Pak Risfan, sangat menarik pandangan panjenengan. Saya terkesima. Tetapi (maaf ada tetapinya), bukankah persoalan kedalaman atau pendalaman substansial juga menarik untuk diintensifkan ? Dalam menggarap kedalaman tematik, substansialnya dapat lebih disentuh (secara abstrak/teoritik dan konkrit), disamping dan melengkapi upaya "memperluas ruang gerak".
Mohon maaf Pak, saya kok masih ada di pinggiran kalangan planning dan terus rindu menimba ilmu dari para guru planner saya di milis ini, yang kadang wacananya sulit saya mengerti karena berbagai tokohnya sangat banyak dan istilah yang rumit-rumit. Salam, Djarot Purbadi http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com --- On Tue, 10/27/09, Risfan M <[email protected]> wrote: From: Risfan M <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Re: Tgp Re: Planologi --> Perencanaan Wil-Kot To: [email protected] Date: Tuesday, October 27, 2009, 7:53 AM Rekans ysh, Kalau kita mikir ke depan saya melihat di lapangan ada tren dua jalur kiprah planner, yaitu: "spatial plan" dan "development plan". Saya tidak tahu bagaimana sekolah mengantisipasi. Tapi sebaran alumni nampaknya ada yang ber-spatial- ria (DJPR, LH, dan jamaahnya), dan yg ber-development- ria (Bappenas, DDN, Bappeda, PDT, Kesra/PNPM, dan ummatnya). Keduanya bermain di area Kota/Daerah. Dan ini bukan dikotomi, hanya fokusnya saja, walaupun dalam praktek seperti paradigma yang berbeda. Yang spatial cenderung menerapkan konservasi (pembatasan, penertiban), sedang yang development lebih mengarah kepada pembangunan dalam konteks kota/daerah termasuk capaian MDG dst. Mungkin trend ini perlu diresponse dengan penguatan knowledge management nya, terutama yang "development" , nampaknya masih dianggap anak pungut. Padahal kontribusi dan populasi planner dalam bidang "development" besar. Apalagi dr sejarahnya mulai dgn UNDP yang tentu bias ke "development" nya lebih besar. Wajarlah kalau kita lebih terpanggil untuk menyukseskan capaian MDG. Mari kita songsong Plano-50 dengan memperluas ruang gerak. Salam, Risfan Munir www.samuraisejati. blogspot. com

