Ysh Mas Tatok Yahya (TY) Saya mau sedikit menanggapi soal subsidi dan city size:
1. TY : ...kalo terlalu kecil akan menyebabkan subsidi untuk transport, air minum dll menjadi besar, klo terlalu besar maka kemampuan manajemennya juga menjadi pertanyaan. BTS : Dari catatan APBD kota-kota kecil, tak pernah ada subsidi untuk transportasi, air minum, dll. Karena nggak ada subsidi, maka kebutuhan masyarakat itu disubtitusi oleh swasta dengan tarif yang ditentukan oleh pemda dalam bentuk peraturan kepala daerah. Justru kota besar seperti Jakarta ini malah ada subsidi bagi transportasi lebih dari Rp 100 milyar per tahun untuk TransJakarta maupun PPD. 2. TY : ...pada saat itu ukuran kota kecil adalah antara 20 000 sampai 100 000 penduduk, katanya batasan2 inilah yang digunakan, didukung dengan empiris, BTS : Saya belum temukan ada kajian empiris tentang ukuran kota kecil antara 20.000 sampai 100.000 penduduk. Selama ini (1990-2000) ada pengertian bahwa Kota kecil berpenduduk < 100 ribu; Kota Sedang berpenduduk : > 100 ribu dan < 500 ribu; Kota Besar berpenduduk > 500 ribu dan < 1 juta; sedangkan Kota Metro berpenduduk > 1 juta. Penentuan ukuran-ukuran kota ini sepertinya ditentukan begitu saja, tanpa ada dokumen akademis (mungkin dokumennya hilang). Saya sendiri pernah melakukan penelitian pengelompokan kota-kota dengan cara "clustering" dengan data Sensus 2000. Saya temukan bahwa Kota Kecil berpenduduk <200 ribu; Kota Sedang berpenduduk >200 ribu dan < 700 ribu; Kota Besar dan Metro berpenduduk > 700 ribu. Thanks. CU. BTS. ----- Original Message ----- From: tatok yahya To: [email protected] Sent: Thursday, April 26, 2007 5:17 PM Subject: Re: [referensi] Re: Perumahan The Urban Poor (4) Belok Ke Strategi ....... Maturnuwun kangmas bspriyo ingkang sampun kerso tanggap wacana. sepertinya disini gabungan pengembangan kota dengan pengembangan perumahan, nah konsep yang saya denger dari sumbernya tentang besarannya menganut prinsip threshold analysis. kalo terlalu kecil akan menyebabkan subsidi untuk transport, air minum dll menjadi besar, klo terlalu besar maka kemampuan manajemennya juga menjadi pertanyaan, lalu berapa besarnya? kata sumber. karena yang alatnya adalah threshold analysis, maka satuan untuk ngukurnya bukan luas (ha), tetapi jumlah penduduk yang dapat ditampung, klo bangunan vertikal, dan horizontal kan hetungannya lain (luasnya). pada saat itu ukuran kota kecil adalah antara 20 000 sampai 100 000 penduduk, katanya batasan2 inilah yang digunakan, didukung dengan empiris, bahwa klo perumahan baru dan sedikit terisolasi, angkot, warung, termasuk wartel/net baru mau buka/melayani masyarakat kalau sudah mencapai 600-1000 unit rumah, sebelum mencapai itu ya ojek dan beca saja, nasi gorengpun enggan masuk. Visit Your Group Search Ads Get new customers. List your web site in Yahoo! Search. Y! Messenger Group get-together Host a free online conference on IM. Yahoo! Mail Get on board You're invited to try the all-new Mail Beta. .

