In a message dated 8/27/99 3:18:57 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Saya setuju !
> Ada saran/ide bagaimana caranya ?
>
> Faran
Irwan:
Berikut ini yg ada dibenak saya.
1.Masing2 kelompok mahasiswa melakukan konsolidasi
ke dalam. Analisa dan lihat kembali sudah sampak sejauh
mana cita2 reformasi sudah dicapai sejak Mei 1998.
2.Lihat kembali siapa2 saja yg sudah menghianati gerakan
reformasi.
3.Samakan persepsi akan apa yg harus diperjuangka berikutnya.
4.Setelah tiga hal diatas bisa dicapai, maka mulai jalin
kerjasama dengan kelompok2 mahasiswa lainnya. Proses
1-3 berulang kembali.
5.Setelah tercapai kesepakatan akan apa yg akan diperjuangkan,
barulah kemudian apa yg terjadi bulan Maret-Mei tahun lalu
dilakukan kembali.
Bila memang sangat mendesak dan diperlukan, revolusi rakyat
mungkin jalan terakhir yg perlu dipertimbangkan. Intinya,
selamatkan masa depan bangsa dari tangan orang2 najis
yg tangannya berlumuran darah, kantungnya penuh uang korupsi,
dan dibibirnya banyak tersimpan kebohongan.
Memang, dengan revolusi rakyat terbuka kemungkinan adanya
korban yg jatuh. Tapi itu jauh lebih baik dari pada membiarkan
negeri ini kembali ke jaman orba karena bukan hanya korban
yg kelak berjatuhan, malah harga nusantara ini pun ikut amblas
digrogoti mereka. Akhirnya rakyat hanya mendapatkan derita
yg berkepanjangan saja. Lebih baik rakyat sekarang mengambil
kesempatan yg ada dari pilihan yg memang bisa dibilang sangat
sedikit.
Demokrasi harus ditegakkan dengan konsisten dan
kedaulatan tertinggi harus dikembalikan sepenuhnya kepada rakyat.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu