Pak Risfan Ysh,
Thanks Pak penjelasannya. 
Salam

--- On Tue, 10/27/09, Risfan M <[email protected]> wrote:


From: Risfan M <[email protected]>
Subject: [referensi] Re: Planologi --> Perencanaan Wil-Kot
To: [email protected]
Date: Tuesday, October 27, 2009, 12:52 PM


  








Bu Cut,
Terima kasih atas kontribusinya. Dari segi substansi memang harus satu, 
integrated Bu. Hanya karena ini dalam suasana gawe Plano-50 saya mengungkap 
orientasi teman-teman di lapangan. Dan, mancing-mancing bagaimana response 
sekolah dan asosiasi profesi.
 
Kalau membandingkan dengan Teknik Sipil, misalnya, dalam sejarah pendidikannya 
(denger-denger) dulu ada Basah, Kering. Lalu ada Bangunan, Hidrolika, 
Transportasi, dst. Denger-denger lagi belakangan jadi satu, di tahun ke berapa 
baru dipisah. 
 
Juga di Teknik Elektro, dulu ada Arus Kuat, ada Arus Lemah (tapi bukan ekonomi 
lemah), Telekomunikasi, lalu ada Komputer yang kemudian jadi Informatika 
sendiri.
 
Juga ada Fakultas Kebumian (Earth Sciences) yang terdiri dari Geology, 
Geophisic, Geodesi (?)..dst 
 
Apakah dengan perubahan nama Planologi --> PWK. Dan regrouping dari FTSP ke 
"Sekolah Arsitektur, Perencanaan & Kebijakan Publik" juga ada implikasinya ke 
perubahan orientasi kurikulum dst? Kalau ada, mungkin yang saya ungkapkan 
dengan tren ada yang bias ke "spatial" ada yang ke "development" itu mungkin 
bisa jadi pertimbangan.
 
Salam,
Risfan Munir
 


--- On Tue, 10/27/09, cut safana <cutsaff...@yahoo. com> wrote:

















      

Kirim email ke