Pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Barat yang wilayahnya masuk jalur utama arus mudik maupun balik Idulfitri 1429 Hijriyah diimbau memperbaiki infrastruktur jalan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.
“Misalnya jalan masuk ke Kota Singkawang, ada ruas yang rusak dan kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas seperti yang dialami rombongan Safari Ramadhan 1429 Hijriyah Gubernur Kalbar, Kamis kemarin,” kata anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kalbar, Zainal Abidin di Pontianak, Jumat. Kota Singkawang berjarak 145 kilometer dari Pontianak. Sewaktu memasuki batas kota, ruas jalan yang sebelumnya satu jalur dibangun Pemerintah Kota Singkawang menjadi dua jalur dengan panjang sekitar lima kilometer. Setelah itu, jalan kembali satu jalur dengan lebar sekitar delapan meter hingga memasuki pusat Kota Singkawang. Menurut Zainal Abidin, meski masuk kategori jalan negara, namun sewaktu Singkawang dipimpin Awang Ischak, ada kesepakatan dengan pemerintah pusat bahwa ruas jalan dibuat dua jalur padahal awalnya hanya satu jalur. “Pemkot Singkawang berkewajiban untuk merawat jalan dua jalur tersebut. Sebagian dana pembangunan dari APBD Kota Singkawang dan sebagian lagi dari APBN,” katanya. Tiga mobil dinas yang mengikuti Gubernur Kalbar Cornelis melakukan Safari Ramadhan ke Kabupaten Sambas, pada Kamis (18/9) sore mengalami kecelakaan sewaktu memasuki wilayah Kota Singkawang. Tiga kendaraan tersebut dari Dinas Kehewanan dan Peternakan Kalbar, Asisten II Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah Kalbar, dan Biro Perlengkapan Sekretariat Daerah Kalbar. Tabrakan beruntun terjadi karena kendaraan di depan mereka berupaya menghindari lubang di ruas jalan dua jalur tersebut. Satu petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Kalbar yang ada di mobil milik Biro Perlengkapan dikabarkan patah tangan. Namun rombongan tetap melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Sambas dan direncanakan tiba kembali di Pontianak Jumat (19/9) malam. Dini hari sebelumnya, tiga sepeda motor dikabarkan juga jatuh di lokasi yang sama gara-gara ingin menghindari lubang tersebut. Sumber : www.borneo-tribune.net
