Pak Iman dan rekans ysh,

Mungkin sebaiknya para planner harus ngajarin/beri contoh dulu untuk 'hijriah' 
ke perdesaan (bukan sekedar pindah kantor baru ya ..he he he..) dan mulai cara 
hidup baru yang ramah lingkungan.
Wassalam,

Onnos 

 
> To: [email protected]
> From: [email protected]
> Date: Mon, 1 Feb 2010 00:51:47 +0000
> Subject: [referensi] Wajah Kota Indonesia
> 
> Sekarang penduduk Indonesia, separo di kota separo di desa
> Nanti, 20 tahun lagi, 3/4nya atawa 200 juta tinggal di kota.
> Dulu ngga macet, sekarang macet, apalagi nanti, baru keluar rumah udah macet.
> Dulu naik motor bisa sambil indehoy, sekarang baru pegangan udah diklakson.
> Dulu orang tua bisa tidur siang, sekarang boro boro. Pergi Subuh, pulang Isya.
> Dulu main dilapangan, sekarang di jalanan
> Dulu kriminil cuma ada maling, sekarang mutilasi, sodomi, PIN diintip orang.
> Dulu kota yg banjir ke itung ama jari, sekarang susah deh banjir dimana mana.
> Dulu sungai msh bisa dipake buat sikat gigi, sekarang semerbak harum mewangi.
> Dulu tempat sampah sedikit, sekarang dimana mana tempat sampah.
> Dulu rumah kumuh cuma ada di Balubur, sekarang sekota kumuh semua.
> Sabtu dan Minggu, Dago, Gasibu, Punclut amit2 deh. Terlalu (baca pake Dialek 
> Roma Irama)
> Dulu kencing gratis, sekarang pake tarip, BAK, BAB dan Mandi beda hargenye.
> Dulu masih banyak Burung Gereja, sekarang jarang terdengar. 
> Dulu sedikit orang Kampungan, sekarang Kampungan semua..
> Dulu bisa bikin Gelora, Monas dan Taman Mini, sekarang cuma bisa bikin PNPM 
> busway, eh Suramadu bisa deng. 
> 
> Iman tea.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> ------------------------------------
> 
> Komunitas Referensi
> http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
                                          
_________________________________________________________________
New Windows 7: Simplify what you do everyday. Find the right PC for you.
http://windows.microsoft.com/shop

Kirim email ke