Wow..., semangat amat...!
Musuh kongkritnya siapa sih?
Teman sendiri? Saudara sendiri? Famili sendiri? Keluarga sendiri?
Mau bikin perang saudara?
Ini malah bisa lebih parah dibandingin dengan perkelahian pelajar dan kasus
Ambon.

Be wise man....

Salam,
Budi


At 09:24 AM 8/28/99 -0400, you wrote:
>Apa yg sudah saya sampaikan mengenai usulan agar
>mahasiswa kembali maju untuk menyelamatkan
>perjuangan reformasi yg kini sedang dipersimpangan
>yg sangat membahayakan kelangsungan bangsa akibat
>ulah elit politik yg tidak mau menerima konsekuensi dari
>demokrasi dengan terus berusaha merebut posisi pemerintahan
>dari tangan partai pemenang pemilu, partai yg paling
>disukai oleh rakyat, tampaknya baru2 ini terjadi suatu
>seminar/diskusi di Jakarta yg mempunyai semangat
>yang sama.
>
>Silahkan baca langsung di berita selengkapnya.
>
>http://www.suarapembaruan.com/News/1999/08/280899/Politik/po02/po02.html
>
>Lima langkah2 yg saya postingkan kemarin yg menurut
>saya perlu diambil oleh rekan2 mahasiswa di tanah air,
>akan menyatukan kembali kekuatan mahasiswa yg saat
>ini mungkin mulai terpecah. Dengan bersatunya kekuatan
>mahasiswa, perjuangan reformasi kita bisa diselamatkan.
>Nasib masa depan bangsa bisa dilepas dari cengkraman
>para elit politik bejat yg tangannya berlumuran darah,
>kantungnya penuh hasil korupsi, dan dibibirnya menyimpan
>banyak kebohongan.
>
>Mahasiswa adalah ujung tombak rakyat. Ujung tombak
>akan kurang kekuatannya kalau tidak ditopang oleh tubuh
>tombak itu sendiri. Bersatunya mahasiswa dan rakyat akan
>menjadi kekuatan yg sangat besar. Bila mereka para elit
>politik bejat tetap nekat tidak mau mengembalikan kedaulatan
>ke rakyat, tampaknya pilihan kita yg terakhir hanya tinggal
>melakukan revolusi rakyat.
>Negeri ini bukan milik para pejabat bejat, negeri ini milik
>200 juta rakyat Indonesia yg terancam masa depannya
>akibat ulah dari para pejabat bejat tersebut.
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>

Kirim email ke