SINGKAWANG – Puncak perayaan Cap Go Meh jatuh pada hari ini, 15 Imlek atau 9 Februari 2009. Kemarin (Minggu 8/2) atau hari ke-14 penanggalan imlek, ratusan tatung yang ada di Kota Singkawang melaksanakan ritual keagamaan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pusat Kota Singkawang kemarin. Tatung-tatung tersebut mengirim doa agar segala pelaksanaan kegiatan Cap Go Meh hari ini berjalan lancar.
“Hari ini para tatung melaksanakan ritual memohon izin untuk melaksanakan atraksi Cap Go Meh besok (hari ini),” kata Suwardi salah satu pengurus Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pusat Kota Singkawang atau Pekong Tua kepada wartawan kemarin di depan kerumunan manusia yang memadati kawasan pekong di Jalan Sejahtera Singkawang. Sejak pagi, para tatung sudah bergerak dari tempat mereka masing-masing menuju kelenteng tersebut. Rata-rata dari mereka menggunakan tandu-tandu yang sudah dilengkapi dengan benda tajam, seperti parang dan lainnya. Gendang juga melengkapi kehadiran mereka. Kebanyakan menggunakan pakaian khusus. Tak terkecuali, tatung anak-anak juga melakukan ritual. Di atas tandu, para tatung tersebut juga menggerak-gerakkan badannya, sesuai dengan irama gendang yang ditabuh. Tak sedikit dari mereka yang sudah terlihat seperti kerasukan roh.Oleh karena itulah, tanpa ada rasa sakit bagi tatung, ketika terlihat barang tajam ditusukkan di pipi mereka. Dari sebelah kanan, bahkan hingga menembus sebelah kiri. Tak hanya itu, di atas tandu, banyak juga yang menginjak parang yang ada, tanpa alas kaki. Akan tetapi, tidak ada darah segar yang keluar sedikitpun dari tubuh para tatung ini. Bendera-bendera kebesaran mereka juga turut serta dibawa. Ada juga tatung setelah melaksanakan ritual, berhenti di depan pekong tersebut, untuk beratraksi sejenak. Tak pelak, hal ini menjadi perhatian masyarakat. Terutama para jurnalis. Bahkan, masyarakat juga banyak yang mengabadikannya dengan menggunakan camera yang ad di handphone mereka. Aksi ini mendapatkan kawalan ketat dari aparat Kepolisian Resor Kota Singkawang. Masyarakat yang umumnya warga Tionghua, bisa tenang untuk menyaksikan atraksi tahunan ini. Sementara itu, polisi terpaksa menutup jalan sejahtera yang melintasi pekong tersebut. Sebab, kawasan itu tidak mungkin dilalui oleh kendaraan, karena dipadati manusia. Semakin siang, jalanan sejahtera dipadati manusia. Mereka ingin menyaksikan para tatung melakukan ritual dan beratraksi. Satu persatu secara bergantian, para tatung melaksanakan kegiatan ritual mereka. Bau dupa pun harum semerbak. Suasana di kelenteng tersebut, didominasi warna merah. Para tatung yang telah selesai melaksanakan ritual, kembali ke tempat mereka masing-masing. Masyarakat tampak antusias melihat atraksi ini. Menurut Suwardi, pekong tersebut merupakan kelenteng tertua yang ada di Kota Singkawang. Oleh karena itulah, kebanyakan para tatung melaksanakan ritual di tempat tersebut, sebelum melaksanakan aksinya hari ini. “Hari inikan (kemarin) menurut perhituangan imlek adalah tanggal 14, dan besok (hari ini) 15 imlek puncaknya. Para tatung melaksanakan ritual dulu, sebelum melakukan Cap Go Meh besok (hari ini),” ungkap Suwardi. (ody) Sumber : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=14418
