Kamu, Selo, memang tolol, sama dengan para fanatikus lain yang memikir dengan 
dengkul tanpa menggunakan otak dan perasaan yang dikaruniakan oleh Allah.

Allah, adalah Tuhan saya yang melindungi saya dan yang selalu menolong saya..

Kamu, pasti tak pernah belajar, bagaimana mushaf itu dikumpulkan. Semula ada 
banyak mushaf, lalu dibentuk panitia, lalu disodorkan hanya satu mushaf, sedang 
mushaf lain dimusnahkan. Usman diprotes oleh sahabat Rasulullah, ialah Abu Dzar 
al Ghifari yang sangat jujur, tapi, hasilnya, Abu Dzar justru dimakzulkan oleh 
Usman. Bukti campur tangan Usman yang tidak bertanggung jawab.

Pada waktu ini ada mushaf yang dimiliki kaum syi'ah di pedalaman, yang lain 
daripada mushaf Usmani.

Rasulullah tidak pernah mengajarkan mengenai rukun iman. Rukun iman disusun 
oleh ulama kemudian, yang juga, beda dengan rukun imannya kaum syiah. Saya 
sendiri bukan syiah.

Ulama o'on, yang .membuat kriteria murtad seperti yang kamu anut itu.

Allah , tentu tak pernah bikin ayat yang mendukung perkawinan Nabi dengan 
Hafsah.

Dan ratusan ayat yang perlu ditinjau kembali.

Orang2 o'on juga meyakini kalau kepala Rajamala itu dapat memberi berkah secara 
ainul yakin dan ilmul yakin, sama seperti cara kamu meyakini yang identik 
dengan para fanatikus lainnya, yang akan mendirikan negara khilafah di 
Indonesia.

Saya tidak bodoh seperti yang kamu katakan. Kamulah, terbukti bodoh, yang 
berfikir menggunakan dengkul.

Bumi yang dihamparkan itu, pasti tidak bulat, tolol, terbukti lagi kamu tak 
bisa berfikir jernih.

Kamu cuma yakin seperti fir'aun yakin, penuh kesombongan, tidak menggunakan 
akal dan perasaan.


temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
Anggaplah saya memang tolol, pada kenyataann ya memang sedikit 
 sekali yang saya tahu dari dunia dan diri saya sendiri. Lalu apa 
 yang Kau tahu tentang Allah?
 
 Kau begitu yakin bahwa Allah tidak mungkin memaparkan semua itu, 
 lalu yang mana yang kau sebut murtad ? murtad dari sudut pandang 
 siapa? Bagi setiap muslim, menafikan salah satu dati rukun Iman, dan 
 salah satunya adalah iman terhadap kitab sudah cukup dikategorikan 
 tidak beriman.
 
 Tentu saja saya yakin (ilmul yakin) tentang apapun yang tertera di 
 Qur'an. Sesuatu diyakini secara keilmuan/ pengetahuan yang 
 disodorkan, penglihatan (ainul yakin) dan keyakinan yang dialami 
 sendiri (haqul yakin). 
 
 Kenallah dirimu sendiri bila kau ingin mengenal Tuhan, tapi bila kau 
 mengira telah mengenal Tuhan maka satu-satunya yang kau ketahui 
 adalah kenyataan bahwa dirimu sangatlah bodoh.
  
 Oh, ya, sejauh yang saya baca dari Al-Qur'an saya belum pernah 
 membaca bahwa Allah menyatakan bumi datar. Yang pernah saya baca di 
 An-Naba adalah Bumi yang dihamparkan, itu bukan berarti datar. 
 Mungkin yang juga harus anda benahi adalah kemampuan menangkap makna.
 
 bukti apa yang  kau punya as as ?
 
 "Dan walaupun berkumpul seluruh manusia dan Jin mencoba membuat 
 sesuatu seperti Al-Qur'an maka tak akan mungkin mereka bisa 
 melakukannya walau seayatpun"
 
 Wallahu a'lam
 Wa astaghfirullah
 
 --- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Selanjutnya Selo
 > Apakah kau akan murtad bila terbukti itu semua buatan manusia ?
 > Itulah suatu kelemahan, Selo
 > Artinya kau sama sekali tidak menghargai semua upaya Rasulullah.
 > Aku tak akan murtad, meskipun itu bukan wahyu.
 > Aku sangat menghargai dan menjunjung tinggi semua efforts beliau.
 > 
 > as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Hehehe
 > Kok marah
 > Emangnya sudah baca sampai katam apa belum.
 > Kalau sudah
 > Apa mungkin Allah bilang bumi ini datar
 > Apa mungkin Allah bilang
 > Malaikat itu sayapnya dua dua atau tiga tiga
 > Apa mungkin Allah bilang
 > bintang terletak pada langit yang dekat
 > meteor untuk nglempar setan.
 > Pakai akal yang diberi Allah, Selo
 > Jangan cuma taklid ama ulama o'on.
 > 
 > temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >                           APA YANG KAU MAKSUD KARANGAN MANUSIA DAN 
 KEBOHONGAN PUBLIK ?!!!
 >  HATI-HATI AS AS, ANDA MULAI MEMBUKA KEDOK ANDA SENDIRI DAN 
 TELUNJUK 
 >   MALAH AKAN TERTUJU PADAMU SENDIRI
 >  --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote:
 >  >
 >  > Sudah jelas karangan manusia, kok diakukan sebagai wahyu.
 >  > Istilah zaman sekarang adalah 'pembohongan publik'.
 >  > 
 >  > qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> 
 >  wrote:                               
 >  &#61641;&#61519;&#61683;&#61601;&#61646;&#61488; 
 >  &#61611;&#61473;&#61476;&#61475; 
 >  
 &#61639;&#61536;&#61627;&#61557;&#61512;&#61687;&#61553;&#61607;&#615
 >  81;&#61497;&#61476;&#61475; 
 >  
 &#61641;&#61519;&#61578;&#61647;&#61549;&#61607;&#61581;&#61497;&#614
 >  76;&#61475;  &#61639;&#61642;&#61640;
 >  >  
 >  >  KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL
 >  >  
 >  >   Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal 
 >  >  manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang 
 mulia 
 >  di 
 >  >  dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan kemampuan 
 >  akal 
 >  >  inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. 
 Namun 
 >  >  akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami hakikat 
 >  >  eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di capai 
 >  dengan 
 >  >  menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. 
 >  >   Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah bisa 
 >  >  difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan 
 imajinasi 
 >  >  hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat dalam 
 >  memahami 
 >  >  fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka 
 >  anggap 
 >  >  sebagai sesembahan dan  tuhan. Mungkin saat ini manusia 
 menyembah 
 >  >  Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan).
 >  >  Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan kedudukannya 
 >  dirinya 
 >  >  didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi 
 >  material, 
 >  >  tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang lemah 
 >  >  terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup 
 >  adalah 
 >  >  kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali 
 lagi 
 >  semua 
 >  >  ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia yang 
 >  >  dikokohkan oleh akal. 
 >  >  Akal merupakan ciptaan tuhan,  karena tidak mungkin 
 keteraturan 
 >  yang 
 >  >  amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu 
 ada 
 >  >  kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur 
 >  sekalian 
 >  >  alam beserta hukum-hukumnya.
 >  >  
 >  >  Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak tercipta 
 dari 
 >   >  ketiadaan
 >  >  
 >  >  &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; 
 >  
 &#61480;&#61475;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61668;&#615
 >  62; &#61684;&#61536;&#61647;&#61506; 
 >  &#61646;&#61582;&#61686;&#61581;&#61560;&#61678; 
 >  &#61502;&#61668;&#61683;&#61651;&#61560;&#61611; 
 >  &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; &#61667;&#61518;&#61672;&#61540; 
 >  
 &#61594;&#61539;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61627;&#615
 >  61;&#61570;&#61688;&#61497;&#61476;&#61475; 
 >  &#61639;&#61644;&#61646;&#61640;   
 >  >  35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka 
 yang 
 >   >  menciptakan (diri mereka sendiri)?
 >  >  
 >  >  Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan 
 >  >  perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang dibuat 
 >  oleh 
 >  >  manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari 
 eksistensi 
 >  >  manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan hati, 
 >  karena 
 >  >  akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan 
 makna 
 >  hidup,
 >  >   yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan dan 
 >  tuhan 
 >  >  tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri petunjuk 
 >  (wahyu).
 >  >  
 >  >  &#61476;&#61556;&#61506;&#61557;&#61554; 
 >  &#61664;&#61517;&#61688;&#61481;&#61550;&#61501;&#61561;&#61562; 
 >  &#61603;&#61536;&#61637;&#61543;&#61688;&#61498;&#61476;&#61475; 
 >   
 &#61565;&#61607;&#61522;&#61517;&#61565;&#61476;&#61475;&#61557;&#615
 >  54; &#61598;&#61559;&#61646;&#61481; 
 >  
 &#61640;&#61538;&#61554;&#61663;&#61577;&#61671;&#61495;&#61687;&#616
 >  72;&#61557;&#61579;&#61647;&#61497; 
 >  &#61639;&#61646;&#61647;&#61640;   
 >  >  56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya 
 >  mereka 
 >  >  mengabdi (menyembah) kepada-Ku.
 >  >  
 >  >  Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan 
 >  syariat, 
 >  >  hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia 
 membuat-
 >  >  buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh alloh. 
 >  Akal 
 >  >  diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan 
 bukan 
 >  >  untuk menentang dan menandingi wahyu.  
 >  >   Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas 
 >  >  tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai 
 bentuk 
 >  >  pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan mutlak 
 >  adalah 
 >  >  suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat 
 difahami 
 >  oleh 
 >  >  akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. 
 >  >  Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna 
 hidup ?
 >  >  apakah manusia? Alam ?
 >  >  Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi manusia 
 >  diatas 
 >  >  langit?
 >  >  Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai 
 pencipta 
 >  >  dirinya? 
 >  >  
 >  >  &#61594;&#61529;&#61550;&#61501;&#61561;&#61563; 
 >  
 &#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
 >  76;&#61475;  &#61536;&#61647;&#61506; 
 >  &#61495;&#61552;&#61560;&#61695;&#61685;&#61660;&#61596;&#61522; 
 >  &#61475;&#61555;&#61580;&#61646;&#61482;&#61555;&#61689; 
 >  &#61557;&#61553;&#61672;&#61540; 
 >  &#61650;&#61519;&#61579;&#61637;&#61633;&#61561;&#61562; 
 >  &#61655;&#61691;&#61692;&#61646;&#61495;&#61589;&#61506; 
 >  &#61639;&#61645;&#61640;   
 >  >  4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia 
 menjadi 
 >  >  pembantah yang nyata.
 >  >  (An-Nahl: 4)
 >  >  
 >  >   Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air yang 
 >  >  hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang juga 
 >  >  ciptaannya? Sungguh ironis...
 >  >  Kadang aku melihat filsafat sebagai  upaya perlawanan manusia 
 >  terhadap 
 >  >  tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai 
 >  kebenaran 
 >  >  dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al-
 >  quran). 
 >  >   Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan mengatakan 
 >  >  bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), 
 dan 
 >  >  menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika 
 dan 
 >  hukum.
 >  >   Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, ia 
 >  >  menganggap dirinya serba cukup 
 >  >  
 >  >  &#61512;&#61560;&#61560;&#61486; •&#61538;&#61646;&#61481; 
 >  
 &#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
 >  76;&#61475; 
 >   
 &#61475;&#61651;&#61560;&#61686;&#61684;&#61660;&#61557;&#61578;&#615
 >  55;&#61497; &#61639;&#61647;&#61640;   &#61538;&#61554;&#61478; 
 >  &#61671;&#61550;&#61475;&#61557;&#61668;&#61607;&#61585; 
 >  
 &#61475;&#61651;&#61551;&#61535;&#61688;&#61683;&#61556;&#61511;&#616
 >  83;&#61593;&#61476;&#61475; &#61639;&#61648;&#61640;   
 >  >  6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui 
 batas,
 >  >  7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7)
 >  >  
 >  >   Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya dalam 
 >  >  bentuk filsafat itu  cukup dan mampu mencapai kebenaran tanpa 
 ada 
 >  >  bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia telah 
 >  >   menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia 
 perlu 
 >  untuk 
 >  >  mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang 
 diluar 
 >  >  wahyu yakni akalnya (filsafat). 
 >  >   Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang 
 wahyu 
 >  >  atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari 
 petunjuk 
 >  >  tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia manusia 
 >  mampu 
 >  >  memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam 
 wahyu 
 >  >  tersebut. 
 >  >   Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit dan 
 >  >  berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam 
 sebuah 
 >  >  imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa 
 kita 
 >  >  tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH.
 >  >  
 >  >  
 >  >      
 >  >                                
 >  > 
 >  >        
 >  > ---------------------------------
 >   > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
 >  > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) 
 at 
 >  Yahoo! Games.
 >  >
 >  
 >  
 >      
 >             
 >         
 > 
 > ---------------------------------
 > Ready for the edge of your seat?  Check out tonight's top picks on 
 Yahoo! TV.   
 >      
 >                                
 > 
 >        
 > ---------------------------------
 > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
 > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at 
 Yahoo! Games.
 >
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

Kirim email ke