Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Agribisnis bertekad menjadikan Kota Seribu Kelenteng sebagai kota yang memproduksi bibit padi unggul terbesar di Kalimantan Barat, bahkan di Indonesia. Untuk memproduksi bibit padi itu, Dinas Agribisnis telah membuka 50 hektar yang tersebar di tiga kelurahan. Kelapa Dinas Agribisnis Kota Singkawang, Cipta Raharja, mengemukakan saat ditemui di Singkaang.
Lahan seluas 50 puluh hektar tersebut, merupakan bagian kecil dari ratusan lahan yang telah disiapkan. Ia didampingi Abu Bakar sebagai staf yang bertugas mengawasi pembenihan padi di Kota Singkawang. Cipta menuturkan, tiga kelurahan yang sementara ini menjadi pusat pembibitan padi adalah, Kelurahan Sedau, Sungai Bulan, dan Sungai Rasau. Luas pembenihan pada setiap daerah juga berbeda. Kelurahan Sedau seluas 30 hektar. Kelurahan Sungai Bulan seluas 10 hektar. Kelurahan Sungai Rasau seluas 10 hektar. Untuk Kelurahan Sedau, ada ratusan hektar. Tetapi saat ini, hanya menggarap sebanyak 30 hektar saja. Dengan luas areal pertanaman, diperkirakan bibit padi unggul yang bakal dihasilkan mencapai lebih dari 100 ton. Perkiraan hasil ini diperoleh dari logika perhitungan, apabila dalam satu hektar bisa menghasilkan bibit sebanyak 2 sampai 2,5 ton. “Saya yakin, dengan jumlah bibit yang kita hasilkan tersebut, telah mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Singkawang. Bahkan akan lebih,” kata Cipta menjelaskan. Menurutnya, dengan kelebihan bibit tersebut, Pemerintah Kota Sigkawang akan menjajaki penjualan ke beberapa kabupaten dan kota di Kalimatan Barat, dan beberapa kota di Indonesia. Beberapa kota atau kabupaten di Kalimantan Barat, sudah ada yang membeli. Termasuk Bengkayang, Sambas, dan beberapa kabupaten lainnya. Bukan itu saja, bibit padi yang dihasilkan, juga akan dipasarkan di beberapa negara tetangga, seperti Brunai dan Malaysia. Cipta mengatakan, pengembangan bibit padi di Kota Sigkawang, bukan hanya dilakukan pada 2008 dan seterusnya. Namun, beberapa tahun sebelumnya, pengembangan bibit padi juga telah dilakukan. Secara bertahap, pengembangan bibit padi telah dilakukan mulai 2006. Kemudian, berlanjut pada 2007 dan 2008. “Pengembangan bibit ini akan kita lakukan dan terus dilakukan untuk tahun-tahun selanjutnya,” kata Cipta menegaskan. Sumber : www.borneo-tribune.net
