Di akhirat, yg baik baik dikumpulin semuanya di sorga yg tentunya sesuai dgn 
tingkatannya, yg jahat jahat dikumpulin semuanya di neraka. Nah, kalau di dunia 
yg baik dan jahat di campur. Nah silahkan manusia yg mengatur, yg jahat/korupsi 
silahkan jalan, kalau ketahuan ditangkap KPK, yg ngga ketahuan dimasukin ke 
neraka di akhirat. Yang ngerokok silahkan jalan, kan udah tahu resikonya, 
paling disiksa di rumah sakit, tapi kan kita mendoakan supaya sehat2. Mau 
diapain lagi yg ngerokok, ngga ada hukumnya kho merokok itu, jangan mengada-ada 
lah. Lagian buat Rumah Sakit menguntungkan kho, bakal banyak pasien. Gitu gitu 
kho repot.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: hengky abiyoso <[email protected]>
Date: Tue, 23 Mar 2010 18:01:29 
To: referensi<[email protected]>
Subject: Re: Bls: [referensi] Fwd: FATWA MUHAMMADYAH TENTANG HUKUM MEROKOK


Milisters ysh,
Saya terkesan pd posting pak Iman dan bu Reny ttg rokok.....
Dari pak Iman .......saya setuju 99.9% posting beliau ....... saya juga heran 
kenapa ketika pd masa kecil kita dulu pengertian merokok itu menurut NU makruh 
...kok kenapa tidak pada saat yg sama dulu Muhammadiyah memfatwakan rokok sbg 
haram... jadi kita bisa menghargai perbedaan itu dari sejak lama.... yg aneh 
khan kenapa kok baru pd tahun 2010 ini saja berbareng dgn bantuan rp. 3 milyar 
rp dana kampanye anti rokok dari AS  lalu  Muhammadiyah getol memfatwakan 
merokok haram .....lha  selama ini kamana wae where have you been fatwa 
Muhammadiyah itu.....
Kalau tak salah, alasan utama merokok itu haram adlh krn ia jadi penyebab 
penyakit kanker (paru2) lalu menyebabkan kematian...... 
Pada dasarnya setiap orang itu memiliki sel kanker didlm tubuhnya walau dlm 
test standar kadang sel-sel kanker ini tidak terlihat, dan pdhal mereka 
berkembang biak menjadi bermilyar milyar.....
Pdhal yg namanya penyebab penyakit kanker itu sangat banyak sekali 
......setidaknya gula itu pengumpan sel kanker, demikian juga susu itu membuat 
tubuh jadi memproduksi mucus, terutama diorgan bagian dalam, dan mucus itu adlh 
pengumpan sel kanker juga (maka mengurangi minum susu dan mengganti dgn susu 
kedelai tawar atau tdk makan gula  akan membuat sel kanker kelaparan)...... 
obat sakit maag yg umumnya mengandung aluminium hidroksida jg bila minum jangka 
panjang lewat 3 bln menyebabkan kanker juga .....demikian jg daging panggang yg 
dimakan panas2 .....gula buatan, penyedap makanan kalau kebanyakan... makanan 
yg diasap dan diasamkan ...zat pewarna ....sinar ulra violet dari matahari 
......ngebut dijalan tol jg menyebabkan kematian.....dsb .....nah kenapa yg 
lain2 ini semua  kok  nggak sekalian saja diharamkan ....supaya biar fair 
gitu?........khan membikin mati juga?.........
Maka  rasanya tak salah juga ‘acara’ Muhammadiyah yg satu ini kali ini kita 
katakan sbg pandangan dan ‘acara’ yg sangat sempit monosektoralistik 
.......maksud saya ....fatwa rokok 2010 itu didasari oleh maksud agar orang tak 
‘membunuh dirinya’ dgn merokok ......pdhal kalau kita lihat dari sudut pandang  
lbh multisektoralistik .........jumlah penduduk  dan tingkat kelahiran kita 
saat ini yg demikian tinggi ditengah angka pengangguran dan angka kemiskinan yg 
masih tinggi pula .......... dimana organisasi keagamaan tentunya tak banyak 
mau bersuara ttg KB ....atau ttg perluasan kesempatan kerja mrk jg tak akan 
banyak bersuara .......pdhal apa sih artinya .......ummat  tidak merokok lalu 
umur jadi panjang namun sepanjang hidup tetap  saja miskin, hidup susah,  tak 
dpt beribadah dgn khusyuk, tak mampu membesarkan anak2 dgn ideal.......
Bhw Tuhan menciptakan banyak penyakit dan banyak halangan lain yg dpt 
menyebabkan angka kematian yg tinggi  ......saya kira itu mrpkn bagian dari 
penciptaan ‘keseimbangan alam’ ......dimana aslinya dulu ketika ilmu kesehatan 
belum berkembang ...belum ada teknik KB.... blm ada teknik vaksinasi ... jumlah 
penduduk dunia krn tak berKB  dan krn teknik kedokteran akan bisa meledak kalau 
tak diimbangi dgn angka kematian yg tinggi pula.........
Sekarang ada teknik2 vaksinasi yg mengurangi angka kematian yg tentu didukung 
oleh para agamawan ... namun kalau giliran soal KB  utk menekan jumlah 
kelahiran organisasi keagamaan tak mau terang2an mendukungnya ... nah jadi 
maksud Tuhan utk ‘menciptakan keseimbangan jumlah penduduk dunia’  tdk secara 
konsisten didukung oleh organisasi keagamaan...........
Kemudian ttg merokok yg ‘sehat’ (rasanya  ini baik buat rekan H.Ekadj,  Hotasi 
dan lainnya :-).......selain pendapat umum bhw sebaiknya diruang terpisah yg 
tak ganggu orang ....cara merokok yg paling aman adlh konon pertama jangan 
pernah merokok sampai puntungnya kelewat pendek ....jadi paling banyak batang 
rokok masih ¾  atau tinggal separuh lalu matikan .....kedua....dgn berpuasa tak 
merokok barang 2 minggu/ 1 bulan saja ....maka sensitivitas hidung kita 
meningkat ....ketika sesudah puasa kita coba merokok lagi, rasa enak aroma asap 
rokok itu sdh berkurang .....bahkan dgn hanya mencium2 batang rokok yg tidak 
dibakar saja wanginya juga sdh didapat .....kemudian dari cara merokok 
......padahal dgn tanpa menyedot asap rokok kedlm paru dan dan hanya sebatas 
sampai dirongga mulut saja lalu dihembuskan keluar ...asapnya juga sudah dgn 
sendirinya bisa lewat hidung juga dan aroma wamginyapun juga sdh 
terasa.......... 
Terakhir, kalau dari posting bu Reny kesan saya adlh  terkejut sekali..... 
ceritanya, saya ini khan jelek2 temen fesbukannya bu Reny juga ...dan saya 
pengin juga suatu kali bisa jumpa/ kopi darat dgn beliau..... nah tadinya sih 
saya sdh bayangin ...kalau kelak jadi kopi darat saya sebenarnya justru 
brencana ingin merokok didepan beliau yg smart ini  supaya saya  bisa keliatan 
macho, tidak grogi  dan ada rasa pede gitu..... tapi wah rupanya ibu kita ini 
sangat minta ampun anti rokoknya ...jadi saya bingung deh blm tahu lagi gimana 
cara lain agar bisa tetap pede, gak grogi  dan keliatan macho tanpa rokok kalau 
nanti jadi jumpa sama beliau ........ salam, 
aby 
 
 
Re: Bls: [referensi] Fwd: FATWA MUHAMMADYAH TENTANG HUKUM MEROKOK
Tuesday, March 16, 2010 5:36 AM
From: "Reny ansih" <[email protected]>
To: [email protected]
  




Buat saya apapun ROKOK itu HARAM ....!! 
Lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya !! 
Saya kecewa pada pak AR, kayaknya disini dia berpikir sebagai politikus bukan 
ahli agama ....hiiii
Dari sejak kecil saya ga bisa bernafas dekat orang yang merokok!! 
Saya pernah punya buku agama yang menyatakan HARAMnya ROKOK itu. Secara dalil 
al-Quran jelas masuk dalam katagori HARAM, secara dalil Kristen-pun saya pernah 
nanya teman yang Kristen itu juga termasuk dilarang, apalagi ROKOK bisa juga 
sebagai PINTU NARKOBA !!
Waktu zaman nabi, rokok itu belum ada.......jadi ya ga disebut secara spesifik 
seperti babi dan khamar yang terbukti derajat bahan beracun berbahayanya justru 
lebih sedikit dibandingkan dengan rokok itu, malah asap knalpotpun lebih rendah 
daripada rokok, kita kan sudah ribut DLLAJR pake aturan mencemari lingkungan 
hidup, polisi pake masker.
hehehe....damai di bumi ya pak Iman, sepanjang yang merokok tidak mengeluarkan 
asapnya apalagi dekat saya, ....
terima kasih untuk tidak merokok...dibumi ....mungkin ga ya?! 
Wasalam - 2ny 



From: isoedradjat@ yahoo.com <isoedradjat@ yahoo.com>
Subject: Re: Bls: [referensi] Fwd: FATWA MUHAMMADYAH TENTANG HUKUM MEROKOK
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Tuesday, March 16, 2010, 5:17 AM
  
Saya ngga ngerokok, Ulama Muhammad mengeluarkan Fatwanya bahwa Rokok haram, 
Amien Rais, dgn tegas2 bahwa Rokok tdk haram, PBNU menyatakan bahwa rokok itu 
makruh. Dari kecil, saya belajar agama, guru2 agama saya mengatakan Rokok itu 
makruh, dan semua buku buku agama mengatakan rokok itu makruh. Ini karena 
dalil. Makruh, krn orang ngga ngerokok dan yg ngerokok, sama2 kho sakit juga, 
dan yg pasti dua2nya akan mati. Jadi hrsnya ngga usah dipikirin. 
Ditinjau dari dalil, mestinya ngga berubah. Masa dalil Phytagoras waktu dulu 
dgn sekarang beda? Atau dalil Archimides dulu ama sekarang beda? Hukum 
kekekalan energie Einstein yg dulu ama yg sekarang berbeda? Ngga lah yauw. 


      

Kirim email ke