Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), alami perkembangan pesat dan telah menjadi 
pendidikan alternatif bagi anak-anak di Singkawang. Susan, Ketua Himpunan 
Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Singkawang mengatakan, lembaga 
pendidikan yang menekuni dunia anak-anak semakin menjamur di Kota Singkawang.

Menurutnya, semua saling bahu membahu dan berlomba untuk menyukseskan program 
yang diperkenalkan. ”Semakin dikenalnya PAUD dapat kita lihat dari jumlah PAUD 
yang berdiri di Kota Singkawang,” kata Susan. 

Sesuai dengan data yang diberikan Susan, hingga Februari 2008, jumlah PAUD 
berjumlah 41 lembaga. Tenaga pengajar yang terlibat sebanyak 135 guru, dan 
memiliki 1.321 orang murid. PAUD tersebut tersebar di lima kecamatan di Kota 
Singkawang. Di Singkawang Tengah terdapat 14 PAUD. Singkawang Barat ada 11 
PAUD. Singkawang Utara ada delapan PAUD. Singkawang Selatan ada delapan PUAD. 
Sementara untuk di Singkawang Timur baru ada satu PAUD.  

Susan mengatakan, semua PAUD yang didirikan merupakan hasil dari swadaya 
masyarakat. Pendirian tanpa bantuan pemerintah. Dengan berdirinya PAUD 
tersebut, Susan secara terbuka mengharapkan pemerintah kota, ikut memberikan 
perhatian.  Perhatian dapat berupa pemberian pelatihan kepada tenaga pengajar 
yang ada. 

Tujuannya, supaya tenaga pengajar lebih terampil dalam mengajar. Karenanya, 
diperlukan perhatian. ”Saya berharap, pemerintah kota ikut menfasilitasi,” kata 
Susan. 

Dari latar pendidikan, Susan mengatakan, ada sekitar 40 persen tenaga pengajar. 
Namun, sebagian besar lulusan SMA dan sederajat. Selebihnya berpendidikan D II 
dan S I. Bahkan, ada dua dari tenaga pengajar yang ada berlatar pendidikan 
Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selain memperhatikan keterampilan tenaga pengajar, pemerintah diharapkan dapat 
memerhatikan bangunan yang digunakan untuk PAUD. 

”Rata-rata bangunan yang digunakan untuk belajar adalah rumah pribadi,” kata 
Susan menjelaskan. 

Mengenai gaji tenaga pengajar, Susan memberikan bahwa selama ini pihak 
pengelola mengharapan dari iuran yang telah disepakati, antara pengelola PAUD 
dengan orang tua murid. Dari iuran tersebut, masing-masing tenaga pengajar 
mendapatkan honor sebesar Rp 50.000-Rp150.000. 

”Hingga saat ini, hanya sebesar itu yang dapat diberikan pengelola kepada 
tenaga pengajar,” kata Susan.

Sumber : www.borneo-tribune.net

Kirim email ke