 
 

 

 


KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL

        Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal 
manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang mulia di 
dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan kemampuan akal 
inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. Namun 
akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami hakikat 
eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di capai dengan 
menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. 
        Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah bisa 
difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan imajinasi 
hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat dalam memahami 
fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka anggap 
sebagai sesembahan dan tuhan. Mungkin saat ini manusia menyembah 
Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan).
Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan kedudukannya dirinya 
didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi material, 
tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang lemah 
terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup adalah 
kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali lagi semua 
ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia yang 
dikokohkan oleh akal. 
Akal merupakan ciptaan tuhan,  karena tidak mungkin keteraturan yang 
amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu ada 
kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur sekalian 
alam beserta hukum-hukumnya.

 Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak tercipta dari 
ketiadaan

 
 
 
 
 
  

    
35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang 
menciptakan (diri mereka sendiri)?

Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan 
perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang dibuat oleh 
manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari eksistensi 
manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan hati, karena 
akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan makna hidup,
 yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan dan tuhan 
tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri petunjuk (wahyu).

 
 
 
 
 

    
56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka 
mengabdi (menyembah) kepada-Ku.

Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan syariat, 
hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia membuat-
buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh alloh. Akal 
diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan bukan 
untuk menentang dan menandingi wahyu. 
        Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas 
tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai bentuk 
pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan mutlak adalah 
suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat difahami oleh 
akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. 
Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna hidup ?
apakah manusia? Alam ?
Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi manusia diatas 
langit?
Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai pencipta 
dirinya? 


 

  
 
 
 
 
 
   
4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi 
pembantah yang nyata.
(An-Nahl: 4)

        Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air yang 
hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang juga 
ciptaannya? Sungguh ironis...
Kadang aku melihat filsafat sebagai upaya perlawanan manusia terhadap 
tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai kebenaran 
dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al-quran). 
        Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan mengatakan 
bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), dan 
menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika dan hukum.
 Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, ia 
menganggap dirinya serba cukup 

 • 

 

     
 

    
6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7)

        Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya dalam 
bentuk filsafat itu  cukup dan mampu mencapai kebenaran tanpa ada 
bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia telah 
menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia perlu untuk 
mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang diluar 
wahyu yakni akalnya (filsafat). 
        Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang wahyu 
atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari petunjuk 
tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia manusia mampu 
memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam wahyu 
tersebut. 
        Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit dan 
berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam sebuah 
imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa kita 
tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH.





******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke