Nanya dikit nih bung Budi,
--- Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya optimis bahwa perimbangan pusat-daerah ini semakin lama akan
> semakin gencar dan bobotnya akan semakin membesar ke daerah. Dengan
> berpindahnya 'kue' ke daerah, para 'pakar'pun akan ngikutin 'kue' tsb
> ke
> daerah, yang pada gilirannya daerah akan semakin kuat dan
> menginginkan
> porsi otonomi yang semakin besar. Semakin besar otonomi daerah, akan
> semakin banyak 'pakar' berpindah ke daerah-daerah. Di sisi lain,
> daerahpun menjadi semakin mandiri dan bebas mengembangkan ide-ide
> untuk
> kemajuannya.
Saya tertarik dengan argumen anda diatas, khususnya masalah otonomi
daerah yang makin besar, dan pertanyaan saya berkaitan dengan masalah
integrasi nasional.
Beberapa hari yang lalu, saya mendengarkan sebuah speech dari seorang
Professor political science dari McGill University, Montreal. Topic
yang disajikan menarik sekali yaitu masalah pemisahan negara bagian
Quebec dari Canada. Sebagai negara konfederalis, negara negara bagian
di Canada mempunyai otonomi yang seluas luasnya, bahkan power yang
dimiliki negara bagian lebih besar dari powernya federal (pusat).
Inti yang saya tangkap dari speech tersebut adalah, kekuatan ekonomi
negara bagian Quebec yang sangat besar, yang memungkinkan wilayah
tersebut untuk berdiri sendiri, menjadi salah satu fator utama yang
melandasi keinginan Quebec untuk memisahkan diri dari Canada. Tentunya
ada faktor2 lain seperti budaya dan bahasa Perancis yang kental dipakai
oleh masyarakat Quebec sangat berlainan dengan budaya dan bahasa
Inggris yang berlaku di bagian lain dari Canada.
Meskipun sudah beberapa kali dilaksanakan referendum di Quebec, dan
hasilnya lebih dari 50% suara mendukung separation of Quebec dari
Canada, tetapi hal itu belum terlaksana juga sampai sekarang. Kendala
utamanya adalah konstitusi Canada tidak mengijinkannya, dan Quebec juga
tidak memperoleh dukungan internasional.
Kemudian saya tanyakan kepada pembicara, bagaimana dia melihat
relevansi permasalahan Quebec tersebut bila di hadapkan dengan negara
Indonesia yang saat ini sedang merencanakan untuk memberikan otonomi
yang lebih luas kepada daerah. Tapi karena beliau tidak paham tentang
Indonesia, maka saya juga tidak meperoleh jawaban yang memuaskan. Dia
hanya kembali kepada argumennya bahwa semakin kuat perekonomian suatu
daerah, dan semakin besar otonomi yang diterima, maka akan semakin
besar pula keinginan dari daerah tersebut untuk 'berdiri sendiri'.
Menurut Bung Budi, adakah kemungkinan akan munculnya permasalahan
disintegrasi di negara kita apabila daerah sudah mendapatkan otonomi
yang luas, dan perekonomiannya semakin kuat, bahkan mungkin akan lebih
kuat dari perekonomian pusat? Perlu di pertimbangkan bahwa negara kita
lebih majemuk dan lebih heterogen bila dibanding Canada, serta potensi
perpecahannya saya rasa juga lebih besar.
Thanks.
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com