Silahkan Pak Yando berbagi pemahaman dan pandangan, juga untuk
meluruskan. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], r.y.zaka...@... wrote:
>
> Uda Eka n Mas Djarot yb.,
>
> Sekedar intermezo ya: jangan lebay plizzz...
>
> Salam,
> Ryz
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "ffekadj" 4ek...@...
> Date: Sun, 07 Feb 2010 15:44:40
> To: [email protected]
> Subject: [referensi] Fw: Re: [perkotaan] Re: Memborong masalah?
>
>
> Pak Djarot yang kreatif, boleh-boleh saja mengenalkan istilah baru,
tapi
> kalau lolos dari ujian disertasi, wah ... hehehe ... perlu kenalan
juga
> nih dengan para pengujinya.
>
> Sebenarnya fenomenologi itu ilmu kognisi subyektivisme. Kurang tahu
> kalau berkembang sebagai -grafi, pasti nih Pak Djarot survainya ke abg
> dan gadis2 remaja yang suka nulis 'diary', atau ke komunitas blogger
...
> hehehe ...
>
> Etnografi sendiri sebenarnya istilah yang sudah disepakati umum, dan
> bisa saja dilakukan dengan fenomenologi. Seperti karyanya Machiavelli,
> Adam Smith, sampai dengan pemenang Nobel kemarin (Ostrom), karyanya
> adalah etnografi. Atau karyanya Pak Risfan, kalau diakui sebagai
> kumpulan pengalaman, sebenarnya juga etnografi. Salam.
>
> -ekadj
>
>
> --- In [email protected], Djarot Purbadi dpurbadi@ wrote:
> >
> > Dear Sahabats,
> >
> > Postingnya diulangi, alamat email referensi agak keliru pada email
> sebelumnya, untuk menyampaikan gagasan di bawah ini:
> >
> > Pak Eka, tentang etnografi memang sudah sangat terkenal karena itu
> > bagian dari tradisi kuno dalam pengamatan lapangan. Dalam disertasi
> > saya memperkenalkan istilah baru, yang masih baru dan belum banyak
> > dikenal, yaitu FENOMENOGRAFI untuk menjadi key stone dalam
> > fenomenologi. Ini hal baru dan masih diperjuangkan, bahwa
> > antropolog/etnolog mengerjakan etnografi, lha fenomenolog
menghasilkan
> > fenomenografi. Ini langkah nekad, bersaing dengan dedengkot tradisi
> > riset lapangan !!! Mohon dukungan para sahabat semua
> heheeheheheee.....
> >
> > Salam,
> >
> >
> >
> > Djarot Purbadi
> >
> >
> >
> > http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]
> >
> > http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]
> >
> > http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com
> >
> > --- On Sat, 2/6/10, Djarot Purbadi dpurbadi@ wrote:
> >
> > From: Djarot Purbadi dpurbadi@
> > Subject: Re: [perkotaan] Re: Memborong masalah?
> > To: [email protected]
> > Date: Saturday, February 6, 2010, 7:56 AM
> >
> > Pak Eka, menurut yang saya pelajari, filsafat merefleksikan seluruh
> usaha ilmu pengetahuan, tetapi ilmu dengan kacamata kuda terbatasnya
> hanya mengkaji sebagian dari realitas. Ilmuwan memasok temuan-temuan
> kepada para filsuf untuk merefleksikan seluruh realitas supaya terjadi
> pemahaman realitas yang lebih mendalam, semakin mendalam dari waktu ke
> waktu. Konon nih, filsuf berangkat dari pertanyaan dan berakhir dengan
> pertanyaan baru, sedangkan ilmuwan berangkat dari pertanyaan dan
> berhenti pada jawaban. Filsuf tugasnya merefleksikan, ilmuwan tugasnya
> mencari jawaban pada pertanyaan keilmuan, bukan pertanyaan filsafati.
> Gagasan ini ada dalam kuliah Falsafah Ilmu Pengetahuan minggu pertama
> yang saya berikan minggu kemarin pada mahasiswa S1 lho Pak....jadi
masih
> ingat.
> >
> > Jadi, dari renungan tentang "memborong masalah" tampaknya perlu
> dicermati benar-benar
> > topik diskusi yang dilontarkan Pak RM guru saya ini hehehee.....
> >
> > Salam,
> >
> >
> >
> > Djarot Purbadi
> >
> >
> >
> > http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]
> >
> > http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]
> >
> > http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com
> >
> > --- On Sat, 2/6/10, ffekadj 4ekadj@ wrote:
>



Kirim email ke