Betul mas Iman, Indonesia itu memang lebih demokratis dari mbahnya negara demokrasi (Amerika). Indonesia juga lebih kapitalis dibanding negara super kapitalis Amerika dan Indonesia itu juga lebih liberalis dibanding negara penggagas liberalism :-)
McCain Calon presiden Amerika aja dimasalahkan ketika dia pakai mobil Honda buatan Jepang dan VW buatan Jerman... konon nggak nasionalis. Indonesia itu punya berbagai BUMN yang ngurusi Kereta Api, Elektronika, Baja, Semen dan lainnya dan sebenarnya secara internal uang (rupiah) hanya alat perantara agar masing-masing pihak menghasilkan barang dan jasa yang terukur dengan baik. Sebagai gambaran bagaimana uang itu bekerja. Ada uang ditangan saya mereknya rupiah nilainya 100.000. Ketika dalam satu tahun dia berada didalam dompet saya dia tetap hanya 100.000. Sedang jika uang itu berpindah tangan sebanyak 365 kali (sehari sekali) akan diperoleh barangg atau hjasa sebesar 365 kali 100.000 rupiah. Dan negara tetap pemilik 100.000 uang tersebut karena mereknya rupiah. Kalau saya belikan barang dari luar negeri maka BI lah yang harus bayar karena 100.000 itu harus ditukar jadi mata uang Singapore. Dijaman modern seperti saat ini uang diganti dengan catatan di komputernya bank yang disebut dengan debit. Tinggal gosok saja yang katanya saya tiap bulan di gaji perusahaan, saya nggak pernah tahu tuh uangnya. Telpon, listrik, HP, TV Cable sebua cuma digesek saja. Begitu juga antara BUMN itu cuma tinggal gosok dan biaya importnya diminimalkan sehingga potensi bangsa tergali dan tersalurkan dengan baik dan benar :-) Salam RM --- In [email protected], Iman soedradjat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ngga sederhana gitulah Mas. Saya pernah panel dgn Emil Salim, memberi contoh bhw kenapa kho kita ngga bisa nyontoh Singapura, semua rencana bisa terlaksana dan pembangunan bisa teratur. Saya langsung dicut oleh Emil Salim, Bung ngga bisalah menyontohkan Singapure, Singapure sangat berbeda dengan kita, apa bener singapure itu negara yang demokratis, tidak Bung. Semua bisa berjalan, krn semua bisa dikendalikan, tanah bukan milik rakyat, milik negara! 2 tahun yang lalu Indonesia mencanangkan 1000 km jalan Tol, sampai sekarang kasarnya 1 jengkalpun belum terwujud, karena ini Negara Indonesia yang sangat demokratis, barangkali paling demokratis di dunia? Barangkali bisa jadi catatan kata Pak Bin, pembangunan SubWay saat ini semakin tdk terjangkau, sosial costnya semakin tinggi. Tapi bukan berarti tdk bisa membangun SubWay, paling engga kita memerlukan effort yg besar ut melaksnakan ini. Salam hangat. > > --- On Thu, 10/23/08, Rachmad M <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > From: Rachmad M <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [referensi] Re: MRT Kenapa Harus Jepang ? > To: [email protected] > Date: Thursday, October 23, 2008, 12:14 AM > > > > > > > Solusi sederhana, yang namanya MRT tidak harus berada di dalam tanah. > Di singapore yang ada didalam tanah cuma yang di kota, sedikit keluar > kota suda elevated MRT nya :-) > > Di Jakarta ada banyak jalur kereta yang nggak dipelihara bahkan > ditinggali gubuk liar. Dan mungkin juga bisa kita pikirkan kalau di > atas jalur busway kita gelar rel kemudian dipikirkan di > persimpangannya saja sudah jadi MRT :-) > > Salam > > RM > > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, w_bintarto@ .. wrote: > > > > Sebagai bahan perbandingan buat pemikiran kita, Saya 3 tahun lalu > pernah ikut seminar transportasi, dan pembicaranya pada waktu itu > sangat kompeten di bidangnya (jabatannya Eselon I ). Beliau > menyampaikan bahwa kita tahun 1980 an pernah menyiapkan rencana > pembangunan kereta bawah tanah di Jakarta, dan sudah menyusun FS, dan > lain2 nya, rencananya dibiayai Loan sangat lunak dari Jepang. > Sebetulnya ini sinergi, kita tdk punya kemampuan teknologi > pembangunan terowongan dan duit, Jepang punya teknologi pembangunan > terowongan dan duit, kita memang terpaksa tergantung pengadaannya > oleh pihak Jepang dan harganya barangkali 2-3 kali lebih mahal, tapi > kan dikompensasi dengan pinjaman yang sangat lunak, dan yang penting > efektif. Pada saat terakhir, dengan kurang mempertimbangkan persiapan > dan efort yg telah dilakukan, secara tiba2 keputusan politik kita > menyatakan kegiatan dibatalkan dan pembangunan subway tsb akan > ditangani oleh bangsa Indonesia sendiri, keputusan > > yg mencengangkan pihak Jepang. Selanjutnya anda ketahui, Subway > tdk pernah terbangun, dan sekarang kalaupun ingin dibangun harganya > sdh tdk terjangkau masyarakat dan tidak cost recovery lagi. > Seharusnya beberapa tahun ini kita sudah menikmati punya subway, bila > kita pada waktu itu bisa mengukur diri kita sendiri. Bukan bermaksud > mengatakan bangsa kita tidak punya kemampuan, tapi kita ukurlah > kemampuan kita dan kita optimalisasikan mana yang terbaik bagi bangsa > kita. Semangat nasionalis yang tinggi tanpa dibarengi dengan > pertimbangan yang matang tentang apa yang terbaik bagi bangsa > Indonesia, hasil akhirnya kita akan gigit jari. Ini bukan kontra thd > penulis terdahulu, ini sekedar sisi lain yang mungkin perlu juga > dipikirkan. > > > > --- On Thu, 10/23/08, Rachmad M <rachmadm@ .> wrote: > > From: Rachmad M <rachmadm@ .> > > Subject: [referensi] MRT Kenapa Harus Jepang ? > > To: [EMAIL PROTECTED] ps.com > > Date: Thursday, October 23, 2008, 8:04 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Kita ini seperti bangsa yang tidak mengenali negeri > kita sendiri. Hanya > > > > untuk mengoptimalkan kereta api atau angkutan masa kita harus > panggil > > > > dan bayar orang Jepang. Sebarapa bodohkah insinyur-insinyur kita ? > > > > > > > > Berkali saya tuliskan bahwa hentikan seluruh kereta luar kota sampai > > > > Bekasi. Rel dalam kota didedikasikan untuk angkutan dalam kota dan > itu > > > > saja panjangnya sudah 200 km lari. Cepat perbaiki setasiunnya yang > > > > modern jangan biarkan stasiun peninggalan Belanda seperti di > Palmerah > > > > tetap teronggok disana, geser ke tempat yang lebih strategis. > > > > Perbaharui semua gerbong-gerbongnya dan ber AC, Optimalkna kinerja > anak > > > > bangsa yang di KS, Yang di INKA, yang di PT. KAI yang di LEN, yang > di > > > > Semen Gresik untuk mempersiapkan segala keperluan ini. Ini semua > > > > hanyalah masalah tukar-menukar barang dan jasa secara internal. > > > > > > > > http://rachmad. kuyasipil. net/?p=282 > > > > > > > > Salam > > > > > > > > RM > > >

