Anggaplah saya memang tolol, pada kenyataann ya memang sedikit sekali yang saya tahu dari dunia dan diri saya sendiri. Lalu apa yang Kau tahu tentang Allah?
Kau begitu yakin bahwa Allah tidak mungkin memaparkan semua itu, lalu yang mana yang kau sebut murtad ? murtad dari sudut pandang siapa? Bagi setiap muslim, menafikan salah satu dati rukun Iman, dan salah satunya adalah iman terhadap kitab sudah cukup dikategorikan tidak beriman. Tentu saja saya yakin (ilmul yakin) tentang apapun yang tertera di Qur'an. Sesuatu diyakini secara keilmuan/ pengetahuan yang disodorkan, penglihatan (ainul yakin) dan keyakinan yang dialami sendiri (haqul yakin). Kenallah dirimu sendiri bila kau ingin mengenal Tuhan, tapi bila kau mengira telah mengenal Tuhan maka satu-satunya yang kau ketahui adalah kenyataan bahwa dirimu sangatlah bodoh. Oh, ya, sejauh yang saya baca dari Al-Qur'an saya belum pernah membaca bahwa Allah menyatakan bumi datar. Yang pernah saya baca di An-Naba adalah Bumi yang dihamparkan, itu bukan berarti datar. Mungkin yang juga harus anda benahi adalah kemampuan menangkap makna. bukti apa yang kau punya as as ? "Dan walaupun berkumpul seluruh manusia dan Jin mencoba membuat sesuatu seperti Al-Qur'an maka tak akan mungkin mereka bisa melakukannya walau seayatpun" Wallahu a'lam Wa astaghfirullah --- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Selanjutnya Selo > Apakah kau akan murtad bila terbukti itu semua buatan manusia ? > Itulah suatu kelemahan, Selo > Artinya kau sama sekali tidak menghargai semua upaya Rasulullah. > Aku tak akan murtad, meskipun itu bukan wahyu. > Aku sangat menghargai dan menjunjung tinggi semua efforts beliau. > > as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hehehe > Kok marah > Emangnya sudah baca sampai katam apa belum. > Kalau sudah > Apa mungkin Allah bilang bumi ini datar > Apa mungkin Allah bilang > Malaikat itu sayapnya dua dua atau tiga tiga > Apa mungkin Allah bilang > bintang terletak pada langit yang dekat > meteor untuk nglempar setan. > Pakai akal yang diberi Allah, Selo > Jangan cuma taklid ama ulama o'on. > > temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > APA YANG KAU MAKSUD KARANGAN MANUSIA DAN KEBOHONGAN PUBLIK ?!!! > HATI-HATI AS AS, ANDA MULAI MEMBUKA KEDOK ANDA SENDIRI DAN TELUNJUK > MALAH AKAN TERTUJU PADAMU SENDIRI > --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote: > > > > Sudah jelas karangan manusia, kok diakukan sebagai wahyu. > > Istilah zaman sekarang adalah 'pembohongan publik'. > > > > qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: >  >  > ɧ > 81; > ɦ > 76;  > > > > KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL > > > > Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal > > manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang mulia > di > > dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan kemampuan > akal > > inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. Namun > > akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami hakikat > > eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di capai > dengan > > menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. > > Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah bisa > > difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan imajinasi > > hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat dalam > memahami > > fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka > anggap > > sebagai sesembahan dan tuhan. Mungkin saat ini manusia menyembah > > Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan). > > Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan kedudukannya > dirinya > > didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi > material, > > tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang lemah > > terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup > adalah > > kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali lagi > semua > > ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia yang > > dikokohkan oleh akal. > > Akal merupakan ciptaan tuhan, karena tidak mungkin keteraturan > yang > > amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu ada > > kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur > sekalian > > alam beserta hukum-hukumnya. > > > > Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak tercipta dari > > ketiadaan > > > >  > ɧ > 62;  >  >  >   > ɧ > 61; >  > > 35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang > > menciptakan (diri mereka sendiri)? > > > > Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan > > perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang dibuat > oleh > > manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari eksistensi > > manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan hati, > karena > > akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan makna > hidup, > > yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan dan > tuhan > > tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri petunjuk > (wahyu). > > > >  >  >  > ɧ > 54;  > ɨ > 72; >  > > 56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya > mereka > > mengabdi (menyembah) kepada-Ku. > > > > Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan > syariat, > > hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia membuat- > > buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh alloh. > Akal > > diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan bukan > > untuk menentang dan menandingi wahyu. > > Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas > > tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai bentuk > > pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan mutlak > adalah > > suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat difahami > oleh > > akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. > > Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna hidup ? > > apakah manusia? Alam ? > > Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi manusia > diatas > > langit? > > Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai pencipta > > dirinya? > > > >  > ɦ > 76;  >  >  >  >  >  >  > > 4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi > > pembantah yang nyata. > > (An-Nahl: 4) > > > > Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air yang > > hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang juga > > ciptaannya? Sungguh ironis... > > Kadang aku melihat filsafat sebagai upaya perlawanan manusia > terhadap > > tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai > kebenaran > > dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al- > quran). > > Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan mengatakan > > bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), dan > > menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika dan > hukum. > > Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, ia > > menganggap dirinya serba cukup > > > >   > ɦ > 76; > ɧ > 55;   >  > ɨ > 83;  > > 6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, > > 7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7) > > > > Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya dalam > > bentuk filsafat itu cukup dan mampu mencapai kebenaran tanpa ada > > bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia telah > > menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia perlu > untuk > > mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang diluar > > wahyu yakni akalnya (filsafat). > > Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang wahyu > > atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari petunjuk > > tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia manusia > mampu > > memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam wahyu > > tersebut. > > Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit dan > > berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam sebuah > > imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa kita > > tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH. > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! > > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at > Yahoo! Games. > > > > > > > > > --------------------------------- > Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. > > > > > --------------------------------- > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games. > ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
