Betul... planning di Singapore... seperti planning dalam ruang vakum... MRT = Mass Rapid Transit... angkutan umum massal... artinya memang tidak harus underground.. pilihan elevated, underground atau at-grade adlah masalah ketersediaan lahan vs biaya konstruksi aja...
Makanya... Busway aja.. asal konsisten bisa mengangkut 1,4juta penumpang per hari (kasus Bogota..) dengan biaya konstruksi per-KM nya hanya 1/20 dari Metro-underground... lumayan laah.. duitnya bisa buat bangun sekolah dan puskesman di Aceh... (mungkin itu maksudnya pak M Andri B) Busway sendiri adalah BRT=Bus Rapid Transit.. angkutan umum massal berbasis bus.. BRT dan MRT adlah pilihan teknologi.. trade-off antara kebutuhan vs. kemampuan.. ibarat milih Handphone dan Laptop.. pasti pilihan yg diambil mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan... Pembangunan fisik Busway sudah bisa 172 KM dalam kurun 4 tahun.. (Kor 1-10)... dan tanpa pinjaman LN dan tanpa bantuan APBN.. pure APBD.. tidak menimbulkan opportunity cost bagi daerah-2 lain seperti Aceh.. terlepas dari manajemen Busway yg kurang sempurna... dan hey.. pembangunanMRT bukan artinya kita akan sim-sala-bim terbebas dari lemahnya manajemen angkutan umum lhoo.. kelemahan manajemen busway bisa saja terulang dalam kasus MRT nantinya dengan biaya yg lebih besar... MRT sih OK-2 saja.. tapi question is: at what cost? dan siapa yg akan 'membayar'?? salam hangat, -K- 2008/10/23 Iman soedradjat <[EMAIL PROTECTED]> > Ngga sederhana gitulah Mas. Saya pernah panel dgn Emil Salim, memberi > contoh bhw kenapa kho kita ngga bisa nyontoh Singapura, semua rencana bisa > terlaksana dan pembangunan bisa teratur. Saya langsung dicut oleh Emil > Salim, Bung ngga bisalah menyontohkan Singapure, Singapure sangat berbeda > dengan kita, apa bener singapure itu negara yang demokratis, tidak Bung. > Semua bisa berjalan, krn semua bisa dikendalikan, tanah bukan milik rakyat, > milik negara! 2 tahun yang lalu Indonesia mencanangkan 1000 km jalan Tol, > sampai sekarang kasarnya 1 jengkalpun belum terwujud, karena ini Negara > Indonesia yang sangat demokratis, barangkali paling demokratis di dunia? > Barangkali bisa jadi catatan kata Pak Bin, pembangunan SubWay saat ini > semakin tdk terjangkau, sosial costnya semakin tinggi. Tapi bukan berarti > tdk bisa membangun SubWay, paling engga kita memerlukan effort yg besar ut > melaksnakan ini. Salam hangat. > > --- On *Thu, 10/23/08, Rachmad M <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > Fr > >

