Terima kasih atas pernyataan ketololannya. Kita berdua tidak berada pada zaman dimana Qur'an dikumpulkan. Sangatlah gegabah menyimpulkan sahabat utsman sebagai seorang yang berkhianat pada amanat rasulullah.
Bila Anda meragukan pengetahuan saya, sungguh sangat wajar karena saya memang terbatas dan bolehlah dikatakan sama sekali bodoh. Sungguh jauh berbeda dengan saudara as as yang berwawasan luas dan mumpuni. Tapi karena Al-qur'an yang anda ragukan kebenarannya, biarlah Al-Qur'an sendiri yang menjawabnya. Q. S Al-Hajj : Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. (75) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui, (76) sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, (77) pada kitab yang terpelihara [Lauh Mahfuzh], (78) tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. (79) Diturunkan dari Tuhan semesta alam. (80) Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur'an ini?, (81) kamu [mengganti] rezki [yang Allah berikan] dengan mendustakan [Allah]. (82) Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, (83) padahal kamu ketika itu melihat, (84) dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, (85) Q.S Al-Baqarah : Alif laam miim . (1) Kitab [Al Qur'an] ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa , (2) [yaitu] mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat [6] dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, (3) dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Qur'an] yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat. (4) Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung (5) Dan jika kamu [tetap] dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami [Muhammad], buatlah satu surat [saja] yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (23) Maka jika kamu tidak dapat membuat [nya] dan pasti kamu tidak akan dapat membuat [nya], peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. (24) Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah dan dengan perumpamaan itu [pula] banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (26) [yaitu] orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah [kepada mereka] untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (27) Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan- Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (28) Asy-Syuaraan: Thaa Siin Miim (1) Inilah ayat-ayat Al Qur'an yang menerangkan. (2) Boleh jadi kamu [Muhammad] akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman. (3) Jika Kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mu'jizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya. (4) Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. (5) Sungguh mereka telah mendustakan [Al Qur'an], maka kelak akan datang kepada mereka [kenyataan dari] berita-berita yang selalu mereka perolok-olokan. (6) Maka karena itu serulah [mereka kepada agama itu] dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali [kita]" (15) Beberapa fakta tentang Qur'an yang saya tahu adalah bahwa setelah Rasulullah wafat, ada 4 salinan Al-qur'an yang ditulis dengan dialek masing-masing penyalinnya, salah satunya adalah Ummul Mukminin Hafsa ra. Pada awalnya Rasulullah mengizinkan shabat menulis dengan dialek mereka masing-masing tapi kemudian dialek itu malah dikhawatirkan dianggap Qur'an yang asli. Karena alas an itulah Ustman mambakar ketiga salinan dan menyusun Qur'an berdasarkan sumber yang terdekat dengan Rasulullah yaitu Ummul Mukminin Hafsa ra. Sejak saat itu, untuk tetap menjaga keaslian Al-Qur'an, Walaupun diterjemahkan dalam bahasa apapun, bahasa asli Al-Qur'an akan tetap terpelihara. Al Hajj : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya . (9) Sekali lagi terima kasih saudara As as karena membuat saya semakin sadar kalau manusia begitu jauh dari pemahaman terhadap diri dan sejarahnya. Maafkan kelancangan saya yang bodoh ini. Memasuki Bulan suci Ramadhan ini saya juga bermaksud meminta maaf pada semua anggota milis bila ada perkataan saya yang tidak pada tempatnya. Semoga semua hati dilapangkan. --- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kamu, Selo, memang tolol, sama dengan para fanatikus lain yang memikir dengan dengkul tanpa menggunakan otak dan perasaan yang dikaruniakan oleh Allah. > > Allah, adalah Tuhan saya yang melindungi saya dan yang selalu menolong saya.. > > Kamu, pasti tak pernah belajar, bagaimana mushaf itu dikumpulkan. Semula ada banyak mushaf, lalu dibentuk panitia, lalu disodorkan hanya satu mushaf, sedang mushaf lain dimusnahkan. Usman diprotes oleh sahabat Rasulullah, ialah Abu Dzar al Ghifari yang sangat jujur, tapi, hasilnya, Abu Dzar justru dimakzulkan oleh Usman. Bukti campur tangan Usman yang tidak bertanggung jawab. > > Pada waktu ini ada mushaf yang dimiliki kaum syi'ah di pedalaman, yang lain daripada mushaf Usmani. > > Rasulullah tidak pernah mengajarkan mengenai rukun iman. Rukun iman disusun oleh ulama kemudian, yang juga, beda dengan rukun