SINGKAWANG—Kepala Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Kota Singkawang, Drs H Andi 
Irwandi MSi, mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan tentang 
adanya PNS di lingkungan pemkot yang terjun ke politik praktis menjelang Pemilu 
2009. "Kalau memang ada, silahkan masyarakat lapor. Pasti akan kita 
tindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan," katanya, kemarin.

Menurut dia, bagi PNS yang terjun ke partai politik, tidak ada pilihan lain 
kecuali berhenti dari PNS. "Tidak ada istilah cuti, kecuali kalau mau 
mencalonkan jadi kepala daerah, boleh cuti dulu," ujarnya. Terjun ke politik di 
sini misalnya dengan menjadi anggota parpol atau menjadi caleg. Kalau hanya 
simpatisan, kata Andi, itu tidak masalah. Namun, jika sudah ikut menggalang 
massa, maka itu tergolong politik praktis.

Karena itu dia mengimbau, jika PNS yang berniat untuk terjun ke politik, 
sebaiknya mengundurkan diri secara baik-baik. Dengan demikian, yang 
bersangkutan dapat diberhentikan dengan hormat. Kalau seorang PNS tidak 
mengajukan pengunduran diri dan belakangan diketahui dia terlibat politik, maka 
yang bersangkutan akan diberhentikan secara tidak hormat. Terkait dengan 
persoalan PNS yang terlibat politik, Kepala Bagian Kepegawaian Setda Kota 
Singkawang, Drs Juandi sebelumnya mengatakan, pihaknya masih menelusuri daftar 
caleg yang disampaikan oleh KPU guna di-cross check dengan daftar PNS dan PTT. 
Sejauh ini belum ditemukan adanya PNS pemkot yang jadi caleg. "Kalau PTT sih 
ada," katanya.

Dari pemantauannya di lapangan, memang ada beberapa PNS yang ikut menjadi caleg 
di Kota Singkawang, tetapi PNS tersebut bukanlah PNS pemkot. Wakil Wali Kota, 
Drs H Edy R Yacoub MSi, akhir Agustus lalu, ketika Rapat Koordinasi Pendataan 
Program Layanan Sosial (PPLS) di Aula II juga telah menyinggung-nyinggung soal 
ini. Menurut Edy, dia sudah menerima laporan tentang adanya oknum PNS pemkot 
yang terindikasi terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan parpol. "Saya dengar 
sudah ada yang mulai terlibat. Malah ikut juga dalam rapat-rapat parpol," 
ungkapnya. Meski tidak menelan mentah-mentah laporan yang disampaikan, dia 
menegaskan tetap akan menindaklanjuti informasi atau laporan tersebut. Masalah 
netralitas diharapkan dapat menjadi perhatian dari seluruh kalangan PNS.(rnl)

Sumber : www.pontianakpost.com

Kirim email ke