Pak Djarot ysh,

Saya baru kembali dari Yogya, dan maaf tidak sempat menghubungi karena
kehilangan nomor kontak. Kemarin sempat bertemu Pak BSP dan beberapa
rekan di Bulak Sumur. Salah satunya adalah Pak Latif, ahli perikanan dan
kelautan UGM, yang sudah bergabung dengan kita sekarang.

Untuk Pak Latif, saya sangat terkesan dengan diskusi kemarin mengenai
neraca ruang, yang kelihatannya masih sulit menyatukan/menggenerikkan
terminologi karena sistem sumber daya yang berbeda-beda. Bila bapak
berkenan dapat membuka arsip diskusi terdahulu: 1
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4985>  2
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4894>  3
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4007>  4
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/779> , Saya kira ada
kesepahaman awal bila aspek 'neraca' adalah 'jantung permasalahan
penataan ruang', yang perlu diklarifikasi dalam kebijakan yang ada.
Mungkin bapak berkenan menjelaskan kembali aspek neraca ini untuk kasus
pesisir dan perikanan. Sekalian bapak diharapkan menanggapi juga RPP HP3
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/6277>  seperti yang
diminta oleh Pak Ramses
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/6335> . Untuk
rekan-rekan yang lain saya mengharapkan pandangan mengenai konsep neraca
ini, seperti misalnya: neraca tanah, neraca air, neraca lingkungan,
neraca udara, dst. Untuk 'neraca regional inequalities' sepertinya
sedang dikunyah-kunyah Pak Aby dkk.

Salam,

-ekadj

Kirim email ke