Kita ini seperti bangsa yang tidak mengenali negeri kita sendiri. Hanya
untuk mengoptimalkan kereta api atau angkutan masa kita harus panggil
dan bayar orang Jepang. Sebarapa bodohkah insinyur-insinyur kita ?

Berkali saya tuliskan bahwa hentikan seluruh kereta luar kota sampai
Bekasi. Rel dalam kota didedikasikan untuk angkutan dalam kota dan itu
saja panjangnya sudah 200 km lari. Cepat perbaiki setasiunnya yang
modern jangan biarkan stasiun peninggalan Belanda seperti di Palmerah
tetap teronggok disana, geser ke tempat yang lebih strategis.
Perbaharui semua gerbong-gerbongnya dan ber AC, Optimalkna kinerja anak
bangsa yang di KS, Yang di INKA, yang di PT. KAI yang di LEN, yang di
Semen Gresik untuk mempersiapkan segala keperluan ini. Ini semua
hanyalah masalah tukar-menukar barang dan jasa secara internal.

http://rachmad.kuyasipil.net/?p=282

Salam

RM


Kirim email ke