hem
eed
--- Pusat Studi Lingkungan UNHALU
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pak Sarwono salah ambil literatur kali sehingga mau
> nyewakan pulau-pulau
> kecil. Saya kira beliau harus hati-hati dengan ide
> ini..bahayyya..
> 
> manan
> -----Original Message-----
> From: suhartono <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Thursday, July 06, 2000 4:44 AM
> Subject: Re: [envorum] Federal atau OTODA utk
> Pemanfaatan Sumberdaya Lokal
> 
> 
> >nha itu sarwono ada lagi...nyewain pulau pulau???
> bisnis apa pula ini? apa
> >sudah sedemikian tidak kebagiannya dia,,hingga
> pupau pulau disewain??
> >daripada begitu lebih baik misah misah aja...
> >
> >sht
> >
> >----------
> >> From: Jamal M. Gawi <[EMAIL PROTECTED]>
> >> To: [EMAIL PROTECTED]
> >> Subject: Re: [envorum] Federal atau OTODA utk
> Pemanfaatan Sumberdaya
> >Lokal
> >> Date: Monday, July 03, 2000 10:42 PM
> >>
> >> Mbak Nenny,
> >>
> >> Saya pikir mungkin semua kita setuju bahwa
> desentralisasi (apakah itu
> >OTODA
> >> atau Federalisme) bukan saja wacana yang menarik
> untuk dikaji, tetapi
> >juga
> >> harus mulai diterapkan. Tetapi tentu saja banyak
> hal yang perlu dibahas
> >dan
> >> diselesaikan terlebih dahulu.
> >>
> >> Salah satu hal yang membuat saya khawatir adalah
> tentang kewenangan
> >dibidang
> >> proteksi lingkungan, khususnya hutan.
> >> Saya mengobservasi banyak pemerintah daerah
> (kabupaten) punya
> >kecenderungan
> >> exploitatif (short term) yang dapat mengarah
> kepada kerusakan SDA, yang
> >> tentu saja akan menimbulkan bencana dimasa depan
> (long term). Apalagi
> >> dibanyak kabupaten, kekuatan penyeimbang (NGO,
> public pressure, dll)
> >masih
> >> belum tumbuh dengan baik, sehingga birokrasi
> pemerintah daerah dan
> >> kepentingan tertentu sangat dominan.
> >>
> >> Oleh sebab itu, harus dipikirkan secara hati-hati
> nasib kawasan
> >konservasi
> >> kita. Harus dapat dicarikan jalan keluar untuk
> mempertemukan kepentingan
> >> jangka pendek dan jangka panjang, sehingga
> kepentingan daerah dapat
> >dijaga
> >> dan pada saat bersamaan lingkungan juga
> terselamatkan.
> >>
> >> Salah satu proposal yang muncul adalah, bagi
> Kabupaten yang sebagian
> >besar
> >> wilayahnya merupakan kawasan konservasi, harus
> diberikan subsidi atau
> >> insentif sehingga mereka bersedia terus menjaga
> kawasan konservasi
> >> bersangkutan. Subsidi dapat berasal dari
> kabupaten lain yang diuntungkan
> >> oleh keberadaan kawasan konservasi, atau oleh
> pemerintah propinsi atau
> >PP.
> >> Untuk ini tentu saja harus ada mekanisme yang
> jelas.
> >>
> >> Selain itu,  banyak kabupaten belum menyadari
> "nilai" dari kawasan
> >> konservasi yang mereka miliki, seperti untuk
> keperluan ekowisata dll.
> >Kalau
> >> nilai ini dapat dimunculkan secara meyakinkan,
> maka akan ada insentif
> >> tersendiri untuk menjaga kawasan konservasi yang
> mereka miliki.
> >>
> >> Alternatif lain adalah, harus dikaji ulang "nilai
> konservasi" kawasan
> >> tertentu untuk memberi peluang bagi daerah untuk
> meningkatkan pembangunan
> >> ekonomi daerah (tentu saja kalau arah
> ekstensifikasi/eksploitasi yang di
> >> pilih). Konsekuensinya kawasan konservasi dapat
> menciut untuk memberikan
> >> tempat bagi pembanguan ekonomi yang berbasis
> lahan (pertanian,
> >peternakan,
> >> perkebunan, Kehutanan, dll.)
> >>
> >> Tentu saja kita harus terus mencari jalan
> keluar-jalan keluar baru untuk
> >> mengatasi konflik lahan di atas.
> >>
> >> sekian saja,
> >> jamal
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> -----Original Message-----
> >> From: Nenny Babo <[EMAIL PROTECTED]>
> >> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; Nadji
> Palemmui Shima
> >> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> ><[EMAIL PROTECTED]>;
> >> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; Mashadi
> Said
> ><[EMAIL PROTECTED]>
> >> Date: 01 July 2000 13:27 PM
> >> Subject: [envorum] Federal atau OTODA utk
> Pemanfaatan Sumberdaya Lokal
> >>
> >>
> >> Teman-teman envorum,
> >>
> >> Saya ingin urung rembug pemikiran tentang
> dapatkah otonomi daerah (OTODA)
> >> meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal?
> Mudah2an dapat direspons.
> >> Berbagai fakta yang tergambar bahwa masyarakat
> Papua selama berpuluh2
> >tahun
> >> tak berdaya untuk mencegah eksploitasi isi perut
> tanah Papua untuk
> >dilarikan
> >> ke luar negeri. Demikian juga masyarakat Sakai
> selama seratus tahun telah
> >> menjadi penonton pipa2 minyak yang mengalirkan
> milyaran dollar dari bumi
> >> Riau dan tetap menjadi masyarakat terasing.
> Berita terbaru di Kompas
> >> (29/6/2000) mengungkapkan beberapa tokoh adat
> Suku Dayak Siang ditahan
> >> polisi karena dituduh mengancam dan menghalang2i
> kegiatan dan
> >kelangsungan
> >> proyek penambangan emas yang didanai oleh modal
> asing. Mereka diancam
> >dengan
> >> UU No.11/1967 dan UU No.12/1951. Padahal mereka
> hanya mempertahankan hak
> >> adat yang selama bertahun2 digusur begitu saja
> dari wilayah adat suku
> >> mereka, dan ironisnya perusahaan asing PT.Indo
> Muro Kencana sama sekali
> >> tidak memberikan kontribusi apapun bagi
> masyarakat adat Suku Dayak Siang.
> >>
> >> Kasus2 diatas hanya sebagian kecil dari segudang
> kasus2 yang dialami
> >> masyarakat lokal/adat. Kajian tentang hukum
> lingkungan oleh ICEL (1999)
> >> menemukan berbagai bukti yuridis dan kebijakan
> pemerintah pusat (PP) yang
> >> tidak local people friendly. Berbagai paket
> peraturan perundang2an sumber
> >> daya alam (SDA) tidak mengakui hak2 masyarakat
> lokal/adat terhadap SDA
> >dan
> >> mereka semakin dipinggirkan. Inilah tragedi dari
> sistem pemerintahan yang
> >> sentralistik, menarik asset2 lokal ke pusat dan
> telah memberikan hasil
> >yang
> >> tidak signifikan terhadap masyarakat lokal dan
> daerah.
> >>
> >> Eksploitasi SDA/lokal oleh PP melalui PMD/PMA
> tanpa menghiraukan
> >peningkatan
> >> kesejahteraan masyarakat lokal/adat atau daerah
> menjadikan SDA/lokal
> >hanya
> >> menjadi impian belaka untuk kemaslahatan
> masyarakat lokal/adat.
> >Peningkatan
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send instant messages & get email alerts with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com/

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke