Beberapa persamaan antara peristiwa Ambon dan pertengahan mei:
1. Ambon: Umat kristen yang semula dominan tidak berdaya dan memuncak
emosinya disaat umat muslim menguasai hampir seluruh posisi penting di
Ambon (menurut temuan DPR).
Pertengahan Mei: Kelompok yang mengaku-ngaku Islam merasa frustasi dan
memuncak emosinya pada keturunan Cina, karena seluruh posisi penting
dibisnis dan perdagangan dikuasai Cina.
2. Baik kasus Ambon dan pertengahan Mei dilaksanakan secara profesional
dan serentak. Abri dan polri tidak siap menghadapi masalahnya saat itu
(katanya :)))))
3. Baik kasus Ambon dan pertengahan Mei tidak dapat ditangkap siapa
'otak dibelakang layar' dan sangat dikesankan bahwa kejadian berlangsung
sangat spontanitas dan merupakan akumulasi dari rasa frustasi dan
ketidak-berdayaan yang berlangsung lama.
4. Baik kasus Ambon dan pertengahan Mei menggunakan senjata agama
sebagai alat perusuh (maafkan kami ya Tuhan, bukankah agama diciptakan
untuk kedamaian dan bukan kerusuhan seperti yang kami rasakan).
Perbedaannya:
1. Pertengahan Mei korbannya Cina, kasus Ambon korbannya kelompok muslim
dan kristen yang sebagian besar berasal dari suku Ambon, Bugis dan Buton
(sebagian besar korban adalah rakyat Indonesia yang tidak berdaya yang
dihantam oleh suatu kekuatan jahat yang tidak kelihatan).
2. Kalau kasus Ambon sebagian terdengar siapa kira-kira otaknya
(pendapat Gus Dur), kasus pertengahan mei gelap seperti orang memandang
memakai ray-ban hitam dikelilingi kabut hitam ditengah malam.
Temuan DPR....ooh temuan DPR...sungguh singkatkah tugas anda untuk
membahas ini, sehingga tidak ada satupun yang melihat masuknya kelompok
besar dari luar Ambon sebagai faktor penting dari kejadian ini. Apakah
teori konspirasi sangat tabu untuk dilacak?
prihatin kepada yang tertindas dan tidak berdaya
peace.