Pak Djarot ini kalau menurut Pak JK (Jarwo Kwat): aya-aya wae ...

Pepatah itu sebenarnya dikenal luas di komunitas Melayu. Kalau pinang
biasanya dikunyah oleh kaum ibu, terkadang bersama sirih kapur dan
tembakau, dan mengeluarkan cairan seperti darah berwarna merah segar.
Karenanya diperlambangkan sebagai darah yang setampuk pinang, maksudnya
darahnya masih muda. Saya sampaikan sebuah pantun:

"Letik-letik (sejenis pipit) terbang ke pinang

Hinggap di pinang dua-dua

Setitik air di dalam pinang

Di situ bermain ikan raya"

Tafsirannya ... bisa ditanya pada cerdik-pandai di milis ini.

Kemudian jagung, usia tanamannya relatif singkat, biasanya sekitar 3-6
bulan. Karenanya dilambangkan sebagai berusia muda. Sebenarnya kurang
tepat juga diibaratkan pada manusia, seharusnya seperti: umur masih
seumur pohon mangga ... Sebuah pantun
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1091>  yang menggunakan
kata jagung ini melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan :

"Padi masak, jagung mengupil, ternak berkembang biak, masyarakat aman
sentosa, pemimpin kita disembah orang pula ..."

Saya kira kita telah menemukan indikator untuk neraca budaya nusantara.
Begitu pak. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], Djarot Purbadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak Ekadj, agak melenceng sedikit ya, sebab saya tertarik pantun yang
Bapak tuliskan itu. Mohon penjelasan, apakah masalah pinang dan jagung
begitu penting dalam budaya Minang ? Jika ada waktu mohon ada penjelasan
secukupnya, sebab di Kaenbaun masalah sirih-pinang- sopi begitu penting
karena berkaitan dengan upacara adat dan upacara adat adalah jiwa orang
Dawan karena hidup mereka menyatu dengan nenek-moyang. Soal jagung juga
sangat penting sebab ritual siklus pertanian di Kaenbaun berbasis
pertanian jagung, jagung disimpan di rumah bulat yang di dalamnya ada
batu suci keluarga, juga pusaka keluarga. Jagung adalah tanaman suci dan
menjadi benda penting dalam relasi antar suku dalam tradisi "jagung
upeti".
>
> Salam,
> Djarot
>
>
> --- On Fri, 9/26/08, ekadj08 [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Demikian pak sementara waktu. Saya juga mengucapkan mohon maaf lahir
batin bila selama ini ada hal-hal yang kurang berkenan dan tidak patut,
apalagi darah yang masih setampuk pinang dan umur masih seumuran jagung.
Salam.
> -ekadj
>


Kirim email ke