Tentu saja Abbas Amin yagn dungu kayak anjing itu tidak bisa membantah apa yagn saya katakan, lalu dia mempertontonkan otaknya yagn sudah dirusak oleh ajaran agama najis Islam ity hingga jadi busuk, nista lagi menjijikkan...
Saya ulang menyampikan apa yang saya tulis dan yang tidak bisa dibantahnya itu.. -- Agama Islam itu agama najis, Abbas Amin, agama yang merendahkan dan menindas perempuan.. Agama nista yang menjijikkan. Perempuan Islam itu didunia hakekatnya cuman sekedar pelengkap penderita laki-laki, sekedar lobang buat dientoin suaminya dan di akhiratpun perempuan diriwayatkakn banyakan masuk neraka. Kalau ada perempuan Islam yang masuak sorgan juga cuma bisa melongo abadi, karena disaingi 72 bidadari perawan abadi... Dan nabi bandit Muhamamd yang diriwayatkan bertabiat nista lagi menjijikkan serta tukang entotin bocah cilik berumut 9 tahun yang juga kepala gerombolan perampok dan penyamun serta pemimpin pembantaian orang Yahudi di Yathrib diriwayatkan bilang otak perempuan itu lemah... Agama Islam itu adalah agama najis Abbas Amin. Agama yang menjijikkan. Dan cuman disusun orang Arab primitif untuk penduduk Makkah dan daerah sekitarnya yagn bisa berbahasa Arab. Dan bukan untuk anda, Abbas Amin. Bukan untuk berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia yagn punya bahasanya sendiri-sendiri. Dan anda tahu semua ini, karena kafir disini telah sejak bertahun-tahun menjelaskan semuanya. --- In [email protected], "Abbas" <abas_amin08@...> wrote: > > Ooooo ......... Oooh ......... O Oh...... O oh....... > Swiiiiit ............ sejak kapan kau jadi anaak buahnya muskitawati ? > > > --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote: > > > > > > > > Agama Islam itu agama najis, Abbas Amin, agama yang merendahkan dan > > menindas perempuan.. > > > > Agama nista yang menjijikkan. > > > > Perempuan Islam itu didunia hakekatnya cuman sekedar pelengkap penderita > > laki-laki, sekedar lobang buat dientoin suaminya dan di akhiratpun > > perempuan diriwayatkakn banyakan masuk neraka. > > > > Kalau ada perempuan Islam yang masuak sorgan juga cuma bisa melongo abadi, > > karena disaingi 72 bidadari perawan abadi... > > > > Dan nabi bandit Muhamamd yang diriwayatkan bertabiat nista lagi menjijikkan > > serta tukang entotin bocah cilik berumut 9 tahun yang juga kepala > > gerombolan perampok dan penyamun serta pemimpin pembantaian orang Yahudi > > di Yathrib diriwayatkan bilang otak perempuan itu lemah... > > > > Agama Islam itu adalah agama najis Abbas Amin. > > > > Agama yang menjijikkan. > > > > Dan cuman disusun orang Arab primitif untuk penduduk Makkah dan daerah > > sekitarnya yagn bisa berbahasa Arab. > > > > Dan bukan untuk anda, Abbas Amin. > > > > Bukan untuk berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia yagn punya bahasanya > > sendiri-sendiri. > > > > Dan anda tahu semua ini, karena kafir disini telah sejak bertahun-tahun > > menjelaskan semuanya. > > > > > > --- In [email protected], "Abbas" <abas_amin08@> wrote: > > > > > > Biasaaa ......... namanya juga IBLIS ! dalam setiap kesempatan ingin > > > memfitnah Islam; ingin menghancurkan Islam. > > > Yang tak ada hubungan apapun; sengaja di COCOK2an supaya ada hubungan. > > > UJUNGNYA nembak ISLAM ! > > > Inilah perbuatan IBLIS memang. > > > > > > > > > --- In [email protected], Musik hari Ini <musikhariini@> wrote: > > > > > > > > Apa yang mesti diwaspadain jelas tokoh Kartini ini diciptakan Oleh > > > > penjajah Belanda > > > > Dalam > > > > sebuah tulisan ada pendapat bahwa Kartini > > > > sengaja dimajukan oleh orang-orang Belanda sebagai tokoh kunci pejuang > > > > emansipasi perempuan.tokoh sosialisme, H.H. van Kol, > > > > dan penganjur politik etis, C.Th. van Deventer, adalah orang-orang yang > > > > berada di belakang layar. Satu lagi tokoh kolonial yang turut berperan > > > > adalah Snouck Hurgronje. Banyak disebut, pakar Islam dan penasihat > > > > pemerintah Hindia Belanda ini mendorong J.H. Abendanon untuk > > > > âmemperhatikanâ Kartini. > > > > > > > > Contohnya saja, pada dekade 1980-an, guru besar Universitas Indonesia, > > > > Prof. Dr. Harsya W. Bachtiar dalam tulisannya âKartini dan Peranan > > > > Wanita dalam Masyarakat Kitaâ di buku Satu Abad Kartini mengemukakan > > > > bahwa kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di > > > > Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak menciptakan sendiri > > > > lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya. > > > > Intinya, ia menggugat pengkultusan Kartini sebagai pahlawan nasional > > > > Indonesia. Lalu, pada 9 April 2009, sejarawan Persis, Tiar Anwar > > > > Bachtiar juga mengungkapkan hal senada. Dalam artikelnya âMengapa > > > > Harus > > > > Kartini?â > > > > > > > > Lalu di manakah posisi tokoh perempuan lainnya saat itu? Ke mana > > > > nama-nama seperti Tjoet Tjak Dhien, Dewi Sartika, Christina Marta > > > > Tiahahu, Rohana Kudus, RAA Lasminigrat, Malahayati, dan para pejuang > > > > perempuan lainnya yang hidup semasa Kartini? Bukankah praktik > > > > perjuangan mereka lebih nyata dibandingkan Kartini? Tjoet Tjak Dhien > > > > (1848-1908) > > > > hingga akhir hayatnya tetap melawan Belanda. Dewi Sartika (1884-1947) > > > > berhasil mendirikan sekolah di Bandung dan luar Bandung pada 1910, > > > > meski awalnya permohonannya kepada pemerintah ditolak lantaran ayahnya > > > > tidak > > > > loyal kepada pemerintah. Rohana Kudus (1884-1972) juga mendirikan > > > > beberapa sekolah di kampung halamannya, Padang. Ia juga merupakan > > > > wartawati pertama di Indonesia. Selain itu, Rohana adalah penentang > > > > keras poligami. âPoligami itu harus dilarang. Poligami itu merugikan > > > > perempuan!â tulis Rohana di Soenting Melajoe (1912). RAA Lasminingrat > > > > (1843-1948) asal Garut merupakan pengarang yang luar biasa. Bukunya > > > > pernah dicetak sebanyak 6.015 eksemplar pada 1875. Ia konsentrasi pada > > > > kemajuan pendidikan perempuan Sunda. Ia berhasil mendirikan sekolah > > > > Keutamaan Istri di ruang gamelan Pendopo Kabupaten Garut pada 1907. > > > > Saat Dewi Sartika kesulitan mendapat ijin mendirikan sekolah, > > > > Lasminingrat > > > > turut mendukung dengan cara membujuk bupati Bandung. Yang miris, RAA > > > > Lasminingrat dan Rohana Kudus hingga kini belum diangkat sebagai > > > > Pahlawan Nasional, dan perjuangannya nyaris luput dari perhatian publik. > > > > > > > > Selama ini, umum memahami kalau yang disebut > > > > pahlawan adalah mereka yang menentang kekuasaan kolonial. > > > > > > > > Tapi Kartini pada > > > > pemikirannya, tak ada upaya tentang perlawanan itu. Kartini bahkan > > > > cendrung toleran terhadap Belanda. Kartini sepertinya cuma > > > > berbicara sebatas ruang lingkup Jawa saja, tidak pernah menyinggung > > > > suku bangsa lain di Indonesia > > > > > > > > Pertanyaannya kemudian, apakah tokoh-tokoh ini sengaja ditenggelamkan? > > > > Ada dugaan kalau Snouck sengaja mendorong nama Kartini sebagai semacam > > > > âtamengâ bagi nama-nama tokoh perempuan lain yang lebih progresif > > > > pada > > > > masa itu. Ia membentuk penokohan Kartini yang seorang muslim dan Jawa > > > > sebagai ikon perjuangan perempuan di tanah Hindia Belanda. Ia berusaha > > > > menutupi perjuangan perempuan lain yang jelas-jelas antikolonialisme > > > > dan menentang pemerintah penjajah. Dengan kata lain, Belanda tak ingin > > > > generasi perempuan selanjutnya kenal dan mengagumi tokoh-tokoh > > > > perempuan yang lebih intens menentang kolonialisme. Apakah pemerintah > > > > kolonial > > > > sengaja membatasi pemberitaan tentang perjuangan-perjuangan mereka > > > > dulu? Entahlah, tapi jika kita berkaca pada minimnya catatan sejarah > > > > tentang > > > > mereka, kita patut menduga demikian. Mungkin inilah yang dinamakan: > > > > cerita orang-orang âkalahâ karena sudah memberontak, kalau tidak > > > > mau > > > > âkalahâ, jangan memberontak. > > > > > > > > Betul Kartini menyadari. betapa tertinggalnya pendidikan kaum perempuan > > > > di > > > > negerinya. Ia juga berencana mengikuti Sekolah Guru di Belanda. > > > > Beasiswa dari Pemerintah Belanda pun telah berhasil diperolehnya. Tapi, > > > > ia mesti menguburnya dalam-dalam keinginannya itu, karena tidak > > > > mendapat ijin > > > > dari ayahnya. Ada yang unik setelah Kartini gagal pergi ke Belanda. > > > > Beasiswa yang didapatnya ini lalu ia alihkan kepada Agus Salim, tokoh > > > > pergerakan nasional asal Sumatra Barat. Kartini tahu, Agus Salim yang > > > > usianya lebih muda 5 tahun di bawah dia, merupakan pemuda yang cerdas. > > > > Pada 1903, Agus Salim lulus dari HBS (Hogere Burgerschool) dalam usia > > > > 19 tahun sebagai lulusan terbaik di tiga kota, Jakarta, Surabaya, dan > > > > Semarang. Dengan prestasi ini, Agus Salim berharap pemerintah > > > > mengabulkan permintaan beasiswanya untuk melanjutkan sekolah ke > > > > Belanda. Tapi permintaan itu ditolak. Saat Pemerintah Belanda > > > > menyetujui maksud > > > > Kartini, Agus Salim justru menolaknya. Ia beranggapan bahwa pemberian > > > > beasiswa tersebut atas dasar ârasa kasihanâ, bukan kecerdasannya. > > > > Agus > > > > Salim juga tersinggung dengan pemerintah kolonial yang diskriminatif. > > > > > > > > Sedangkan sahabat nya Rosa Manuela > > > > Abendanon-Mandri. Ia merupakan istri dari J.H. Abendanon, seorang > > > > pejabat Belanda yang dikirim ke Hindia Belanda untuk menjalankan > > > > kebijakan politik etis. J.H. Abendanon dalam perjalanan karirnya > > > > diangkat menjadi menjadi Direktur Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan > > > > Hindia Belanda. Dengan Rosa Abendanon inilah Kartini aktif mencurahkan > > > > isi hatinya lewat surat. Keluarga Abendanon sendiri tinggal di Batavia. > > > > > > > > Penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar nasional untuk > > > > memaknai perjuangannya dalam melepaskan belenggu kaum perempuan, > > > > seperti pendidikan dan persamaan hak, menimbulkan pertanyaan tentang > > > > mengapa > > > > hanya Kartini yang dipilih sebagai tokoh sentral. Hal ini bisa sedikit > > > > terungkap jika kita lihat asal muasalnya. Nama Kartini sendiri muncul > > > > setelah J.H. Abendanon mengumpulkan surat-suratnya, dan dibukukan > > > > dengan judul Door Duisternis tot Licht (Dari Kegelapan Menuju Cahaya). > > > > Buku > > > > yang mengalami enam kali cetak ini diterbitkan pada 1911 atau tujuh > > > > tahun setelah Kartini wafat. Sebelum J.H. Abendanon menerbitkan buku > > > > ini, namanya hampir tidak dikenal oleh orang-orang Indonesia di luar > > > > lingkungan Kartini sendiri. > > > > > > > > Dalam bahasa Inggris, surat-surat Kartini diterjemahkan oleh Agnes L > > > > Symmers, dengan judul Letters of a Javanese Princess. Pada 1922, edisi > > > > bahasa Melayunya terbit dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang; > > > > Boeah Pikiran. Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka. Armijn Pane, > > > > tokoh > > > > Pujangga Baru, tercatat sebagai salah seorang penerjemahnya. Selain > > > > itu, surat-surat Kartini juga diterjemahkan dalam bahasa Jawa, Sunda, > > > > dan > > > > Arab. Tepat dua tahun setelah penerbitan Door Duisternis tot Licht, > > > > dibangun sejumlah sekolah di Jawa Tengah atas inisiatif pengumpulan > > > > dana oleh sahabatnya, Hilda de Booy-Boissevain. Setahun kemudian, 27 > > > > Juni > > > > 1913, berdiri Komite Kartini Fonds yang dipimpin tokoh pemrakarsa > > > > politik etis, C.Th. van Deventer. Lalu yayasan ini berhasil mendirikan > > > > Sekolah Kartini di berbagai kota, seperti Surabaya, Yogyakarta Malang > > > > Madiun, Cirebon, dan daerah lainnya. Besarnya perhatian terhadap > > > > Kartini, disebabkan karena orang-orang Belanda ini kagum dengan > > > > pemikiran-pemikiran Kartini, yang mereka sebut, melampaui jamannya. > > > > > > > > Dari beberapa informasi, kita dapat menyimpulkan empat kontroversi > > > > mengenai > > > > sosok Kartini yang menjadikannya âlemahâ. Pertama, ada dugaan bahwa > > > > pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya terlebih dahulu > > > > direkayasa J.H. Abendanon. Beberapa kalangan meragukan, karena hingga > > > > saat ini naskah asli surat-surat Kartini tidak diketahui keberadaannya. > > > > Kita hanya disuguhkan naskah surat yang sudah dalam bentuk buku. Tidak > > > > ada koreksi lagi terhadap naskah aslinya. Beberapa yang lainnya > > > > bertanya, bagaimana mungkin seorang gadis usia belasan dapat menulis > > > > kalimat seindah surat-surat itu? Mungkinkah J.H. Abendanon memanfaatkan > > > > surat-surat Kartini demi kepentingan politik etis yang sedang gencar > > > > dikampanyekan pada masa itu? Mengingat ia adalah salah seorang pejabat > > > > yang ditugaskan Belanda untuk menjalankan politik etis dan kedudukannya > > > > sebagai Direktur Kebudayaan, Ibadah, dan Kerajinan Hindia Belanda. > > > > > > > > Kedua, > > > > Kartini tidak secara teguh berdiri pada pendiriannya. Ia dianggap > > > > kurang konsisten memperjuangkan pemikirannya pada nasib perempuan Jawa. > > > > Di surat-suratnya, ia mengkritik, mengeluhkan, dan menggugat tradisi > > > > Jawa dan Islam yang banyak mengekang perempuan, seperti dilarang sekolah > > > > tinggi, dipingit, dan dipoligami. Namun, kenyataannya berbanding > > > > terbalik dengan pemikirannya. Nyatanya ia menerima dinikahkan dengan > > > > seorang bupati Rembang yang sudah memiliki tiga orang istri. Perubahan > > > > sikapnya terhadap pernikahan juga terjadi setelah pernikahan ini. Ia > > > > terkesan menjadi âlembekâ. Kartini menganggap, pernikahan akan > > > > membawa > > > > keuntungan dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi perempuan > > > > pribumi. Ketiga, tidak ada bukti yang menegaskan perlawanan Kartini > > > > terhadap penjajah Belanda. > > > > > > > > > > > > Pemerintah Indonesia sendiri akhirnya menetapkan hari lahir Kartini, 21 > > > > April, sebagai hari besar nasional dengan nama Hari Kartini melalui > > > > Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964 tertanggal 2 > > > > Mei 1964. Pada tanggal tersebut, Kartini juga ditetapkan sebagai > > > > Pahlawan Nasional. Saya curiga, jangan-jangan penetapan Hari Kartini > > > > ini lahir dari ide pribadi Soekarno dalam membangkitkan spirit kaum > > > > perempuan untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan yang sedang > > > > gencar-gencarnya di tahun 1960-an. Kemungkinan besar Soekarno memilih > > > > Kartini karena pemikiran-pemikirannya lebih terdokumentasi dibandingkan > > > > dengan tokoh perempuan lain. Dan, ini bersinggungan lagi pada usaha > > > > orang-orang Belanda memunculkan Kartini lewat buku kumpulan > > > > surat-suratnya, Door Duisternis tot Licht. > > > > > > > > Penetapan Hari Kartini > > > > cenderung mengkultuskan Kartini sebagai seorang pejuang perempuan. > > > > Padahal, masih banyak sosok perempuan lain yang lebih dari Kartini. > > > > Tulisan ini bukan ditujukan untuk menggugat sosok Kartini sebagai > > > > seorang Pahlawan Nasional. Tapi lebih kepada wacana kritis untuk > > > > mengangkat sejarah yang sedikit âterselubungâ. Terlepas dari semua > > > > itu, > > > > kita mesti mengakui jasa-jasa Kartini sebagai seorang pejuang perempuan. > > > > Namun, jika kita berkaca pada perjalanan sejarahnya, kita juga perlu > > > > untuk mempertanyakan satu hal: jangan-jangan Kartini memang bagian dari > > > > proyek kolonial? Bisa jadi begitu! > > > > > > > > (Disadur bebas dari beberapa sumber) > > > > > > > > > > > > ________________________________ > > > > From: muskitawati <muskitawati@> > > > > To: [email protected] > > > > Sent: Sunday, April 22, 2012 2:07 PM > > > > Subject: [proletar] Waspada, Islam Memalsukan Ajaran RA Kartini !!! > > > > > > > > > > > >  > > > > Waspada, Islam Memalsukan Ajaran RA Kartini !!! > > > > > > > > Cita2 Kartini bertentangan dan berlawanan dengan tujuan ajaran Islam > > > > dalam memaksakan tegaknya Syariah Islam !!! > > > > > > > > Satu point penting yang tidak bisa dipalsukan adalah tujuan dan cita2 > > > > RA Kartini adalah membebaskan wanita bangsanya dari tradisi agama Islam > > > > yang menjajah dan mendiskriminasi wanita. > > > > > > > > Begitu besarnya pengaruh ajaran RA Kartini terhadap bangsa ini telah > > > > mendorong kelompok2 Islam merasa perlu dan penting untuk menambah, > > > > merubah, dan memalsu ajaran RA Kartini ini agar bisa disejalankan > > > > dengan ajaran agama Islam. > > > > > > > > Kalo anda baca tulisan ibu kita Kartini dalam bukunya habis gelap > > > > terbitlah terang, beliau menyatakan pemikirannya yang begitu gemilang > > > > sehingga dinobatkan oleh Bung Karno sebagai teladan wanita Indonesia, > > > > sebagai pahlawan wanita bangsa Indonesia, sebagai pahlawan yang > > > > membebaskan wanita Indonesia dari penjara diskriminasi wanita Islam > > > > untuk meraih hak kesetaraan gender bagi semua wanita di Indonesia: > > > > > > > > --------------------------- > > > > http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/21/m2tzam-perjalanan-spiritual-seorang-ra-kartini > > > > > > > > Kartini berkata: Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa > > > > asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella? > > > > > > > > RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal > > > > 15 Agustus 1902 yang dikirim ke Ny Abendanon. > > > > > > > > Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa > > > > perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar > > > > menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku > > > > mengerti artinya. > > > > --------------------------- > > > > > > > > Kesimpulan pemikiran Kartini sangat jelas, bahwa janganlah kita > > > > melakukan hal2 yang sama sekali tidak ada manfaatnya, buang2 waktu baca > > > > alQuran hanyalah sia2, biarpun pandai menghafal alQuran ternyata tidak > > > > berguna untuk bisa mendapat lapangan kerja, tidak berguna untuk bisa > > > > membuat mobil, membuat pesawat terbang. > > > > > > > > Kartini menunjuk kesetaraan gender berarti wanita dan laki2 bebas > > > > memilih lapangan kerja yang dirasa mampu bersaing baik terhadap laki2 > > > > maupun sesama wanita. > > > > > > > > Lebih lanjut bisa dijelaskan, bahwa bagi Kartini lebih baik menjadi > > > > orang yang baik daripada menjadi orang beragama, daripada menjadi > > > > muslimin yang mengerti ajaran dan arti AlQuran dengan kewajibannya > > > > untuk berjihad membantai sesama muslimin, sesama bangsanya, dan > > > > membantai mereka yang menolak menyembah Allah. > > > > > > > > Jadi koran Republika yang berdakwah untuk Islamisasi menambahkan dan > > > > memalsukan isi pemikiran ibu kita Kartini yang dikatakannya bahwa > > > > menjelang sebelum ajalnya menjemput beliau diberitahukan arti dari isi > > > > AlQuran sehingga kemudian beliau berbalik menjadi tertarik kepada Islam > > > > dan mencemohkan teman2nya di Eropah. > > > > > > > > http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/12/04/22/m2tq3f-inilah-hakikat-sebenarnya-dari-emansipasi-kartini > > > > > > > > Jelas apa yang ditambahkan dan dipalsukan oleh Republika se-mata2 untuk > > > > memoles pemikiran Kartini menjadi se-olah2 pemikiran Islam, bahkan > > > > koran Republika menyatakan judul buku yang ditulis Kartini: "Habis > > > > Gelap Terbitlah Terang" berasal dari AlQuran Ayat 257 Surat Al Baqarah: > > > > "minadz-dzulumati ilannur" dalam Ayat Alquran, kata ini hakikatnya > > > > bermakna "dari gelap menuju cahaya". > > > > > > > > Jadi penambahan, pemalsuan dan pemutar balikkan ajaran RA Kartini telah > > > > dilakukan kelompok2 Islam di Indonesia dengan tujuan kembali > > > > memenjarakan wanita atau perempuan Indonesia kedalam masa lalu > > > > kebiadaban dizaman nabi Muhammad !!! > > > > > > > > Saya mohon para pembaca mewaspadai pemalsuan yang dilakukan kelompok2 > > > > Islam di Indonesia ini yang telah menodai ajaran mulia cita2 ibu kita > > > > Kartini dalam membebaskan wanita bangsanya. > > > > > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
