Anda sadar nggak, mereka-meraka yang anda sebut sebagai koruptor,
provokator, dan lain sebangsanya yang menjadikan bangsa dan negara kita ini
kacau itu siapa?
Apa anda tahu dan sadar kalau ternyata mereka-mereka itu adalah sebagian
dari saudara kita, sebagian dari famili kita, sebagian dari kawan kita.
Bisa nggak anda mengidentifikasi mereka-mereka itu?
Sebaliknya, mereka-mereka yang bisa anda tuding-tuding sebagai biangnya KKN
di negara kita ini apa memang anda yakin bahwa mereka KKN? Seberapa besar
keyakinan anda? Punya bukti kongkrit?
Lalu, kalau semuanya belum begitu yakin, kemudian siapa yang akan dijadikan
sasaran perjuangan untuk memperbaiki negeri ini? Kalau mau nembak, lihat
dulu dong, ada nggak sasarannya, kelihatan nggak sasarannya? Kalau main
tembak saja terus kena saudara kita, teman kita, famili kita, dan yang
belum tentu adalah sasaran yang sebenarnya, apa ini tidak akan bikin perang
saudara saja?
Banyak cara lain untuk memperjuangkan perbaikan bangsa ini.
Salam,
Budi
>
>Irwan:
>Anda punya usulan yg lebih baik? Silahkan lontarkan di milis ini....:)
>Atau anda lebih memilih sikap pasrah saja, terserah dah elit politik mau
bikin
>apa, rakyat nurut aja. Mau duitnya rakyat dikorupsi, diam saja. Mau bantuan
>dunia diselewengkan, diam saja. Mau rakyatnya di daerah2 tertentu pada
>bunuh2an (atau malah dibunuhin), diam saja. Anak2 balita yg merupakan
>penerus bangsa pada kekurangan gizi dan bisa mengakibatkan lemah otak,
>diam saja. Biarkan saja semua itu terjadi, dengan harapan nanti juga baik
>sendiri. Mudah2an pemerintah nanti bisa sadar.
>
>Yang jelas, fakta bicara pemerintahan sekarang yg baru berusia satu tahun,
>yang katanya sudah era reformasi, anti KKN, eh malah korupsinya
>tambah besar dan gila2an.....:(
>Belum termasuk peristiwa bunuh2an, peredaran senjata, obat2 terlarang,
>ah....terlalu banyak nanti kalau ditulis satu2.
>
>Siapa musuh kita, musuh rakyat?
>Ya mereka2 itulah yg terus nyusahin rakyat, yang bikin negara ini makin
>terpuruk,
>yg ngutil bantuan dunia, yg ngutil duit rakyat, yg menggunakan kekuasaan
untuk
>kepentingan pribadi/kelompok ketimbang kepentingan bangsa, yg bisanya jualin
>aset2 negara/nasional di satu sisi, dan menggerogotinya disisi lain.
>Karena itu, coba tanyakan pada diri kita masing2, apakah kalau ini yg
>diperjuangkan maka akan timbul perang saudara? Paling2 yg nentang
>adalah mereka2 yg memang selama ini mendapatkan keuntungan dari
>hasil2 kutilan tersebut, atau dapat untung dari peredaran senjata gelap,
>peredaran obat2 terlarang, memiliki bisnis karena mendapat keuntungan
>dari hubungan khusus dengan penguasa, dan sejenis.
>
>Tanpa revolusi rakyat pun korban terus berjatuhan bahkan jauh lebih parah
>karena korban2 ini tidak akan jelas sampai kapan berakhir. Dengan revolusi
>rakyat yg tujuan mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat sepenuhnya,
>maka kejatuhan Indonesia bisa segera dihentikan.
>
>Seperti saya katakan dalam 5 butir terdahulu yg intinya, satukan dulu
>pandangan akan apa yg diperjuangkan. Kalau mereka semuanya
>kembali ke semangat reformasi yg semula, niscaya tidak akan ada
>perang saudara. Yang ada adalah perang antara rakyat dan penguasa
>bejat.
>
>Jelas kini, musuh kita adalah para penguasa bejat itu.
>Apakah anda akan biarkan penguasa bejat itu menggunakan
>segala macam cara untuk melanggengkan kebejatannya
>di bumi pertiwi? Bagaimana dengan korban2 yg sudah berjatuhan,
>dalam memperjuangkan demokrasi di negeri kita, dalam
>memperjuangkan agar KKN bisa dihentikan
>
>Silahkan sampaikan solusi yg menurut anda lebih baik
>dari hal yg di atas.
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>