>Irwan:
>Oh...yg saya bicarakan kemarin itu adalah para penentu kebijakan
>tingkat atas. Kalau yg kelas teri, ngga masuk hitungan gue.
>Yang perlu di dongkel itu yg gede2nya yg bikin rugi negara
>jutaan bahkan miliaran dolar. Apa ada diantara mereka yg saudara
>atau keluarga anda? Mudah2an tidak, kalau pun iya, saya jadi
>maklum membaca komentar2 anda sebelumnya.
>Yg bikin rusak negara ini ya yang paling puncak itu, sumber masalahnya
>yg harus diberesin. Baru nanti secara bertahap ke bawah.
Budi:
Apa anda yakin bahwa para 'juragan' tsb melakukannya sendiri tanpa
melibatkan para 'teri'? Apa anda tidak tahu bahwa KKN itu sudah jadi
penyakit kronis tidak saja di lingkup para 'juragan' namun juga di sekitar
kehidupan kita sehari-hari yang 'teri' juga ini? Bisa bayangkan nggak kalau
sebut saja 25 ribu rupiah kali 100 juta rakyat yang korupsi di kalikan
setiap hari?
Apa anda yakin bahwa semua orang yang di dekat anda adalah 'bersih'? Apa
anda yakin orang di sekitar anda tidak ada yang 'juragan'? Kalau ada, apa
anda yakin bahwa mereka adalah 'juragan' yang bebas KKN?
Thus, yang bikin rusak negara ini kita semua terlebih para 'juragan' yang
'sakit KKN'.
>Saya yakin mahasiswa masih punya idealisme karenanya saya
>bilang kemarin2 itu mahasiswa ujung tombak masyarakat.
Budi:
Anda mau 'menunggangi' mahasiswa?
Enak sekali anda, cuman 'ngompori' dari belakang sambil sembunyi sementara
mereka mempertaruhkan nyawa.
>Irwan:
>Ya elah Bud, baca lagi deh berita2 nasional yg ada.
>Capek gue nulisnya lagi.
Budi:
Apa yang anda temukan di berita-berita nasional? Apa ada 'juragan' yang
tertangkap dan diadili karena KKN? Soeharto? Andi Ghalib? Bukti banyak,
namun belum bisa menjadikan mereka tersangka KKN. Artinya, belum terbukti
ber-KKN. Lalu yang mana yang KKN? Yang mana yang merusak negara ini? Sebut
pula bukti kongkritnya.
Irwan:
>Inilah susahnya pakai kata revolusi. Yang kebayang adalah pertumpahan
>darah besar2an. Padahal ngga harus begitu.
>Udah tahu khan beda dasar antara reformasi dan revolusi?
>Dulu khan udah pernah di gue tulis dan juga rekan lainnya
>bahas di milis ini. Reformasi itu yg ngelakuin perubahannya
>dari atas, dari pemerintah sendiri. Dan itu yg terjadi selama
>satu tahun ini. Nah, lihat lagi deh apakah perubahan yg dilakukan
>sudah sesuai dengan tuntutan reformasi yg diajukan oleh
>rakyat dalam hal ini melalui ujung tombaknya, mahasiswa?
>Sementara, kalau revolusi itu rakyat yg ngelakuin perubahan
>total. Aparat pemerintahan di non-aktifkan dan diambil alih
>oleh rakyat. Rakyat membentuk komite untuk memimpin
>sementara sambil menetapkan garis2 dasar negara untuk
>berikutnya. Demokrasi ditegakkan. Kemudian rakyat diminta
>memilih pemimpin pemerintahan yg bisa dilakukan lewat pemilu
Budi:
Saya tidak sependapat dengan yang anda tulis di atas ini. Definisi anda tsb
tidak benar menurut saya.
Apa yang telah didiskusikan di milis ini tidak pernah menyimpulkan sesuatu
dan atau disepakati peserta. Dengan demikian, adalah absurd menggunakan
bagian dari diskusi di milis ini sebagai reference.
Salam,
Budi