SINGKAWANG – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jendral Polisi 
Erwin Tobing mengimbau kepada semua masyarakat di Singkawang, untuk menghargai 
perbedaan. Ia juga mengimbau untuk menghindari gesekan-gesekan yang terjadi 
dalam kehidupan bermasyarakat. “Saya imbau masyarakat di Singkawang untuk 
menghargai perbedaan yang ada. Tidak ada gesekan-gesekan dan konflik, kita 
harus saling menghargai antar sesama,” kata Kapolda kemarin malam. 

 “Kita menjaga agar semua kegiatan berjalan dengan baik, lancar, kondusif. Pada 
intinya semua jajaran saya selalu siap,” tegasnya menambahkan. Kapolda 
berkunjung ke Kota Singkawang  untuk melihat situasi keamanan dan kesiapan 
pelaksanaan pengamanan Cap Go Meh tahun ini oleh jajarannya. Ia bersama 
rombongannya, berisi perwira polisi di jajaran Polda Kalbar tiba sekitar pukul 
17.45 WIB kemarin, dan langsung beristirahat di Hotel Mahkota Singkawang, Jalan 
Diponegoro.   “Saya juga belum pernah melihat Cap Go Meh. Oleh karena itu saya 
berkunjung juga kesini (Singkawang),” katanya. Orang nomor satu di korps 
berbaju cokelat Kalbar yang baru saja dilantik Kapolri Jendral Bambang Hendarso 
Danuri menggantikan Brigjen Pol Raden Nata Kesuma ini tidak tampak lelah, meski 
melakukan perjalanan hampir empat jam, karena Kota Singkawang tidak punya 
Bandar Udara yang bisa mempersingkat perjalanan. Iring-iringan Mobil rombongan 
pun disambut oleh Kapolres Singkawang AKBP Subnedih, beserta istri dan perwira 
di jajarannya. 

Kapolda pun meninjau Polres Singkawang untuk melihat kondisi mako tersebut. 
Selain itu, ia juga menyambangi pasukan BKO Brimob yang diterjunkan, untuk 
membantu pengamanan Cap Go Meh di Singkawang tahun ini.  Selain itu, ia juga 
melakukan peninjauan kepada titik-titik keramaian dan pengamanan, yang 
diprediksikan akan ramai dikunjungi masyarakat hari ini. Kapolda Kalbar akan 
memberantas premanisme dari bumi Khatulistiwa. “Premanisme, jangan coba-coba, 
kita akan tindak tegas. Kita akan pantau terus. Tidak ada premanisme. Kita 
ingin hidup tentram dan enak,” kata Erwin. Ia menambahkan, dalam memberantas 
premanisme tersebut, polisi juga tidak asal menindak tanpa adanya memberikan 
solusi. Menurut dia, pemerintah daerah juga harus membuka mata, dan berpikir 
mengapa premanisme itu ada. “Pemda juga harus berbuat, untuk melihat mengapa 
ada premanisme. Harus juga memikirkan, mungkin saja masalah kesejahteraan 
masyarakat. Jadi tidak asal memberantas, tanpa memberikan solusi,” ujar dia. 

Premanisme merupakan salah satu dari sembilan jenis kejahatan yang menjadi 
atensi Kapolri. Menurut Erwin, hal itu akan menjadi prioritas. “Untuk sembilan 
kejahatan atensi, seperti illegal logging, perjudian, saya sudah pesan kepada 
semua Kapolres, untuk diberantas. Kalau ada anggota yang terlibat akan 
ditindak, kalau dibiarkan juga akan kita tindak,” ungkapnya.  Kabid Humas Polda 
Kalbar AKBP Suhadi menambahkan, pertama kali Kapolda datang ke Kalbar, langsung 
membuat fakta integritas. Fakta tersebut, ditandatangani oleh semua Kapolres. 
Kemudian Kapolres, membuat hal yang sama untuk jajarannya, dan seterusnya 
sesuai jenjang yang ada. “Semua Kapolres harus melaksanakan semua yang 
diperintahkan pimpinan, dalam hal ini memberantas sembilan kejahatan atensi. 
Jika fakta integritas dilanggar, apalagi terlibat, maka harus siap ditindak,” 
kata Suhadi. 

“Kapolda juga mengarahkan anggota untuk tidak arogan, sombong, selalu membaur 
dengan masyarakat dan jangan terlibat kegiatan illegal,” kata Suhadi 
menambahkan. Dir Lantas Polda Kalbar Kombes Pol Imam Pramukarno mengatakan, 
polisi selalu bersikap netral dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kata dia, 
situasi kondisi Singkawang diharapkan kondusif, sehingga Cap Go Meh bisa 
berjalan lancar. Imam Pramukarno menambahkan, masyarakat harus bisa saling 
bertoleransi. Ia mengatakan, kemungkinan jalanan akan menjadi macet, akibat 
ramainya masyarakat yang turun ke jalan, menyaksikan Cap Go Meh. Untuk itu, ia 
meminta semua masyarakat pengguna jalan untuk bersabar.  “Kalau macet, harus 
bisa saling memaklumi, karena ini ramai. Seluruh anggota siaga mengamankan lalu 
lintas, dan selalu siaga di setiap pusat keramaian. Masyarakat harus 
toleransilah dalam setiap kemacetan. Kegiatan akan lancar, bisa penuh dengan 
kebersamaan dan toleransi,” pungkas Imam. (ody)    

Sumber : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=14421

Kirim email ke