Hehehe
Kok marah
Emangnya sudah baca sampai katam apa belum.
Kalau sudah
Apa mungkin Allah bilang bumi ini datar
Apa mungkin Allah bilang
Malaikat itu sayapnya dua dua atau tiga tiga
Apa mungkin Allah bilang
bintang terletak pada langit yang dekat
meteor untuk nglempar setan.
Pakai akal yang diberi Allah, Selo
Jangan cuma taklid ama ulama o'on.

temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               APA YANG 
KAU MAKSUD KARANGAN MANUSIA DAN KEBOHONGAN PUBLIK ?!!!
 HATI-HATI AS AS, ANDA MULAI MEMBUKA KEDOK ANDA SENDIRI DAN TELUNJUK 
 MALAH AKAN TERTUJU PADAMU SENDIRI
 --- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Sudah jelas karangan manusia, kok diakukan sebagai wahyu.
 > Istilah zaman sekarang adalah 'pembohongan publik'.
 > 
 > qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> 
 wrote:                               
 &#61641;&#61519;&#61683;&#61601;&#61646;&#61488; 
 &#61611;&#61473;&#61476;&#61475; 
 &#61639;&#61536;&#61627;&#61557;&#61512;&#61687;&#61553;&#61607;&#615
 81;&#61497;&#61476;&#61475; 
 &#61641;&#61519;&#61578;&#61647;&#61549;&#61607;&#61581;&#61497;&#614
 76;&#61475; &#61639;&#61642;&#61640;
 >  
 >  KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL
 >  
 >   Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal 
 >  manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang mulia 
 di 
 >  dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan kemampuan 
 akal 
 >  inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. Namun 
 >  akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami hakikat 
 >  eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di capai 
 dengan 
 >  menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. 
 >   Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah bisa 
 >  difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan imajinasi 
 >  hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat dalam 
 memahami 
 >  fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka 
 anggap 
 >  sebagai sesembahan dan tuhan. Mungkin saat ini manusia menyembah 
 >  Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan).
 >  Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan kedudukannya 
 dirinya 
 >  didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi 
 material, 
 >  tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang lemah 
 >  terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup 
 adalah 
 >  kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali lagi 
 semua 
 >  ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia yang 
 >  dikokohkan oleh akal. 
 >  Akal merupakan ciptaan tuhan,  karena tidak mungkin keteraturan 
 yang 
 >  amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu ada 
 >  kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur 
 sekalian 
 >  alam beserta hukum-hukumnya.
 >  
 >  Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak tercipta dari 
 >  ketiadaan
 >  
 >  &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; 
 &#61480;&#61475;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61668;&#615
 62; &#61684;&#61536;&#61647;&#61506; 
 &#61646;&#61582;&#61686;&#61581;&#61560;&#61678; 
 &#61502;&#61668;&#61683;&#61651;&#61560;&#61611; 
 &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; &#61667;&#61518;&#61672;&#61540; 
 &#61594;&#61539;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61627;&#615
 61;&#61570;&#61688;&#61497;&#61476;&#61475; 
 &#61639;&#61644;&#61646;&#61640;   
 >  35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang 
 >  menciptakan (diri mereka sendiri)?
 >  
 >  Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan 
 >  perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang dibuat 
 oleh 
 >  manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari eksistensi 
 >  manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan hati, 
 karena 
 >  akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan makna 
 hidup,
 >   yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan dan 
 tuhan 
 >  tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri petunjuk 
 (wahyu).
 >  
 >  &#61476;&#61556;&#61506;&#61557;&#61554; 
 &#61664;&#61517;&#61688;&#61481;&#61550;&#61501;&#61561;&#61562; 
 &#61603;&#61536;&#61637;&#61543;&#61688;&#61498;&#61476;&#61475; 
 &#61565;&#61607;&#61522;&#61517;&#61565;&#61476;&#61475;&#61557;&#615
 54; &#61598;&#61559;&#61646;&#61481; 
 &#61640;&#61538;&#61554;&#61663;&#61577;&#61671;&#61495;&#61687;&#616
 72;&#61557;&#61579;&#61647;&#61497; 
 &#61639;&#61646;&#61647;&#61640;   
 >  56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya 
 mereka 
 >  mengabdi (menyembah) kepada-Ku.
 >  
 >  Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan 
 syariat, 
 >  hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia membuat-
 >  buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh alloh. 
 Akal 
 >  diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan bukan 
 >  untuk menentang dan menandingi wahyu. 
 >   Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas 
 >  tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai bentuk 
 >  pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan mutlak 
 adalah 
 >  suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat difahami 
 oleh 
 >  akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. 
 >  Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna hidup ?
 >  apakah manusia? Alam ?
 >  Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi manusia 
 diatas 
 >  langit?
 >  Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai pencipta 
 >  dirinya? 
 >  
 >  &#61594;&#61529;&#61550;&#61501;&#61561;&#61563; 
 &#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
 76;&#61475; &#61536;&#61647;&#61506; 
 &#61495;&#61552;&#61560;&#61695;&#61685;&#61660;&#61596;&#61522; 
 &#61475;&#61555;&#61580;&#61646;&#61482;&#61555;&#61689; 
 &#61557;&#61553;&#61672;&#61540; 
 &#61650;&#61519;&#61579;&#61637;&#61633;&#61561;&#61562; 
 &#61655;&#61691;&#61692;&#61646;&#61495;&#61589;&#61506; 
 &#61639;&#61645;&#61640;   
 >  4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi 
 >  pembantah yang nyata.
 >  (An-Nahl: 4)
 >  
 >   Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air yang 
 >  hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang juga 
 >  ciptaannya? Sungguh ironis...
 >  Kadang aku melihat filsafat sebagai upaya perlawanan manusia 
 terhadap 
 >  tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai 
 kebenaran 
 >  dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al-
 quran). 
 >   Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan mengatakan 
 >  bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), dan 
 >  menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika dan 
 hukum.
 >   Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, ia 
 >  menganggap dirinya serba cukup 
 >  
 >  &#61512;&#61560;&#61560;&#61486; •&#61538;&#61646;&#61481; 
 &#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
 76;&#61475; 
 &#61475;&#61651;&#61560;&#61686;&#61684;&#61660;&#61557;&#61578;&#615
 55;&#61497; &#61639;&#61647;&#61640;   &#61538;&#61554;&#61478; 
 &#61671;&#61550;&#61475;&#61557;&#61668;&#61607;&#61585; 
 &#61475;&#61651;&#61551;&#61535;&#61688;&#61683;&#61556;&#61511;&#616
 83;&#61593;&#61476;&#61475; &#61639;&#61648;&#61640;   
 >  6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
 >  7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7)
 >  
 >   Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya dalam 
 >  bentuk filsafat itu  cukup dan mampu mencapai kebenaran tanpa ada 
 >  bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia telah 
 >  menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia perlu 
 untuk 
 >  mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang diluar 
 >  wahyu yakni akalnya (filsafat). 
 >   Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang wahyu 
 >  atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari petunjuk 
 >  tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia manusia 
 mampu 
 >  memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam wahyu 
 >  tersebut. 
 >   Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit dan 
 >  berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam sebuah 
 >  imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa kita 
 >  tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH.
 >  
 >  
 >      
 >                                
 > 
 >        
 > ---------------------------------
 > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
 > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at 
 Yahoo! Games.
 >
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 

Kirim email ke