (hal. 118). Hasilnya? Belanda menjadi pengekspor
bunga/tanaman hias terbesar di dunia, padahal luas wilayah Belanda
hanya sebesar Jawa Barat. Dengan metode "Total Football" yang sama,
Belanda membangun semua sektor/lini yang dimilikinya membuat Belanda
menjadi negara mini yang top di dunia.

Orang Indonesia belum mampu ber-Total Football, sebab budaya
Indonesia gontok-gontokan. Selain itu banyak hal yang dibangun oleh
masyarakat akar rumput dirusak sendiri oleh cendekiawan kelas
menengah ke atas. Contohnya, ratusan masyarakat akar rumput di
Porong kehilangan segalanya "berkat" Lapindo Brantas. Fery pasti
dapat menemukan contoh-contoh lainnya. Sebuah diskusi yang menarik
dan bermanfaat.

Salam hangat, Danny Lim, Nederland

--- In [email protected], fery zidane <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> kata siapa etos kerja bangsa Indonesia kurang..??
>   klo kita ke desa2 coba deh liat para petani yg sejak sehabis
subuh sudang pergi ke sawah dan pulang sore hari. kadang2 sehabis
pulang nyawah pun mereka diantaranya ada yg bekerja atau membuat
kerajinan sebagai tambahan. begitu juga dg nelayan. padahal kerjaan2
mereka adalah boleh dikatakan kerjaan2 yg halal dan jauh dari KKN,
tapi justru bidang kerjaan mereka yg sering diobok2 bahkan oleh
pemerintahnya sendiri...sungguh kasihan. mereka dipermainkan dg
harga pupuk dan jual gabah.
>   jadi dimana letaknya klo bangsa ini etos kerjanya sangat
rendah...sebagai contoh, saya (bukannya mau memamerkan diri),
terbiasa dg kerjaan banyak dan saya biasanya berhenti kerja antara
jam 2 pagi atau bahkan jam 4 pagi, padahal jam 7.30 nya sdh hrs
kerja lagi...jadi etos kerja bangsa kita ga kalah dg bangsa lain spt
japang dan korea yg katanya punya rata2 jam kerja paling tinggi di
dunia.
>   dari mana dasarnya saudara Lim mengatakan bahwa klo negara ini
diserahkan atau diurus oleh orang aceh....maka akan beres.

Kirim email ke