...

:-)

Dg maraknya perimbangan Pusat-Daerah, mungkin perlu dipikir
bener: apa Indonesia ini mentrinya perlu ada 30 orang lebih?
Terus jumlah lembaga non-dep yg jumlahnya juga seabrek-abrek?
(dan semuanya ngumpul di Jkt?). Partai (calon) pemenang
rasanya perlu mikir sampe ke sini.

Saya baca Bappenas masih 'maksa' utk tetap eksis (walopun
dalam masa 'otonomi') sebetulnya cukup ditangani satu dirjen
aja atau seorang eselon satu (di suatu departemen).
Mentrans juga. Kalo dipikir bener, depsos itu juga nggak
harus ada. Fungsinya sih mungkin harus ada, tapi ya, kalo
pekerjaannya dikit, (dan anggarannya dikit), mbok ya jangan
jadi departemen sendiri, lah. Biaya satu orang mentri itu
kan mahal (soalnya ada ikutannya ;-). Apa nggak bisa terjadi
merger besar-besaran? Wong bank-bank yg 'oplah'-nya triliunan
aja bisa merger, kok departemen yg gurem-gurem nggak dimerger...

Ada ide lain?

Yw.

Kirim email ke