APA YANG KAU MAKSUD KARANGAN MANUSIA DAN KEBOHONGAN PUBLIK ?!!!
HATI-HATI AS AS, ANDA MULAI MEMBUKA KEDOK ANDA SENDIRI DAN TELUNJUK 
MALAH AKAN TERTUJU PADAMU SENDIRI
--- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sudah jelas karangan manusia, kok diakukan sebagai wahyu.
> Istilah zaman sekarang adalah 'pembohongan publik'.
> 
> qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:                               
&#61641;&#61519;&#61683;&#61601;&#61646;&#61488; 
&#61611;&#61473;&#61476;&#61475; 
&#61639;&#61536;&#61627;&#61557;&#61512;&#61687;&#61553;&#61607;&#615
81;&#61497;&#61476;&#61475; 
&#61641;&#61519;&#61578;&#61647;&#61549;&#61607;&#61581;&#61497;&#614
76;&#61475; &#61639;&#61642;&#61640;
>  
>  KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL
>  
>   Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal 
>  manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang mulia 
di 
>  dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan kemampuan 
akal 
>  inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. Namun 
>  akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami hakikat 
>  eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di capai 
dengan 
>  menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. 
>   Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah bisa 
>  difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan imajinasi 
>  hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat dalam 
memahami 
>  fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka 
anggap 
>  sebagai sesembahan dan tuhan. Mungkin saat ini manusia menyembah 
>  Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan).
>  Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan kedudukannya 
dirinya 
>  didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi 
material, 
>  tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang lemah 
>  terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup 
adalah 
>  kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali lagi 
semua 
>  ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia yang 
>  dikokohkan oleh akal. 
>  Akal merupakan ciptaan tuhan,  karena tidak mungkin keteraturan 
yang 
>  amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu ada 
>  kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur 
sekalian 
>  alam beserta hukum-hukumnya.
>  
>  Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak tercipta dari 
>  ketiadaan
>  
>  &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; 
&#61480;&#61475;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61668;&#615
62; &#61684;&#61536;&#61647;&#61506; 
&#61646;&#61582;&#61686;&#61581;&#61560;&#61678; 
&#61502;&#61668;&#61683;&#61651;&#61560;&#61611; 
&#61687;&#61520;&#61554;&#61478; &#61667;&#61518;&#61672;&#61540; 
&#61594;&#61539;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61627;&#615
61;&#61570;&#61688;&#61497;&#61476;&#61475; 
&#61639;&#61644;&#61646;&#61640;   
>  35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang 
>  menciptakan (diri mereka sendiri)?
>  
>  Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan 
>  perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang dibuat 
oleh 
>  manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari eksistensi 
>  manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan hati, 
karena 
>  akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan makna 
hidup,
>   yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan dan 
tuhan 
>  tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri petunjuk 
(wahyu).
>  
>  &#61476;&#61556;&#61506;&#61557;&#61554; 
&#61664;&#61517;&#61688;&#61481;&#61550;&#61501;&#61561;&#61562; 
&#61603;&#61536;&#61637;&#61543;&#61688;&#61498;&#61476;&#61475; 
&#61565;&#61607;&#61522;&#61517;&#61565;&#61476;&#61475;&#61557;&#615
54; &#61598;&#61559;&#61646;&#61481; 
&#61640;&#61538;&#61554;&#61663;&#61577;&#61671;&#61495;&#61687;&#616
72;&#61557;&#61579;&#61647;&#61497; 
&#61639;&#61646;&#61647;&#61640;   
>  56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya 
mereka 
>  mengabdi (menyembah) kepada-Ku.
>  
>  Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan 
syariat, 
>  hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia membuat-
>  buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh alloh. 
Akal 
>  diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan bukan 
>  untuk menentang dan menandingi wahyu. 
>   Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas 
>  tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai bentuk 
>  pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan mutlak 
adalah 
>  suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat difahami 
oleh 
>  akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. 
>  Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna hidup ?
>  apakah manusia? Alam ?
>  Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi manusia 
diatas 
>  langit?
>  Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai pencipta 
>  dirinya? 
>  
>  &#61594;&#61529;&#61550;&#61501;&#61561;&#61563; 
&#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
76;&#61475; &#61536;&#61647;&#61506; 
&#61495;&#61552;&#61560;&#61695;&#61685;&#61660;&#61596;&#61522; 
&#61475;&#61555;&#61580;&#61646;&#61482;&#61555;&#61689; 
&#61557;&#61553;&#61672;&#61540; 
&#61650;&#61519;&#61579;&#61637;&#61633;&#61561;&#61562; 
&#61655;&#61691;&#61692;&#61646;&#61495;&#61589;&#61506; 
&#61639;&#61645;&#61640;   
>  4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi 
>  pembantah yang nyata.
>  (An-Nahl: 4)
>  
>   Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air yang 
>  hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang juga 
>  ciptaannya? Sungguh ironis...
>  Kadang aku melihat filsafat sebagai upaya perlawanan manusia 
terhadap 
>  tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai 
kebenaran 
>  dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al-
quran). 
>   Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan mengatakan 
>  bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), dan 
>  menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika dan 
hukum.
>   Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, ia 
>  menganggap dirinya serba cukup 
>  
>  &#61512;&#61560;&#61560;&#61486; •&#61538;&#61646;&#61481; 
&#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
76;&#61475; 
&#61475;&#61651;&#61560;&#61686;&#61684;&#61660;&#61557;&#61578;&#615
55;&#61497; &#61639;&#61647;&#61640;   &#61538;&#61554;&#61478; 
&#61671;&#61550;&#61475;&#61557;&#61668;&#61607;&#61585; 
&#61475;&#61651;&#61551;&#61535;&#61688;&#61683;&#61556;&#61511;&#616
83;&#61593;&#61476;&#61475; &#61639;&#61648;&#61640;   
>  6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
>  7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7)
>  
>   Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya dalam 
>  bentuk filsafat itu  cukup dan mampu mencapai kebenaran tanpa ada 
>  bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia telah 
>  menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia perlu 
untuk 
>  mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang diluar 
>  wahyu yakni akalnya (filsafat). 
>   Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang wahyu 
>  atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari petunjuk 
>  tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia manusia 
mampu 
>  memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam wahyu 
>  tersebut. 
>   Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit dan 
>  berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam sebuah 
>  imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa kita 
>  tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH.
>  
>  
>      
>                                
> 
>        
> ---------------------------------
> Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
> Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at 
Yahoo! Games.
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke