Kang Efron:
>Salah satu sumbernya adalah uang hasil privatisasi BUMN. Misal harga pasti
>per lembar saham adalah 200 maka yang ada di kuitansi adalah 190. Ini
>kenyataan yang sukar membuktikannya. Sumber lainnya dari jarahan selama 32
>tahun.

Yw: Darimana pun sumbernya, mungkin gampang...
    Tapi mendistribusikan trilyunan uang dalam waktu beberapa
    hari, tanpa ketahuan... di Indonesia, oh boy, sulit, Pak.

>Sumber saya mengatakan khusus untuk SU mendatang anggaran "suap" yang
>disediakan adalah Rp 2 trilyun. Uang muka sebesar Rp 50 juta sudah dibayar
>plus fasilitas kampanye. Jelas 'kan uang sebesar itu hanya "kacang bawang"
>ketimbang APBN. Apalagi dalam bentuk rupiah. Jika dikonversi ke dolar maka
>menjadi sebesar "hanya" USD 250 juta saja. Masuk akal 'kan?
>
>Efron

Yw: Terus votingnya terbuka atau tertutup?
    Kalo tertutup: cing-cai, lah,... USD250 juta lenyap tanpa hasil.
    Kalo terbuka: dapetnya nggak seberapa, di jalanan diancurin
    orang...

    Jadi: satu-satunya jalan: mereka harus bisa menciptakan
    cara voting yg tertutup bagi mata rakyat (tapi terbuka
    bagi mata mereka)... Jaman orde baru mungkin bisa, tapi
    sekarang... Sulit.

    Kesimpulan: (Bukan tidak bisa, tapi) sulit (banget).

Kirim email ke