Assalaamu 'alaikum wr. wb.

> ----------
> From:         R. Sunarman[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
> Menurut saya, anda tidak terlalu keliru. Amalan pribadi adalah benih
> yang [harus] ditanam, dan amalan sosial merupakan buah yang
> [seharusnya] dihasilkan. Semua ibadah ritual dalam Islam dirancang
> untuk membersihkan jiwa orang yang melakukannya. Buah dari jiwa yang
> bersih itu adalah kerelaan berkorban dan melakukan amal kebajikan bagi
> keserasian alam semesta pada umumnya. 
> 
Memang penjelasan seperti inilah yang paling sering saya terima dari
orang-orang yang menjalankan tasawuf. Tapi saya masih tidak mampu mengusir
kecurigaan bahwa Rasulullah SAAW menghendaki agar Amalan Pribadi dan Amalan
Sosial ini dijalankan secara bersama-sama dalam pembersihan jiwa manusia.
Terlalu banyak hadist, kepingan sejarah, dll yang justru mendorong saya
untuk berpikir demikian.

> Lha kalau anda menempatkan ibadah ritual dan amal sosial itu
> berlangsung bersama-sama sejak awal, jangan-jangan amal sosial itu
> tidak didasari kebersihan jiwa. Artinya, dapat saja ada orang
> membangun masjid atau bagi-bagi uang kepada orang miskin, tetapi
> dengan disertai permintaan agar orang-orang mencoblos partainya 
> dalam Pemilu atau memilihnya sebagai Lurah.
> 
Hihihi... Kalau niatnya memang jelek ya rusaklah semua amalan itu. Amalan
pribadipun kalau niatnya jelek ya malah akan mengantar orang tersebut
semakin jatuh. Misalnya sholat untuk Riya', atau zikir untuk memperoleh
kesaktian....hehehe.... Bukan kebersihan jiwa yang diperoleh tetapi justru
Miring kali :-).

Saya bayangkan jika misalnya seseorang menolong anjing yang kehausan, maka
sebenarnya perbuatan tersebut ini --tentunya bila dengan niat ikhlas untuk
menolong anjing tersebut (tapi niatnya apa lagi sih?) --  mungkin jauh lebih
bermanfaat bagi pembersihan jiwanya daripada melakukan sholat sunnah seratus
kali. Metode inilah yang barangkali ditunjukkan oleh Rasulullah SAAW kepada
umatnya. Sehingga Rasulullah SAAW berhasil menciptakan sekelompok manusia
dengan Hati yang mudah hancur dan Mata yang mudah menangis menyaksikan
penderitaan makhluk-Nya.
Saya ini kan cuman berhipotesa saja bahwa bukan cuman amalan pribadi yang
akan mengantar kita kepada pembersihan jiwa, tetapi bahkan amalan sosial
akan jauh lebih cepat memberikan buahnya :-).

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke