dear all
 
Sudah jelas bahwa persentase penduduk perkotaan semakin meningkat dibanding 
dengan persentase penduduk diperdesaan.
 
Berdasarkan data statistik :
 
Tahun 1970, jumlah penduduk  119 juta, kota : desa = 17% : 83% =   20,23 jt :   
98,77 jt
Tahun 1980, jumlah penduduk  147 juta, kota : desa = 23% : 77% =   33,81 jt : 
113,19 jt
Tahun 1990, jumlah penduduk  179 juta, kota : desa = 30% : 70% =   53,70 jt : 
125,30 jt
Tahun 2000, jumlah penduduk  205 juta, kota : desa = 43% : 57% = 116,85 jt :   
88,15 jt
Tahun 2010, jml pddk (proy)     233 juta, kota : desa = 55% : 45% = 104,85 jt : 
128,15 jt
 
Walaupun persentase penduduk perdesaan terus menurun dari tahun ke tahun, 
tetapi jumlah nominalnya  tidak mengalami banyak pengurangan, yaitu sekitar 100 
juta sejak tahun 1970 hingga proyeksi tahun 2010. Lihat fakta di atas.
 
Perlu diketahui bahwa pertambahan jumlah penduduk perkotaan  bukan hanya karena 
migrasi ke kota dan pertumbuhan natural di kota, tetapi juga perubahan wilayah 
desa menjadi kota sehingga wilayah perdesaan semakin berkurang. Mengingat 
jumlah nominal penduduk perdesaan sekitar 100 juta dalam wilayah perdesaan yang 
semakin berkurang, berarti kepadatan penduduk di perdesaan semakin padat.
 
Jadi salah besar bila ada kebijakan untuk kembali  ke desa.
 
Thanks. CU. BTS.


--- On Mon, 2/1/10, [email protected] <[email protected]> wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [referensi] Wajah Kota Indonesia
To: [email protected]
Date: Monday, February 1, 2010, 12:51 AM


Sekarang penduduk Indonesia, separo di kota separo di desa
Nanti,  20 tahun lagi, 3/4nya atawa 200 juta tinggal di kota.
Dulu ngga macet, sekarang macet, apalagi nanti, baru keluar rumah udah macet.
Dulu naik motor bisa sambil indehoy, sekarang baru pegangan udah diklakson.
Dulu orang tua bisa tidur siang, sekarang boro boro. Pergi Subuh, pulang Isya.
Dulu main dilapangan, sekarang di jalanan
Dulu kriminil cuma ada maling, sekarang mutilasi,  sodomi, PIN diintip orang.
Dulu kota yg banjir ke itung ama jari, sekarang susah deh banjir dimana mana.
Dulu sungai msh bisa dipake buat sikat gigi, sekarang semerbak harum mewangi.
Dulu tempat sampah sedikit, sekarang dimana mana tempat sampah.
Dulu rumah kumuh cuma ada di Balubur, sekarang sekota kumuh semua.
Sabtu dan Minggu, Dago, Gasibu, Punclut amit2 deh. Terlalu (baca pake Dialek 
Roma Irama)
Dulu kencing gratis, sekarang pake tarip, BAK, BAB dan Mandi beda hargenye.
Dulu masih banyak Burung Gereja, sekarang jarang  terdengar. 
Dulu sedikit orang Kampungan, sekarang Kampungan semua..
Dulu bisa bikin Gelora, Monas dan Taman Mini, sekarang cuma bisa bikin PNPM 
busway, eh Suramadu bisa deng. 

Iman tea.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links






      

Kirim email ke