M. Irwan,
Puisi ngawur sebagai sedikit bahan pemikiran.
Tak perlu dijawab, karena tiap orang memiliki jawaban
yang berbeda-beda.




Apa pemersatu mahasiswa?
Tahun lalu, kehancuran ekonomi
ditambah 'dia yang diatas'
mejadi target bersama mahasiswa mahasiswi.

Kalau yang sekarang,
siapa targetnya?
Apa pemicunya?

Mahasiswa-mahasiswa,
terpecah berantakan.

Sebagian PKB,
sebagian PAN,
sebagian PDI-P,
sebagian ICMI,

sebagian sudah don't care,
sisanya netral,
sebagian rindu masa Orba.

Ditambah lagi,
bagaimana stamina mahasiswa sekarang?
Apakah masih beremosi atau
sudah kecapekan?

Kecapekan dalam menunggu kuliah dimulai?
Kecapekan dalam melihat harga barang yang melonjak?
Kecapekan melihat siswa-siswi SMA terus tawuran?

Kecapekan melihat moral sosial sudah begitu menyedihkan,
dimana shabu-shabu bertebaran?
Kecapekan melihat tiap partai bukan bergandengan,
tapi saling menjelek-jelekan?

Kecapekan melihat masa depan yang tidak pasti,
dimana pengangguran sudah double-digit?
Kecapekan melihat yang di atas yang harusnya
reformer ternyata saling berkelahi?

Kecapekan melihat dagelan politik yang tak kunjung selesai?
Ataukah semua kecapekan itu
malah membuat semua orang putus asa,
dan mendukung 'asal status quo?'

Untuk membentuk sebuah gerakan perlu ada pemersatu.
Agar bisa bersatu, perlu satu musuh bersama.
Pertanyaannya; selain kemiskinan, apa lagi musuh
yang semua orang anggap sebagai musuh bersama?

Pertanyaannya juga: siapa yang bisa
mempersatukan gerakan mahasiswa
agar mahasiswa bisa kembali
menjadi ujung tombak reformasi?





>Tampaknya, setelah terjadi banyak perubahan di kalangan
>elit politik, kini saya merasakan waktu yg tepat bagi
>rekan2 mahasiswa khususnya yg di tanah air untuk
>bergerak menyelamatkan reformasi yg sedang berada
>dipersimpangan jalan yg sangat berbahaya.
>
>Mahasiswa memang dari sononya udah terlahir sebagai
>ujung tombak masyarakat. Selamatkan reformasi
>dari tangan2 jahat status quo.
>
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>

Kirim email ke