APA YANG KAU MAKSUD KARANGAN MANUSIA DAN KEBOHONGAN PUBLIK ?!!! HATI-HATI AS AS, ANDA MULAI MEMBUKA KEDOK ANDA SENDIRI DAN TELUNJUK MALAH AKAN TERTUJU PADAMU SENDIRI --- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sudah jelas karangan manusia, kok diakukan sebagai wahyu. > Istilah zaman sekarang adalah 'pembohongan publik'. > > qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:   ɧ 81; ɦ 76;  > > KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL > > Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal > manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang mulia di > dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan kemampuan akal > inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. Namun > akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami hakikat > eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di capai dengan > menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. > Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah bisa > difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan imajinasi > hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat dalam memahami > fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka anggap > sebagai sesembahan dan tuhan. Mungkin saat ini manusia menyembah > Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan). > Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan kedudukannya dirinya > didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi material, > tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang lemah > terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup adalah > kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali lagi semua > ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia yang > dikokohkan oleh akal. > Akal merupakan ciptaan tuhan, karena tidak mungkin keteraturan yang > amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu ada > kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur sekalian > alam beserta hukum-hukumnya. > > Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak tercipta dari > ketiadaan > >  ɧ 62;      ɧ 61;  > 35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang > menciptakan (diri mereka sendiri)? > > Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan > perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang dibuat oleh > manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari eksistensi > manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan hati, karena > akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan makna hidup, > yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan dan tuhan > tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri petunjuk (wahyu). > >    ɧ 54;  ɨ 72;  > 56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka > mengabdi (menyembah) kepada-Ku. > > Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan syariat, > hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia membuat- > buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh alloh. Akal > diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan bukan > untuk menentang dan menandingi wahyu. > Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas > tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai bentuk > pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan mutlak adalah > suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat difahami oleh > akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. > Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna hidup ? > apakah manusia? Alam ? > Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi manusia diatas > langit? > Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai pencipta > dirinya? > >  ɦ 76;        > 4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi > pembantah yang nyata. > (An-Nahl: 4) > > Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air yang > hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang juga > ciptaannya? Sungguh ironis... > Kadang aku melihat filsafat sebagai upaya perlawanan manusia terhadap > tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai kebenaran > dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al- quran). > Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan mengatakan > bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), dan > menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika dan hukum. > Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, ia > menganggap dirinya serba cukup > >   ɦ 76; ɧ 55;    ɨ 83;  > 6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, > 7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7) > > Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya dalam > bentuk filsafat itu cukup dan mampu mencapai kebenaran tanpa ada > bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia telah > menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia perlu untuk > mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang diluar > wahyu yakni akalnya (filsafat). > Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang wahyu > atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari petunjuk > tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia manusia mampu > memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam wahyu > tersebut. > Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit dan > berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam sebuah > imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa kita > tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH. > > > > > > > --------------------------------- > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games. >
****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
