salam demokrasi,
buat bung Irwan dan kawan yang lain.......saya langsung konkret yaa......
pake tesis bung Irwan aja deh....yang lima itu..
1.Penyadaran hak, pendidikan politik, dan pengenalan masalah saya rasa
memang jalan terus.....
tapi kalo kita bicara operasional, banyak kendala yang bahkan terasa lebih
sulit
dari tahun lalu......misalnya opini umum (yang dengan sengaja diciptakan)
bahwa
mahasiswa ( terutama di tanah air) itu kriminal dan anarkis (dalam konteks
chaos), tukang bikin macet dsb. Ini harus dilawan. Parlemen jalanan bukanlah
"sebab" melainkan "akibat"
mandulnya parlemen "aspal" saat ini. Asli karena ada pemilu tapi palsu
karena penuh manipulasi
dan KKN.
Juga masalah infrastruktur.... mahasiswa semakin terbatas dalam
dana dan energi, tapi saya merasakan semangat yang tinggi dari mereka untuk
terus bersuara. Kawan-kawan mahasiswa setia dengan cita-cita keadilan dan
demokratisasi di
tanah air.Kita lihat aksi-aksi yang terus dilakukan meskipun resikonya
pelor, gas air mata, disemprot atau digebuki babak belur.
Catatan sejak mei 98:
-mahasiswa yang diculik belum kembali!
-korban aparat makin bertambah !
-kekerasan makin meluas!
-KKN makin merajalela!
-ekonomi tetap terpuruk!
2.Siapa yang mengkhianati reformasi?...jelas banyak!!
terutama elit-elit politik oportunis yang sekarang bergenit-genit berebut
kursi
jabatan setelah sedemikian banyak korban telah jatuh.
Mana itu satgas-satgas yang beraneka ragam.....maukah mereka melindungi
mahasiswa?
kalo melindungi calegnya sendiri iya!.....inipun belum termasuk kelompok
yang ngaku-ngaku reformis tapi aslinya pendukung status quo yang mendarah
daging.
3.untuk "jangka sangat pendek" saya ada usul supaya kita bersatu MENENTANG
diundangkannya
RUU KKN ( Keselamatan dan Keamanan Negara) alias KKP ( Keselamatan dan
Keamanan Penguasa )
alias KKKM (Keselamatan dan Keamanan serta Kelanggengan Militerisme ) yang
sangat represif itu!!
Sikap ini bisa berupa pernyataan terbuka baik organisatoris atau perorangan.
Untuk kawan-kawan di luar negeri, kawan-kawan di tanah air saat ini juga
membutuhkan bantuan mendesak
berupa solidaritas moril maupun bantuan materi berupa dana ataupun
infrastruktur lain.
4.Selain kelompok mahasiswa, hendaknya juga pemberdayaan masyarakat.
5.Mahasiswa sudah banyak turun ke jalan , aksi-aksi sporadis juga mulai
meluas
menanggapi masalah-masalah kekerasan (di aceh, timor leste, ambon...dsb),
kasus $oeharto...sampai skandal BB yang jelas-jelas melecehkan penderitaan
rakyat itu. Yang penting mahasiswa harus dapat menjadi pressure group yang
efektif
dalam menyuarakan penderitaan rakyat.
RAKYAT BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN.....
wass.
deddy priadi
----- Original Message -----
From: Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, August 28, 1999 10:08 PM
Subject: Re: Saatnya mahasiswa maju kembali
> Anda sadar nggak, mereka-meraka yang anda sebut sebagai koruptor,
> provokator, dan lain sebangsanya yang menjadikan bangsa dan negara kita
ini
> kacau itu siapa?
>
> Apa anda tahu dan sadar kalau ternyata mereka-mereka itu adalah sebagian
> dari saudara kita, sebagian dari famili kita, sebagian dari kawan kita.
> Bisa nggak anda mengidentifikasi mereka-mereka itu?
>
> Sebaliknya, mereka-mereka yang bisa anda tuding-tuding sebagai biangnya
KKN
> di negara kita ini apa memang anda yakin bahwa mereka KKN? Seberapa besar
> keyakinan anda? Punya bukti kongkrit?
>
> Lalu, kalau semuanya belum begitu yakin, kemudian siapa yang akan
dijadikan
> sasaran perjuangan untuk memperbaiki negeri ini? Kalau mau nembak, lihat
> dulu dong, ada nggak sasarannya, kelihatan nggak sasarannya? Kalau main
> tembak saja terus kena saudara kita, teman kita, famili kita, dan yang
> belum tentu adalah sasaran yang sebenarnya, apa ini tidak akan bikin
perang
> saudara saja?
>
> Banyak cara lain untuk memperjuangkan perbaikan bangsa ini.
>
> Salam,
> Budi
>
> >
> >Irwan:
> >Anda punya usulan yg lebih baik? Silahkan lontarkan di milis ini....:)
> >Atau anda lebih memilih sikap pasrah saja, terserah dah elit politik mau
> bikin
> >apa, rakyat nurut aja. Mau duitnya rakyat dikorupsi, diam saja. Mau
bantuan
> >dunia diselewengkan, diam saja. Mau rakyatnya di daerah2 tertentu pada
> >bunuh2an (atau malah dibunuhin), diam saja. Anak2 balita yg merupakan
> >penerus bangsa pada kekurangan gizi dan bisa mengakibatkan lemah otak,
> >diam saja. Biarkan saja semua itu terjadi, dengan harapan nanti juga baik
> >sendiri. Mudah2an pemerintah nanti bisa sadar.
> >
> >Yang jelas, fakta bicara pemerintahan sekarang yg baru berusia satu
tahun,
> >yang katanya sudah era reformasi, anti KKN, eh malah korupsinya
> >tambah besar dan gila2an.....:(
> >Belum termasuk peristiwa bunuh2an, peredaran senjata, obat2 terlarang,
> >ah....terlalu banyak nanti kalau ditulis satu2.
> >
> >Siapa musuh kita, musuh rakyat?
> >Ya mereka2 itulah yg terus nyusahin rakyat, yang bikin negara ini makin
> >terpuruk,
> >yg ngutil bantuan dunia, yg ngutil duit rakyat, yg menggunakan kekuasaan
> untuk
> >kepentingan pribadi/kelompok ketimbang kepentingan bangsa, yg bisanya
jualin
> >aset2 negara/nasional di satu sisi, dan menggerogotinya disisi lain.
> >Karena itu, coba tanyakan pada diri kita masing2, apakah kalau ini yg
> >diperjuangkan maka akan timbul perang saudara? Paling2 yg nentang
> >adalah mereka2 yg memang selama ini mendapatkan keuntungan dari
> >hasil2 kutilan tersebut, atau dapat untung dari peredaran senjata gelap,
> >peredaran obat2 terlarang, memiliki bisnis karena mendapat keuntungan
> >dari hubungan khusus dengan penguasa, dan sejenis.
> >
> >Tanpa revolusi rakyat pun korban terus berjatuhan bahkan jauh lebih parah
> >karena korban2 ini tidak akan jelas sampai kapan berakhir. Dengan
revolusi
> >rakyat yg tujuan mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat sepenuhnya,
> >maka kejatuhan Indonesia bisa segera dihentikan.
> >
> >Seperti saya katakan dalam 5 butir terdahulu yg intinya, satukan dulu
> >pandangan akan apa yg diperjuangkan. Kalau mereka semuanya
> >kembali ke semangat reformasi yg semula, niscaya tidak akan ada
> >perang saudara. Yang ada adalah perang antara rakyat dan penguasa
> >bejat.
> >
> >Jelas kini, musuh kita adalah para penguasa bejat itu.
> >Apakah anda akan biarkan penguasa bejat itu menggunakan
> >segala macam cara untuk melanggengkan kebejatannya
> >di bumi pertiwi? Bagaimana dengan korban2 yg sudah berjatuhan,
> >dalam memperjuangkan demokrasi di negeri kita, dalam
> >memperjuangkan agar KKN bisa dihentikan
> >
> >Silahkan sampaikan solusi yg menurut anda lebih baik
> >dari hal yg di atas.
> >
> >jabat erat,
> >Irwan Ariston Napitupulu
> >
>