Selanjutnya Selo
Apakah kau akan murtad bila terbukti itu semua buatan manusia ?
Itulah suatu kelemahan, Selo
Artinya kau sama sekali tidak menghargai semua upaya Rasulullah.
Aku tak akan murtad, meskipun itu bukan wahyu.
Aku sangat menghargai dan menjunjung tinggi semua efforts beliau.
as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hehehe
Kok marah
Emangnya sudah baca sampai katam apa belum.
Kalau sudah
Apa mungkin Allah bilang bumi ini datar
Apa mungkin Allah bilang
Malaikat itu sayapnya dua dua atau tiga tiga
Apa mungkin Allah bilang
bintang terletak pada langit yang dekat
meteor untuk nglempar setan.
Pakai akal yang diberi Allah, Selo
Jangan cuma taklid ama ulama o'on.
temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
APA YANG KAU MAKSUD KARANGAN MANUSIA DAN KEBOHONGAN
PUBLIK ?!!!
HATI-HATI AS AS, ANDA MULAI MEMBUKA KEDOK ANDA SENDIRI DAN TELUNJUK
MALAH AKAN TERTUJU PADAMU SENDIRI
--- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sudah jelas karangan manusia, kok diakukan sebagai wahyu.
> Istilah zaman sekarang adalah 'pembohongan publik'.
>
> qalam26 <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:


ɧ
81;
ɦ
76; 
>
> KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL
>
> Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal
> manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang mulia
di
> dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan kemampuan
akal
> inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. Namun
> akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami hakikat
> eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di capai
dengan
> menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata.
> Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah bisa
> difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan imajinasi
> hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat dalam
memahami
> fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka
anggap
> sebagai sesembahan dan tuhan. Mungkin saat ini manusia menyembah
> Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan).
> Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan kedudukannya
dirinya
> didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi
material,
> tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang lemah
> terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup
adalah
> kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali lagi
semua
> ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia yang
> dikokohkan oleh akal.
> Akal merupakan ciptaan tuhan, karena tidak mungkin keteraturan
yang
> amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu ada
> kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur
sekalian
> alam beserta hukum-hukumnya.
>
> Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak tercipta dari
> ketiadaan
>
> 
ɧ
62; 


 
ɧ
61;

> 35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang
> menciptakan (diri mereka sendiri)?
>
> Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan
> perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang dibuat
oleh
> manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari eksistensi
> manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan hati,
karena
> akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan makna
hidup,
> yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan dan
tuhan
> tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri petunjuk
(wahyu).
>
> 


ɧ
54; 
ɨ
72;

> 56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka
> mengabdi (menyembah) kepada-Ku.
>
> Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan
syariat,
> hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia membuat-
> buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh alloh.
Akal
> diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan bukan
> untuk menentang dan menandingi wahyu.
> Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas
> tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai bentuk
> pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan mutlak
adalah
> suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat difahami
oleh
> akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh.
> Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna hidup ?
> apakah manusia? Alam ?
> Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi manusia
diatas
> langit?
> Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai pencipta
> dirinya?
>
> 
ɦ
76; 






> 4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi
> pembantah yang nyata.
> (An-Nahl: 4)
>
> Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air yang
> hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang juga
> ciptaannya? Sungguh ironis...
> Kadang aku melihat filsafat sebagai upaya perlawanan manusia
terhadap
> tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai
kebenaran
> dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al-
quran).
> Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan mengatakan
> bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), dan
> menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika dan
hukum.
> Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, ia
> menganggap dirinya serba cukup
>
>  
ɦ
76;
ɧ
55;  

ɨ
83; 
> 6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
> 7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7)
>
> Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya dalam
> bentuk filsafat itu cukup dan mampu mencapai kebenaran tanpa ada
> bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia telah
> menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia perlu
untuk
> mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang diluar
> wahyu yakni akalnya (filsafat).
> Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang wahyu
> atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari petunjuk
> tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia manusia
mampu
> memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam wahyu
> tersebut.
> Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit dan
> berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam sebuah
> imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa kita
> tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH.
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
> Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at
Yahoo! Games.
>
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.