Apa yg sudah saya sampaikan mengenai usulan agar
mahasiswa kembali maju untuk menyelamatkan
perjuangan reformasi yg kini sedang dipersimpangan
yg sangat membahayakan kelangsungan bangsa akibat
ulah elit politik yg tidak mau menerima konsekuensi dari
demokrasi dengan terus berusaha merebut posisi pemerintahan
dari tangan partai pemenang pemilu, partai yg paling
disukai oleh rakyat, tampaknya baru2 ini terjadi suatu
seminar/diskusi di Jakarta yg mempunyai semangat
yang sama.

Silahkan baca langsung di berita selengkapnya.

http://www.suarapembaruan.com/News/1999/08/280899/Politik/po02/po02.html

Lima langkah2 yg saya postingkan kemarin yg menurut
saya perlu diambil oleh rekan2 mahasiswa di tanah air,
akan menyatukan kembali kekuatan mahasiswa yg saat
ini mungkin mulai terpecah. Dengan bersatunya kekuatan
mahasiswa, perjuangan reformasi kita bisa diselamatkan.
Nasib masa depan bangsa bisa dilepas dari cengkraman
para elit politik bejat yg tangannya berlumuran darah,
kantungnya penuh hasil korupsi, dan dibibirnya menyimpan
banyak kebohongan.

Mahasiswa adalah ujung tombak rakyat. Ujung tombak
akan kurang kekuatannya kalau tidak ditopang oleh tubuh
tombak itu sendiri. Bersatunya mahasiswa dan rakyat akan
menjadi kekuatan yg sangat besar. Bila mereka para elit
politik bejat tetap nekat tidak mau mengembalikan kedaulatan
ke rakyat, tampaknya pilihan kita yg terakhir hanya tinggal
melakukan revolusi rakyat.
Negeri ini bukan milik para pejabat bejat, negeri ini milik
200 juta rakyat Indonesia yg terancam masa depannya
akibat ulah dari para pejabat bejat tersebut.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke