Aku juga bisa nulis gini, kok Selo

Kitab ini
tak diragukan lagi
adalah
bisikan langsung dari
Kiai Rojomili
yang terjadi
pada hari
malem  Jum'at Legi
hihihi

Jadi, Selo, biarkan kitab Kiai Rojomili ini
menjawab sendiri
hihihi lagi

mumpung puasanya blon mulai

aku sudah bikin pengumuman, kok
agar semua orang menghormati aku
wong aku poso
hihihi

hayo , kamu hormat'
kamu hormat
kamu hormat

graaaaaaaaak

kalau kagak mau hormat
aku dah bawa orang2
bawa penthungan
hehehe

temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Terima 
kasih atas pernyataan ketololannya.  Kita berdua tidak berada 
 pada zaman dimana Qur'an dikumpulkan. Sangatlah gegabah menyimpulkan 
 sahabat utsman sebagai seorang yang berkhianat pada amanat 
 rasulullah.
 
 Bila Anda meragukan pengetahuan saya, sungguh sangat wajar  karena 
 saya memang terbatas dan bolehlah dikatakan sama sekali bodoh. 
 Sungguh jauh berbeda dengan saudara as as yang berwawasan luas dan 
 mumpuni. Tapi karena Al-qur'an yang anda ragukan kebenarannya, 
 biarlah Al-Qur'an sendiri yang menjawabnya.
 
 Q. S Al-Hajj :
 Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. (75) 
 Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu 
 mengetahui, (76) sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang 
 sangat mulia, (77) pada kitab yang terpelihara [Lauh Mahfuzh], (78) 
 tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. (79) 
 Diturunkan dari Tuhan semesta alam. (80) Maka apakah kamu menganggap 
 remeh saja Al Qur'an ini?, (81) kamu [mengganti] rezki [yang Allah 
 berikan] dengan mendustakan [Allah]. (82) Maka mengapa ketika nyawa 
 sampai di kerongkongan, (83) padahal kamu ketika itu melihat, (84) 
 dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak 
 melihat, (85)
 
 Q.S Al-Baqarah :
 Alif laam miim . (1) Kitab  [Al Qur'an] ini tidak ada keraguan 
 padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa , (2) [yaitu] mereka 
 yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat [6] dan 
 menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, 
 (3) dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Qur'an] yang telah 
 diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu 
 serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat. (4) Mereka 
 itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah 
 orang-orang yang beruntung (5)
 
 Dan jika kamu [tetap] dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami 
 wahyukan kepada hamba Kami [Muhammad], buatlah satu surat [saja] 
 yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain 
 Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (23) Maka jika kamu tidak 
 dapat membuat [nya] dan pasti kamu tidak akan dapat membuat [nya], 
 peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, 
 yang disediakan bagi orang-orang kafir. (24)
 
 Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk 
 atau yang lebih rendah dari itu Adapun orang-orang yang beriman, 
 maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, 
 tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan 
 ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang 
 disesatkan Allah dan dengan perumpamaan itu [pula] banyak orang yang 
 diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali 
 orang-orang yang fasik, (26) [yaitu] orang-orang yang melanggar 
 perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa 
 yang diperintahkan Allah [kepada mereka] untuk menghubungkannya dan 
 membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. 
 (27) Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, 
 lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-
 Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (28)
 
 Asy-Syuaraan:
 Thaa Siin Miim (1) Inilah ayat-ayat Al Qur'an yang menerangkan. (2) 
 Boleh jadi kamu [Muhammad] akan membinasakan dirimu, karena mereka 
 tidak beriman. (3) Jika Kami kehendaki niscaya Kami menurunkan 
 kepada mereka mu'jizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk 
 mereka tunduk kepadanya. (4) Dan sekali-kali tidak datang kepada 
 mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan 
 mereka selalu berpaling daripadanya. (5) Sungguh mereka telah 
 mendustakan [Al Qur'an], maka kelak akan datang kepada mereka 
 [kenyataan dari] berita-berita yang selalu mereka perolok-olokan. 
 (6) 
 
 Maka karena itu serulah [mereka kepada agama itu] dan tetaplah 
 sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa 
 nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang 
 diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara 
 kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami 
 dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan 
 kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali 
 [kita]" (15)
 
 Beberapa fakta tentang Qur'an yang saya tahu adalah bahwa setelah 
 Rasulullah wafat, ada 4 salinan Al-qur'an yang ditulis dengan dialek 
 masing-masing penyalinnya, salah satunya adalah Ummul Mukminin Hafsa 
 ra. Pada awalnya Rasulullah mengizinkan shabat menulis dengan dialek 
 mereka masing-masing tapi kemudian dialek itu malah dikhawatirkan 
 dianggap Qur'an yang asli. Karena alas an itulah Ustman mambakar 
 ketiga salinan dan menyusun Qur'an berdasarkan sumber yang terdekat 
 dengan Rasulullah yaitu Ummul Mukminin Hafsa ra. 
 
 Sejak saat itu, untuk tetap menjaga keaslian Al-Qur'an, Walaupun 
 diterjemahkan dalam bahasa apapun, bahasa asli Al-Qur'an akan tetap 
 terpelihara.
 
 Al Hajj :
 Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya 
 Kami benar-benar memeliharanya . (9)
 
 Sekali lagi terima kasih saudara As as karena membuat saya semakin 
 sadar kalau manusia begitu jauh dari pemahaman terhadap diri dan 
 sejarahnya. Maafkan kelancangan saya yang bodoh ini.
 
 Memasuki Bulan suci Ramadhan ini saya juga bermaksud meminta maaf 
 pada semua anggota milis bila ada perkataan saya yang tidak pada 
 tempatnya. Semoga semua hati dilapangkan.
 
 --- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Kamu, Selo, memang tolol, sama dengan para fanatikus lain yang 
 memikir dengan dengkul tanpa menggunakan otak dan perasaan yang 
 dikaruniakan oleh Allah.
 > 
 > Allah, adalah Tuhan saya yang melindungi saya dan yang selalu 
 menolong saya..
 > 
 > Kamu, pasti tak pernah belajar, bagaimana mushaf itu dikumpulkan. 
 Semula ada banyak mushaf, lalu dibentuk panitia, lalu disodorkan 
 hanya satu mushaf, sedang mushaf lain dimusnahkan. Usman diprotes 
 oleh sahabat Rasulullah, ialah Abu Dzar al Ghifari yang sangat 
 jujur, tapi, hasilnya, Abu Dzar justru dimakzulkan oleh Usman. Bukti 
 campur tangan Usman yang tidak bertanggung jawab.
 > 
 > Pada waktu ini ada mushaf yang dimiliki kaum syi'ah di pedalaman, 
 yang lain daripada mushaf Usmani.
 > 
 > Rasulullah tidak pernah mengajarkan mengenai rukun iman. Rukun 
 iman disusun oleh ulama kemudian, yang juga, beda dengan rukun 
 imannya kaum syiah. Saya sendiri bukan syiah.
 > 
 > Ulama o'on, yang .membuat kriteria murtad seperti yang kamu anut 
 itu.
 > 
 > Allah , tentu tak pernah bikin ayat yang mendukung perkawinan Nabi 
 dengan Hafsah.
 > 
 > Dan ratusan ayat yang perlu ditinjau kembali.
 > 
 > Orang2 o'on juga meyakini kalau kepala Rajamala itu dapat memberi 
 berkah secara ainul yakin dan ilmul yakin, sama seperti cara kamu 
 meyakini yang identik dengan para fanatikus lainnya, yang akan 
 mendirikan negara khilafah di Indonesia.
 > 
 > Saya tidak bodoh seperti yang kamu katakan. Kamulah, terbukti 
 bodoh, yang berfikir menggunakan dengkul.
 > 
 > Bumi yang dihamparkan itu, pasti tidak bulat, tolol, terbukti lagi 
 kamu tak bisa berfikir jernih.
 > 
 > Kamu cuma yakin seperti fir'aun yakin, penuh kesombongan, tidak 
 menggunakan akal dan perasaan.
 > 
 > 
 > temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> 
 wrote:                               Anggaplah saya memang tolol, 
 pada kenyataann ya memang sedikit 
 >  sekali yang saya tahu dari dunia dan diri saya sendiri. Lalu apa 
 >  yang Kau tahu tentang Allah?
 >  
 >  Kau begitu yakin bahwa Allah tidak mungkin memaparkan semua itu, 
 >  lalu yang mana yang kau sebut murtad ? murtad dari sudut pandang 
 >  siapa? Bagi setiap muslim, menafikan salah satu dati rukun Iman, 
 dan 
 >  salah satunya adalah iman terhadap kitab sudah cukup 
 dikategorikan 
 >  tidak beriman.
 >  
 >  Tentu saja saya yakin (ilmul yakin) tentang apapun yang tertera 
 di 
 >  Qur'an. Sesuatu diyakini secara keilmuan/ pengetahuan yang 
 >  disodorkan, penglihatan (ainul yakin) dan keyakinan yang dialami 
 >  sendiri (haqul yakin). 
 >  
 >  Kenallah dirimu sendiri bila kau ingin mengenal Tuhan, tapi bila 
 kau 
 >  mengira telah mengenal Tuhan maka satu-satunya yang kau ketahui 
 >  adalah kenyataan bahwa dirimu sangatlah bodoh.
 >   
 >  Oh, ya, sejauh yang saya baca dari Al-Qur'an saya belum pernah 
 >  membaca bahwa Allah menyatakan bumi datar. Yang pernah saya baca 
 di 
 >  An-Naba adalah Bumi yang dihamparkan, itu bukan berarti datar. 
 >  Mungkin yang juga harus anda benahi adalah kemampuan menangkap 
 makna.
 >  
 >  bukti apa yang  kau punya as as ?
 >  
 >  "Dan walaupun berkumpul seluruh manusia dan Jin mencoba membuat 
 >  sesuatu seperti Al-Qur'an maka tak akan mungkin mereka bisa 
 >  melakukannya walau seayatpun"
 >  
 >  Wallahu a'lam
 >  Wa astaghfirullah
 >  
 >  --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote:
 >  >
 >  > Selanjutnya Selo
 >  > Apakah kau akan murtad bila terbukti itu semua buatan manusia ?
 >  > Itulah suatu kelemahan, Selo
 >  > Artinya kau sama sekali tidak menghargai semua upaya Rasulullah.
 >  > Aku tak akan murtad, meskipun itu bukan wahyu.
 >  > Aku sangat menghargai dan menjunjung tinggi semua efforts 
 beliau.
 >  > 
 >  > as as <as2004as_as@> wrote:                               Hehehe
 >  > Kok marah
 >  > Emangnya sudah baca sampai katam apa belum.
 >  > Kalau sudah
 >  > Apa mungkin Allah bilang bumi ini datar
 >  > Apa mungkin Allah bilang
 >  > Malaikat itu sayapnya dua dua atau tiga tiga
 >  > Apa mungkin Allah bilang
 >  > bintang terletak pada langit yang dekat
 >  > meteor untuk nglempar setan.
 >  > Pakai akal yang diberi Allah, Selo
 >  > Jangan cuma taklid ama ulama o'on.
 >  > 
 >  > temon_brangti <temon_brangti@> wrote:
 >  >                           APA YANG KAU MAKSUD KARANGAN MANUSIA 
 DAN 
 >  KEBOHONGAN PUBLIK ?!!!
 >  >  HATI-HATI AS AS, ANDA MULAI MEMBUKA KEDOK ANDA SENDIRI DAN 
 >  TELUNJUK 
 >  >   MALAH AKAN TERTUJU PADAMU SENDIRI
 >  >  --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote:
 >  >  >
 >  >  > Sudah jelas karangan manusia, kok diakukan sebagai wahyu.
 >  >  > Istilah zaman sekarang adalah 'pembohongan publik'.
 >  >  > 
 >  >  > qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> 
 >  >  wrote:                               
 >  >  &#61641;&#61519;&#61683;&#61601;&#61646;&#61488; 
 >  >  &#61611;&#61473;&#61476;&#61475; 
 >  >  
 >  
 &#61639;&#61536;&#61627;&#61557;&#61512;&#61687;&#61553;&#61607;&#615
 >  >  81;&#61497;&#61476;&#61475; 
 >  >  
 >  
 &#61641;&#61519;&#61578;&#61647;&#61549;&#61607;&#61581;&#61497;&#614
 >  >  76;&#61475;  &#61639;&#61642;&#61640;
 >  >  >  
 >  >  >  KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL
 >  >  >  
 >  >  >   Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal 
 >  >  >  manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang 
 >  mulia 
 >  >  di 
 >  >  >  dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan 
 kemampuan 
 >  >  akal 
 >  >  >  inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. 
 >  Namun 
 >  >  >  akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami 
 hakikat 
 >  >  >  eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di 
 capai 
 >  >  dengan 
 >  >  >  menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. 
 >  >  >   Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah 
 bisa 
 >  >  >  difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan 
 >  imajinasi 
 >  >  >  hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat 
 dalam 
 >  >  memahami 
 >  >  >  fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka 
 >  >  anggap 
 >  >  >  sebagai sesembahan dan  tuhan. Mungkin saat ini manusia 
 >  menyembah 
 >  >  >  Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan).
 >  >  >  Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan 
 kedudukannya 
 >  >  dirinya 
 >  >  >  didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi 
 >  >  material, 
 >  >  >  tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang 
 lemah 
 >  >  >  terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup 
 >  >  adalah 
 >  >  >  kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali 
 >  lagi 
 >  >  semua 
 >  >  >  ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia 
 yang 
 >  >  >  dikokohkan oleh akal. 
 >  >  >  Akal merupakan ciptaan tuhan,  karena tidak mungkin 
 >  keteraturan 
 >  >  yang 
 >  >  >  amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu 
 >  ada 
 >  >  >  kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur 
 >  >  sekalian 
 >  >  >  alam beserta hukum-hukumnya.
 >  >  >  
 >  >  >  Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak 
 tercipta 
 >  dari 
 >  >   >  ketiadaan
 >  >  >  
 >  >  >  &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; 
 >  >  
 >  
 &#61480;&#61475;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61668;&#615
 >  >  62; &#61684;&#61536;&#61647;&#61506; 
 >  >  &#61646;&#61582;&#61686;&#61581;&#61560;&#61678; 
 >  >  &#61502;&#61668;&#61683;&#61651;&#61560;&#61611; 
 >  >  &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; 
 &#61667;&#61518;&#61672;&#61540; 
 >  >  
 >  
 &#61594;&#61539;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61627;&#615
 >  >  61;&#61570;&#61688;&#61497;&#61476;&#61475; 
 >  >  &#61639;&#61644;&#61646;&#61640;   
 >  >  >  35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah 
 mereka 
 >  yang 
 >  >   >  menciptakan (diri mereka sendiri)?
 >  >  >  
 >  >  >  Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan 
 >  >  >  perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang 
 dibuat 
 >  >  oleh 
 >  >  >  manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari 
 >  eksistensi 
 >  >  >  manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan 
 hati, 
 >  >  karena 
 >  >  >  akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan 
 >  makna 
 >  >  hidup,
 >  >  >   yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan 
 dan 
 >  >  tuhan 
 >  >  >  tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri 
 petunjuk 
 >  >  (wahyu).
 >  >  >  
 >  >  >  &#61476;&#61556;&#61506;&#61557;&#61554; 
 >  >  
 &#61664;&#61517;&#61688;&#61481;&#61550;&#61501;&#61561;&#61562; 
 >  >  
 &#61603;&#61536;&#61637;&#61543;&#61688;&#61498;&#61476;&#61475; 
 >  >   
 >  
 &#61565;&#61607;&#61522;&#61517;&#61565;&#61476;&#61475;&#61557;&#615
 >  >  54; &#61598;&#61559;&#61646;&#61481; 
 >  >  
 >  
 &#61640;&#61538;&#61554;&#61663;&#61577;&#61671;&#61495;&#61687;&#616
 >  >  72;&#61557;&#61579;&#61647;&#61497; 
 >  >  &#61639;&#61646;&#61647;&#61640;   
 >  >  >  56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan 
 supaya 
 >  >  mereka 
 >  >  >  mengabdi (menyembah) kepada-Ku.
 >  >  >  
 >  >  >  Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan 
 >  >  syariat, 
 >  >  >  hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia 
 >  membuat-
 >  >  >  buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh 
 alloh. 
 >  >  Akal 
 >  >  >  diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan 
 >  bukan 
 >  >  >  untuk menentang dan menandingi wahyu.  
 >  >  >   Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas 
 >  >  >  tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai 
 >  bentuk 
 >  >  >  pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan 
 mutlak 
 >  >  adalah 
 >  >  >  suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat 
 >  difahami 
 >  >  oleh 
 >  >  >  akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. 
 >  >  >  Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna 
 >  hidup ?
 >  >  >  apakah manusia? Alam ?
 >  >  >  Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi 
 manusia 
 >  >  diatas 
 >  >  >  langit?
 >  >  >  Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai 
 >  pencipta 
 >  >  >  dirinya? 
 >  >  >  
 >  >  >  &#61594;&#61529;&#61550;&#61501;&#61561;&#61563; 
 >  >  
 >  
 &#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
 >  >  76;&#61475;  &#61536;&#61647;&#61506; 
 >  >  
 &#61495;&#61552;&#61560;&#61695;&#61685;&#61660;&#61596;&#61522; 
 >  >  &#61475;&#61555;&#61580;&#61646;&#61482;&#61555;&#61689; 
 >  >  &#61557;&#61553;&#61672;&#61540; 
 >  >  &#61650;&#61519;&#61579;&#61637;&#61633;&#61561;&#61562; 
 >  >  &#61655;&#61691;&#61692;&#61646;&#61495;&#61589;&#61506; 
 >  >  &#61639;&#61645;&#61640;   
 >  >  >  4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia 
 >  menjadi 
 >  >  >  pembantah yang nyata.
 >  >  >  (An-Nahl: 4)
 >  >  >  
 >  >  >   Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air 
 yang 
 >  >  >  hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang 
 juga 
 >  >  >  ciptaannya? Sungguh ironis...
 >  >  >  Kadang aku melihat filsafat sebagai  upaya perlawanan 
 manusia 
 >  >  terhadap 
 >  >  >  tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai 
 >  >  kebenaran 
 >  >  >  dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al-
 >  >  quran). 
 >  >  >   Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan 
 mengatakan 
 >  >  >  bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), 
 >  dan 
 >  >  >  menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika 
 >  dan 
 >  >  hukum.
 >  >  >   Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, 
 ia 
 >  >  >  menganggap dirinya serba cukup 
 >  >  >  
 >  >  >  &#61512;&#61560;&#61560;&#61486; •&#61538;&#61646;&#61481; 
 >  >  
 >  
 &#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
 >  >  76;&#61475; 
 >  >   
 >  
 &#61475;&#61651;&#61560;&#61686;&#61684;&#61660;&#61557;&#61578;&#615
 >  >  55;&#61497; &#61639;&#61647;&#61640;   
 &#61538;&#61554;&#61478; 
 >  >  &#61671;&#61550;&#61475;&#61557;&#61668;&#61607;&#61585; 
 >  >  
 >  
 &#61475;&#61651;&#61551;&#61535;&#61688;&#61683;&#61556;&#61511;&#616
 >  >  83;&#61593;&#61476;&#61475; &#61639;&#61648;&#61640;   
 >  >  >  6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui 
 >  batas,
 >  >  >  7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7)
 >  >  >  
 >  >  >   Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya 
 dalam 
 >  >  >  bentuk filsafat itu  cukup dan mampu mencapai kebenaran 
 tanpa 
 >  ada 
 >  >  >  bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia 
 telah 
 >  >  >   menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia 
 >  perlu 
 >  >  untuk 
 >  >  >  mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang 
 >  diluar 
 >  >  >  wahyu yakni akalnya (filsafat). 
 >  >  >   Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang 
 >  wahyu 
 >  >  >  atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari 
 >  petunjuk 
 >  >  >  tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia 
 manusia 
 >  >  mampu 
 >  >  >  memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam 
 >  wahyu 
 >  >  >  tersebut. 
 >  >  >   Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit 
 dan 
 >  >  >  berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam 
 >  sebuah 
 >  >  >  imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa 
 >  kita 
 >  >  >  tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH.
 >  >  >  
 >  >  >  
 >  >  >      
 >  >  >                                
 >  >  > 
 >  >  >        
 >  >  > ---------------------------------
 >  >   > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
 >  >  > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's 
 economy) 
 >  at 
 >  >  Yahoo! Games.
 >  >  >
 >  >  
 >  >  
 >  >      
 >  >             
 >  >         
 >  > 
 >  > ---------------------------------
 >  > Ready for the edge of your seat?  Check out tonight's top picks 
 on 
 >  Yahoo! TV.   
 >  >      
 >  >                                
 >  > 
 >  >        
 >  > ---------------------------------
 >  > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
 >  > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) 
 at 
 >  Yahoo! Games.
 >  >
 >  
 >  
 >      
 >                                
 > 
 >        
 > ---------------------------------
 > Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! 
 Travel.
 >
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV.  Watch previews, get listings, 
and more!

Kirim email ke