Bu Cut, Terima kasih atas kontribusinya. Dari segi substansi memang harus satu, integrated Bu. Hanya karena ini dalam suasana gawe Plano-50 saya mengungkap orientasi teman-teman di lapangan. Dan, mancing-mancing bagaimana response sekolah dan asosiasi profesi. Kalau membandingkan dengan Teknik Sipil, misalnya, dalam sejarah pendidikannya (denger-denger) dulu ada Basah, Kering. Lalu ada Bangunan, Hidrolika, Transportasi, dst. Denger-denger lagi belakangan jadi satu, di tahun ke berapa baru dipisah. Juga di Teknik Elektro, dulu ada Arus Kuat, ada Arus Lemah (tapi bukan ekonomi lemah), Telekomunikasi, lalu ada Komputer yang kemudian jadi Informatika sendiri. Juga ada Fakultas Kebumian (Earth Sciences) yang terdiri dari Geology, Geophisic, Geodesi (?)..dst Apakah dengan perubahan nama Planologi --> PWK. Dan regrouping dari FTSP ke "Sekolah Arsitektur, Perencanaan & Kebijakan Publik" juga ada implikasinya ke perubahan orientasi kurikulum dst? Kalau ada, mungkin yang saya ungkapkan dengan tren ada yang bias ke "spatial" ada yang ke "development" itu mungkin bisa jadi pertimbangan. Salam, Risfan Munir
--- On Tue, 10/27/09, cut safana <[email protected]> wrote:

