Milisters ysh,
Saya terkesan pd posting pak Iman dan bu Reny ttg rokok.....
Dari pak Iman .......saya setuju 99.9% posting beliau ....... saya juga heran
kenapa ketika pd masa kecil kita dulu pengertian merokok itu menurut NU makruh
...kok kenapa tidak pada saat yg sama dulu Muhammadiyah memfatwakan rokok sbg
haram... jadi kita bisa menghargai perbedaan itu dari sejak lama.... yg aneh
khan kenapa kok baru pd tahun 2010 ini saja berbareng dgn bantuan rp. 3 milyar
rp dana kampanye anti rokok dari AS lalu Muhammadiyah getol memfatwakan
merokok haram .....lha selama ini kamana wae where have you been fatwa
Muhammadiyah itu.....
Kalau tak salah, alasan utama merokok itu haram adlh krn ia jadi penyebab
penyakit kanker (paru2) lalu menyebabkan kematian......
Pada dasarnya setiap orang itu memiliki sel kanker didlm tubuhnya walau dlm
test standar kadang sel-sel kanker ini tidak terlihat, dan pdhal mereka
berkembang biak menjadi bermilyar milyar.....
Pdhal yg namanya penyebab penyakit kanker itu sangat banyak sekali
......setidaknya gula itu pengumpan sel kanker, demikian juga susu itu membuat
tubuh jadi memproduksi mucus, terutama diorgan bagian dalam, dan mucus itu adlh
pengumpan sel kanker juga (maka mengurangi minum susu dan mengganti dgn susu
kedelai tawar atau tdk makan gula akan membuat sel kanker kelaparan)......
obat sakit maag yg umumnya mengandung aluminium hidroksida jg bila minum jangka
panjang lewat 3 bln menyebabkan kanker juga .....demikian jg daging panggang yg
dimakan panas2 .....gula buatan, penyedap makanan kalau kebanyakan... makanan
yg diasap dan diasamkan ...zat pewarna ....sinar ulra violet dari matahari
......ngebut dijalan tol jg menyebabkan kematian.....dsb .....nah kenapa yg
lain2 ini semua kok nggak sekalian saja diharamkan ....supaya biar fair
gitu?........khan membikin mati juga?.........
Maka rasanya tak salah juga ‘acara’ Muhammadiyah yg satu ini kali ini kita
katakan sbg pandangan dan ‘acara’ yg sangat sempit monosektoralistik
.......maksud saya ....fatwa rokok 2010 itu didasari oleh maksud agar orang tak
‘membunuh dirinya’ dgn merokok ......pdhal kalau kita lihat dari sudut pandang
lbh multisektoralistik .........jumlah penduduk dan tingkat kelahiran kita
saat ini yg demikian tinggi ditengah angka pengangguran dan angka kemiskinan yg
masih tinggi pula .......... dimana organisasi keagamaan tentunya tak banyak
mau bersuara ttg KB ....atau ttg perluasan kesempatan kerja mrk jg tak akan
banyak bersuara .......pdhal apa sih artinya .......ummat tidak merokok lalu
umur jadi panjang namun sepanjang hidup tetap saja miskin, hidup susah, tak
dpt beribadah dgn khusyuk, tak mampu membesarkan anak2 dgn ideal.......
Bhw Tuhan menciptakan banyak penyakit dan banyak halangan lain yg dpt
menyebabkan angka kematian yg tinggi ......saya kira itu mrpkn bagian dari
penciptaan ‘keseimbangan alam’ ......dimana aslinya dulu ketika ilmu kesehatan
belum berkembang ...belum ada teknik KB.... blm ada teknik vaksinasi ... jumlah
penduduk dunia krn tak berKB dan krn teknik kedokteran akan bisa meledak kalau
tak diimbangi dgn angka kematian yg tinggi pula.........
Sekarang ada teknik2 vaksinasi yg mengurangi angka kematian yg tentu didukung
oleh para agamawan ... namun kalau giliran soal KB utk menekan jumlah
kelahiran organisasi keagamaan tak mau terang2an mendukungnya ... nah jadi
maksud Tuhan utk ‘menciptakan keseimbangan jumlah penduduk dunia’ tdk secara
konsisten didukung oleh organisasi keagamaan...........
Kemudian ttg merokok yg ‘sehat’ (rasanya ini baik buat rekan H.Ekadj, Hotasi
dan lainnya :-).......selain pendapat umum bhw sebaiknya diruang terpisah yg
tak ganggu orang ....cara merokok yg paling aman adlh konon pertama jangan
pernah merokok sampai puntungnya kelewat pendek ....jadi paling banyak batang
rokok masih ¾ atau tinggal separuh lalu matikan .....kedua....dgn berpuasa tak
merokok barang 2 minggu/ 1 bulan saja ....maka sensitivitas hidung kita
meningkat ....ketika sesudah puasa kita coba merokok lagi, rasa enak aroma asap
rokok itu sdh berkurang .....bahkan dgn hanya mencium2 batang rokok yg tidak
dibakar saja wanginya juga sdh didapat .....kemudian dari cara merokok
......padahal dgn tanpa menyedot asap rokok kedlm paru dan dan hanya sebatas
sampai dirongga mulut saja lalu dihembuskan keluar ...asapnya juga sudah dgn
sendirinya bisa lewat hidung juga dan aroma wamginyapun juga sdh
terasa..........
Terakhir, kalau dari posting bu Reny kesan saya adlh terkejut sekali.....
ceritanya, saya ini khan jelek2 temen fesbukannya bu Reny juga ...dan saya
pengin juga suatu kali bisa jumpa/ kopi darat dgn beliau..... nah tadinya sih
saya sdh bayangin ...kalau kelak jadi kopi darat saya sebenarnya justru
brencana ingin merokok didepan beliau yg smart ini supaya saya bisa keliatan
macho, tidak grogi dan ada rasa pede gitu..... tapi wah rupanya ibu kita ini
sangat minta ampun anti rokoknya ...jadi saya bingung deh blm tahu lagi gimana
cara lain agar bisa tetap pede, gak grogi dan keliatan macho tanpa rokok kalau
nanti jadi jumpa sama beliau ........ salam,
aby
Re: Bls: [referensi] Fwd: FATWA MUHAMMADYAH TENTANG HUKUM MEROKOK
Tuesday, March 16, 2010 5:36 AM
From: "Reny ansih" <[email protected]>
To: [email protected]
Buat saya apapun ROKOK itu HARAM ....!!
Lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya !!
Saya kecewa pada pak AR, kayaknya disini dia berpikir sebagai politikus bukan
ahli agama ....hiiii
Dari sejak kecil saya ga bisa bernafas dekat orang yang merokok!!
Saya pernah punya buku agama yang menyatakan HARAMnya ROKOK itu. Secara dalil
al-Quran jelas masuk dalam katagori HARAM, secara dalil Kristen-pun saya pernah
nanya teman yang Kristen itu juga termasuk dilarang, apalagi ROKOK bisa juga
sebagai PINTU NARKOBA !!
Waktu zaman nabi, rokok itu belum ada.......jadi ya ga disebut secara spesifik
seperti babi dan khamar yang terbukti derajat bahan beracun berbahayanya justru
lebih sedikit dibandingkan dengan rokok itu, malah asap knalpotpun lebih rendah
daripada rokok, kita kan sudah ribut DLLAJR pake aturan mencemari lingkungan
hidup, polisi pake masker.
hehehe....damai di bumi ya pak Iman, sepanjang yang merokok tidak mengeluarkan
asapnya apalagi dekat saya, ....
terima kasih untuk tidak merokok...dibumi ....mungkin ga ya?!
Wasalam - 2ny
From: isoedradjat@ yahoo.com <isoedradjat@ yahoo.com>
Subject: Re: Bls: [referensi] Fwd: FATWA MUHAMMADYAH TENTANG HUKUM MEROKOK
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Tuesday, March 16, 2010, 5:17 AM
Saya ngga ngerokok, Ulama Muhammad mengeluarkan Fatwanya bahwa Rokok haram,
Amien Rais, dgn tegas2 bahwa Rokok tdk haram, PBNU menyatakan bahwa rokok itu
makruh. Dari kecil, saya belajar agama, guru2 agama saya mengatakan Rokok itu
makruh, dan semua buku buku agama mengatakan rokok itu makruh. Ini karena
dalil. Makruh, krn orang ngga ngerokok dan yg ngerokok, sama2 kho sakit juga,
dan yg pasti dua2nya akan mati. Jadi hrsnya ngga usah dipikirin.
Ditinjau dari dalil, mestinya ngga berubah. Masa dalil Phytagoras waktu dulu
dgn sekarang beda? Atau dalil Archimides dulu ama sekarang beda? Hukum
kekekalan energie Einstein yg dulu ama yg sekarang berbeda? Ngga lah yauw.