Mas Abimanyu dan referensiers yth,
Terima kasih atas tanggapannya, terutama mengingatkan pada norma-norma yang
memang harus kita pegang. 'Ekonomi' hanya bahasa, tetapi sebetulnya saya
melihat ekonomi ini juga bisa sebagai alat untuk 'memprediksi'. Sebagai planner
tidak merencana berdasarkan standar permukiman semata, tetapi mesti tahu juga
ke arah mana kota/permukiman akan berkembang, atau yang mana akan tumbuh pesat,
yang mana akan begitu-begitu saja, diintervensi sekalipun. Selain kemana juga
kegiatan apa yang cenderung berkembang pesat, mana yang lambat.
Di antara berbagai faktor, maka motif dan variabel ekonomi lah yang boleh
dikata relatif paling konsisten, berlaku umum. Motif-motif lain sangat spesifik
lokal, atau komunitas, dan tergantung situasi pula. Ibarat memahami aliran air,
maka 'aliran' ekonomi inilah yang dari pengamatan paling konsisten. Sehingga
apakah kita akan mendukung trend itu, atau sebaliknya mengendalikannya, tetapi
pemahaman atas kemana air itu mengalir, seberapa kuat akan tetap diperlukan.
Faktor-faktor atau motif lain biasanya akan mengikuti, atau mengoreksi motif
ekonomi tersebut.
Sekali lagi, saya setuju dengan anda, dengan dasar norma-norma yang kita
anut, apakah pro-poor, penciptaan lapangan kerja, sustainable development - itu
jadi dasar untuk intervensi. Tetapi dengan lebih memahami apa yang akan
diintervensi kiranya akan efektif.
Thanks,
Risfan Munir
ecoplano
abimanyu takdir alamsyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Risfan dan referensiers ysh,
Memang di negeri asal town and country planning, sejak tahun 1950-60-an planer
semakin menyadari bahwa agar dapat diterapkan, produk rencana kotanya perlu
mengikuti bahasa policy maker. Bahkan "cetak biru" rencana kota bisa tidak
diperlukan, diganti oleh rencana investasi dll. Karena pemerintah mereka tidak
lagi memiliki dana pembangunan fisik yang memadai maka partner swasta menjadi
dominan, terutama dalam "membangun kota baru", yang bukan solusi terhadap
kota lama namun justru menjadi masalah baru.
Artinya "bahasa ekonomi" perlu digunakan sebagai terjemahan konsep yang akan
dapat diterima oleh pemberi persetujuan (public & partners yang berkepentingan
dalam jangka pendek). Seperti juga perlunya terjemahannya ke aspek praktis
sehari-hari berkaitan denan kepentingan masyarakat perlu dilakukan sebagai alat
komunikasi, agar masyarakat awam mampu memahami dan dapat berpartisipasi
mendukung atau turut menyempurnakannya. Tentunya kondisi,kemampuan serta
permasalahan negara kita punya sejarah lain dengan negara mereka.
Namun aspek empirik ini hendaknya cuma strategi agar konsep yang lebih mendasar
(filosofis, konseptual?) yang dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pelaksanaan teknis-ekonomis memang jangka pendek, apalagi kalau menggunakan
pengamblan keputusan cara FGD, SWOT, AHP, dll. Namun kota merupakan entitas
tempat hidup manusia dan alam yang bersifat jangka panjang dan antar generasi,
dan keberlanjutannya perlu pemikiran yang tidak cukup hanya berdasarkan trend
empirik masa lalu (yang tidak pernah akan terjadi di masa datang). Karena itu
pemikir-pemikir asing tertentu mengkaitkan aspek pendekatan perencanaan masa
depan dengan filosof-filosof Foucault, Heidegger, dll. Kita tidak harus terikat
atau ikut-ikutan mengulas berdasarkan pemikiran para filosof asing seperti itu,
karena kita punya masalah keragaman kultur dan tanah-air yang berbeda dengan
mereka, sehingga pemikiran dasar kita perlu lebih membumi. Jangan sampai
pembangunan kota kita mengacu kepada berbagai kota kembar, atau
Singapura yang jelas-jelas berbeda kondisi dasarnya. Tidak akan ketemu. Jangan
sampai untuk belajar tata kota di negara kepulauan kita mengkopi pendekatan
negara daratan yang basisnya berbeda. Atau sekadar masalah pengelolaan
pembangunan fisik infrastruktur kota sesuai konstalasi kekuatan penentu
kebijakan yang ada saat itu. PLaner juga manusia, yang perlu idealisme
tentunya.
Sesederhana Itu saja....kok....
Wasalam,
Abimanyu
Recent Activity
3
New Members
Visit Your Group
Y! Messenger
PC-to-PC calls
Call your friends
worldwide - free!
Best of Y! Groups
Discover groups
that are the best
of their class.
Improvement Zone
on Yahoo! Groups
Find support & keep
New Year's goals.
.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.