Pak Yando, lebay itu apa ya, sebab saya nih nggak gaul sama abg-abg hehehe....

Fenomenografi ada di dalam disertasi saya dan saya mengajukan 
argumentasinya.....ini memang melawan arus, atau semacam arus kecil yang perlu 
diperjuangkan, sebab saya merasa perlu untuk mengusulkan "sesuatu" supaya ilmu 
itu berkembang sesuai dengan cirikhas tertentu, meskipun harus diakui ada 
inspirasi dari ilmu lain....realitanya, ilmu-ilmu kan seperti manusia, senang 
selingkuh, kawin-mawin, bahkan istrinya bisa lebih dari satu menjadi ilmu 
baru,....heheheee.....mari kita diskusikan, sebab tema ini juga menarik....saya 
mengikuti cara Musashi yang berani berpikir out fo the box !!!

Salam,



Djarot Purbadi



http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]

http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]

http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Sun, 2/7/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Fw: Re: [perkotaan] Re: Memborong masalah?
To: [email protected]
Date: Sunday, February 7, 2010, 10:58 PM







 



  


    
      
      
      












Uda Eka n Mas Djarot yb.,

Sekedar intermezo ya: jangan lebay plizzz...

Salam,
Ryz

Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  "ffekadj" <4ek...@gmail. com>
Date: Sun, 07 Feb 2010 15:44:40 -0000To: <refere...@yahoogrou ps.com>Subject: 
[referensi] Fw: Re: [perkotaan] Re: Memborong masalah?

 



    
      
      
      

Pak Djarot yang kreatif, boleh-boleh saja mengenalkan istilah baru, tapi

kalau lolos dari ujian disertasi, wah ... hehehe ... perlu kenalan juga

nih dengan para pengujinya.



Sebenarnya fenomenologi itu ilmu kognisi subyektivisme.  Kurang tahu

kalau berkembang sebagai -grafi, pasti nih Pak Djarot survainya ke abg

dan gadis2 remaja yang suka nulis 'diary', atau ke komunitas blogger ...

hehehe ...



Etnografi sendiri sebenarnya istilah yang sudah disepakati umum, dan

bisa saja dilakukan dengan fenomenologi. Seperti karyanya Machiavelli,

Adam Smith, sampai dengan pemenang Nobel kemarin (Ostrom), karyanya

adalah etnografi. Atau karyanya Pak Risfan, kalau diakui sebagai

kumpulan pengalaman, sebenarnya juga etnografi. Salam.



-ekadj



--- In refere...@yahoogrou ps.com, Djarot Purbadi <dpurb...@.. .> wrote:

>

> Dear Sahabats,

>

> Postingnya diulangi, alamat email referensi agak keliru pada email

sebelumnya, untuk menyampaikan gagasan di bawah ini:

>

> Pak Eka, tentang etnografi memang sudah sangat terkenal karena itu

> bagian dari tradisi kuno dalam pengamatan lapangan. Dalam disertasi

> saya memperkenalkan istilah baru, yang masih baru dan belum banyak

> dikenal, yaitu FENOMENOGRAFI untuk menjadi key stone dalam

> fenomenologi. Ini hal baru dan masih diperjuangkan, bahwa

> antropolog/etnolog mengerjakan etnografi, lha fenomenolog menghasilkan

> fenomenografi. Ini langkah nekad, bersaing dengan dedengkot tradisi

> riset lapangan !!! Mohon dukungan para sahabat semua

heheeheheheee. ....

>

> Salam,

>

>

>

> Djarot Purbadi

>

>

>

> http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK]

>

> http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF]

>

> http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com

>

> --- On Sat, 2/6/10, Djarot Purbadi dpurb...@... wrote:

>

> From: Djarot Purbadi dpurb...@...

> Subject: Re: [perkotaan] Re: Memborong masalah?

> To: perkot...@yahoogrou ps.com

> Date: Saturday, February 6, 2010, 7:56 AM

>

> Pak Eka, menurut yang saya pelajari, filsafat merefleksikan seluruh

usaha ilmu pengetahuan, tetapi ilmu dengan kacamata kuda terbatasnya

hanya mengkaji sebagian dari realitas. Ilmuwan memasok temuan-temuan

kepada para filsuf untuk merefleksikan seluruh realitas supaya terjadi

pemahaman realitas yang lebih mendalam, semakin mendalam dari waktu ke

waktu. Konon nih, filsuf berangkat dari pertanyaan dan berakhir dengan

pertanyaan baru, sedangkan ilmuwan berangkat dari pertanyaan dan

berhenti pada jawaban. Filsuf tugasnya merefleksikan, ilmuwan tugasnya

mencari jawaban pada pertanyaan keilmuan, bukan pertanyaan filsafati.

Gagasan ini ada dalam kuliah Falsafah Ilmu Pengetahuan minggu pertama

yang saya berikan minggu kemarin pada mahasiswa S1 lho Pak....jadi masih

ingat.

>

> Jadi, dari renungan tentang "memborong masalah" tampaknya perlu

dicermati benar-benar

> topik diskusi yang dilontarkan Pak RM guru saya ini hehehee.....

>

> Salam,

>

>

>

> Djarot Purbadi

>

>

>

> http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK]

>

> http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF]

>

> http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com

>

> --- On Sat, 2/6/10, ffekadj 4ek...@... wrote:





    
     

    










    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke