Pak Eka,

kapasitas fiskal 3: pad bagi hasil pajak, bhsda
Kebutuhan fiskal: penduduk, luas, pdrb kapita, ipm, ikk
fiskal.
Kriteria dasar alokasi DAU untuk masing-masing provinsi dan kabupaten kota,
memang tidak secara eksplisit memasukkan "pengembangan wilayah", hanya ada
unsur luas wilayah, jumlah penduduk, PDRB per kapita, Indeks Pembangunan
Manusia (IPM), dan indeks kemahalan konstruksi. Karena DAU pada dasarnya
untuk menutupi fiscal gap, DAU untuk daerah penghasil SDA justru turun
seperti Riau dan Kaltim.

DAU untuk infrastuktur? Inilah repotnya, banyak misleading di daerah bahwa
DAU itu hanya belanja pegawai, padahal DAU itu semacam "block grant." Kalau
DAU hanya cukup untuk belanja pegawai itu soal lain.

DAK sebenarnya bisa diharapkan untuk infrastruktur daerah, tapi fluktuatif,
jadi tidak sustain, misalnya untuk proyek multiyears di daerah. Ada tiga
kriteria untuk DAK, yaitu kriteria umum, khusus, dan teknis, kenyataannya di
lapangan, alokasi lebih banyak karena bargaining. Kenapa? antara lain karena
kriteria khusus jadi kriteria karet.

Harapan terbesar untuk pembangunan infrastruktur memang terletak pada DAK,
apalagi sebagian dana dekosentrasi sudah dialihkan ke DAK. Kalau tak salah
dana DAK tahun 2008 mencapai hampir Rp 50 triliun, padahal sebelumnya
sekitar setengahnya saja. Pak BTS yang barangkali bisa buat analisis
tentang manfaat DAK untuk infrastruktur di daerah. apakah signifikan atau
tidak.

Untuk Papua, selain dana Otsus (2% dari DAU nasional). Papua juga mendapat
tambahan dana infrastruktur sekitar Rp 1 triliun. Dana infrastruktur
inilah yang secara eksplisit dialokasikan untuk infrastruktur Papua.
Sekarang timbul masalah lain antara Provinsi Papua dan Provinsi Papua
Barat, bagian infrastruktur apa yang harus dibangun di masing-masing
provinsi. Intinya, masing masing punya program sendiri, yang satu di ujung
timur, yang satu di ujung barat.

Lepas dari persoalan internal yang terjadi di Papua, buntut buntutnya adalah
soal governance, karena tidak sedikit yang mengatakan bahwa duit yang
mengalir ke Papua itu tak sedikit lho (walaupun sedikit atau banyak itu
relatif). Sebagai contoh, tahun 2007, duit yang mengalir dan yang bersumber
dari Pusat ke Papua mencapai Rp 17 triliun. Wallahualam.

Salam,
Nuzul Achjar

Kirim email ke