Pak Rachmad ysh,

saya jadi ingat kuliah tentang MRT tahun 1960-70'an lalu.....
bak melempar batu ke lubuk...

salam,

abimanyu


2008/10/23 Rachmad M <[EMAIL PROTECTED]>

>   Kita ini seperti bangsa yang tidak mengenali negeri kita sendiri. Hanya
> untuk mengoptimalkan kereta api atau angkutan masa kita harus panggil
> dan bayar orang Jepang. Sebarapa bodohkah insinyur-insinyur kita ?
>
> Berkali saya tuliskan bahwa hentikan seluruh kereta luar kota sampai
> Bekasi. Rel dalam kota didedikasikan untuk angkutan dalam kota dan itu
> saja panjangnya sudah 200 km lari. Cepat perbaiki setasiunnya yang
> modern jangan biarkan stasiun peninggalan Belanda seperti di Palmerah
> tetap teronggok disana, geser ke tempat yang lebih strategis.
> Perbaharui semua gerbong-gerbongnya dan ber AC, Optimalkna kinerja anak
> bangsa yang di KS, Yang di INKA, yang di PT. KAI yang di LEN, yang di
> Semen Gresik untuk mempersiapkan segala keperluan ini. Ini semua
> hanyalah masalah tukar-menukar barang dan jasa secara internal.
>
> http://rachmad.kuyasipil.net/?p=282
>
> Salam
>
> RM
>
>  
>

Kirim email ke