imannya kaum syiah. Saya sendiri bukan syiah. > > Ulama o'on, yang .membuat kriteria murtad seperti yang kamu anut itu. > > Allah , tentu tak pernah bikin ayat yang mendukung perkawinan Nabi dengan Hafsah. > > Dan ratusan ayat yang perlu ditinjau kembali. > > Orang2 o'on juga meyakini kalau kepala Rajamala itu dapat memberi berkah secara ainul yakin dan ilmul yakin, sama seperti cara kamu meyakini yang identik dengan para fanatikus lainnya, yang akan mendirikan negara khilafah di Indonesia. > > Saya tidak bodoh seperti yang kamu katakan. Kamulah, terbukti bodoh, yang berfikir menggunakan dengkul. > > Bumi yang dihamparkan itu, pasti tidak bulat, tolol, terbukti lagi kamu tak bisa berfikir jernih. > > Kamu cuma yakin seperti fir'aun yakin, penuh kesombongan, tidak menggunakan akal dan perasaan. > > > temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Anggaplah saya memang tolol, pada kenyataann ya memang sedikit > sekali yang saya tahu dari dunia dan diri saya sendiri. Lalu apa > yang Kau tahu tentang Allah? > > Kau begitu yakin bahwa Allah tidak mungkin memaparkan semua itu, > lalu yang mana yang kau sebut murtad ? murtad dari sudut pandang > siapa? Bagi setiap muslim, menafikan salah satu dati rukun Iman, dan > salah satunya adalah iman terhadap kitab sudah cukup dikategorikan > tidak beriman. > > Tentu saja saya yakin (ilmul yakin) tentang apapun yang tertera di > Qur'an. Sesuatu diyakini secara keilmuan/ pengetahuan yang > disodorkan, penglihatan (ainul yakin) dan keyakinan yang dialami > sendiri (haqul yakin). > > Kenallah dirimu sendiri bila kau ingin mengenal Tuhan, tapi bila kau > mengira telah mengenal Tuhan maka satu-satunya yang kau ketahui > adalah kenyataan bahwa dirimu sangatlah bodoh. > > Oh, ya, sejauh yang saya baca dari Al-Qur'an saya belum pernah > membaca bahwa Allah menyatakan bumi datar. Yang pernah saya baca di > An-Naba adalah Bumi yang dihamparkan, itu bukan berarti datar. > Mungkin yang juga harus anda benahi adalah kemampuan menangkap makna. > > bukti apa yang kau punya as as ? > > "Dan walaupun berkumpul seluruh manusia dan Jin mencoba membuat > sesuatu seperti Al-Qur'an maka tak akan mungkin mereka bisa > melakukannya walau seayatpun" > > Wallahu a'lam > Wa astaghfirullah > > --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote: > > > > Selanjutnya Selo > > Apakah kau akan murtad bila terbukti itu semua buatan manusia ? > > Itulah suatu kelemahan, Selo > > Artinya kau sama sekali tidak menghargai semua upaya Rasulullah. > > Aku tak akan murtad, meskipun itu bukan wahyu. > > Aku sangat menghargai dan menjunjung tinggi semua efforts beliau. > > > > as as <as2004as_as@> wrote: Hehehe > > Kok marah > > Emangnya sudah baca sampai katam apa belum. > > Kalau sudah > > Apa mungkin Allah bilang bumi ini datar > > Apa mungkin Allah bilang > > Malaikat itu sayapnya dua dua atau tiga tiga > > Apa mungkin Allah bilang > > bintang terletak pada langit yang dekat > > meteor untuk nglempar setan. > > Pakai akal yang diberi Allah, Selo > > Jangan cuma taklid ama ulama o'on. > > > > temon_brangti <temon_brangti@> wrote: > > APA YANG KAU MAKSUD KARANGAN MANUSIA DAN > KEBOHONGAN PUBLIK ?!!! > > HATI-HATI AS AS, ANDA MULAI MEMBUKA KEDOK ANDA SENDIRI DAN > TELUNJUK > > MALAH AKAN TERTUJU PADAMU SENDIRI > > --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote: > > > > > > Sudah jelas karangan manusia, kok diakukan sebagai wahyu. > > > Istilah zaman sekarang adalah 'pembohongan publik'. > > > > > > qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > >  > >  > > > ɧ > > 81; > > > ɦ > > 76;  > > > > > > KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL > > > > > > Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal > > > manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang > mulia > > di > > > dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan kemampuan > > akal > > > inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. > Namun > > > akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami hakikat > > > eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di capai > > dengan > > > menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. > > > Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah bisa > > > difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan > imajinasi > > > hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat dalam > > memahami > > > fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka > > anggap > > > sebagai sesembahan dan tuhan. Mungkin saat ini manusia > menyembah > > > Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan). > > > Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan kedudukannya > > dirinya > > > didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi > > material, > > > tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang lemah > > > terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup > > adalah > > > kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali > lagi > > semua > > > ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia yang > > > dikokohkan oleh akal. > > > Akal merupakan ciptaan tuhan, karena tidak mungkin > keteraturan > > yang > > > amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu > ada > > > kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur > > sekalian > > > alam beserta hukum-hukumnya. > > > > > > Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak tercipta > dari > > > ketiadaan > > > > > >  > > > ɧ > > 62;  > >  > >  > >   > > > ɧ > > 61; > >  > > > 35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka > yang > > > menciptakan (diri mereka sendiri)? > > > > > > Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan > > > perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang dibuat > > oleh > > > manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari > eksistensi > > > manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan hati, > > karena > > > akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan > makna > > hidup, > > > yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan dan > > tuhan > > > tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri petunjuk > > (wahyu). > > > > > >  > >  > >  > > > ɧ > > 54;  > > > ɨ > > 72; > >  > > > 56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya > > mereka > > > mengabdi (menyembah) kepada-Ku. > > > > > > Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan > > syariat, > > > hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia > membuat- > > > buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh alloh. > > Akal > > > diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan > bukan > > > untuk menentang dan menandingi wahyu. > > > Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas > > > tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai > bentuk > > > pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan mutlak > > adalah > > > suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat > difahami > > oleh > > > akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. > > > Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna > hidup ? > > > apakah manusia? Alam ? > > > Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi manusia > > diatas > > > langit? > > > Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai > pencipta > > > dirinya? > > > > > >  > > > ɦ > > 76;  > >  > >  > >  > >  > >  > >  > > > 4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia > menjadi > > > pembantah yang nyata. > > > (An-Nahl: 4) > > > > > > Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air yang > > > hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang juga > > > ciptaannya? Sungguh ironis... > > > Kadang aku melihat filsafat sebagai upaya perlawanan manusia > > terhadap > > > tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai > > kebenaran > > > dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al- > > quran). > > > Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan mengatakan > > > bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), > dan > > > menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika > dan > > hukum. > > > Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, ia > > > menganggap dirinya serba cukup > > > > > >   > > > ɦ > > 76; > > > ɧ > > 55;   > >  > > > ɨ > > 83;  > > > 6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui > batas, > > > 7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7) > > > > > > Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya dalam > > > bentuk filsafat itu cukup dan mampu mencapai kebenaran tanpa > ada > > > bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia telah > > > menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia > perlu > > untuk > > > mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang > diluar > > > wahyu yakni akalnya (filsafat). > > > Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang > wahyu > > > atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari > petunjuk > > > tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia manusia > > mampu > > > memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam > wahyu > > > tersebut. > > > Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit dan > > > berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam > sebuah > > > imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa > kita > > > tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! > > > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) > at > > Yahoo! Games. > > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on > Yahoo! TV. > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! > > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at > Yahoo! Games. > > > > > > > > > --------------------------------- > Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. > ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
